news
LIGA INGGRIS
Performa Kane Belum Memenuhi Standar Musim Ini
15 October 2019 14:55 WIB
berita
Striker Tottenham Harry Kane (kanan) dinilai belum memenuhi standar permainannya sendiri di musim ini./AFP
LONDON – Dari permukaan, mungkin tidak ada yang mengkhawatirkan dari performa Harry Kane. Striker Tottenham Hotspur FC itu masih terbilang tajam, mencetak tujuh gol dalam 10 penampilan di semua ajang musim ini. Namun, jika menyelam lebih dalam, terjadi regresi dalam performa sang pemain.

Di tengah krisis yang menghantam Spurs pada 2019/20, kemunduran Kane memang menjadi sulit terdeteksi. Ia tetap mampu menjalani peran sebagai mesin gol utama klub London Utara tersebut. Faktanya, statistik memperlihatkan bahwa penampilan Kane masih di bawah standar.




Baca Juga :
- Bayern Muenchen dan Tottenham Hotspur Butuh Kebangkitan
- Inilah yang Membuat Duel Muenchen vs Spurs Menarik




Sepanjang 2019, striker 26 tahun itu mencetak 14 gol di semua kompetisi. Sembilan berasal dari situasi open play, sementara lima tercipta melalui eksekusi penalti. Dengan kata lain, 35 persen dari total golnya tahun ini dibuat dari titik putih. Tentu saja, ini sebuah kemunduran signifikan bagi Kane.

Bandingkan dengan torehan pada dua tahun sebelumnya. Pada 2017, dari 49 gol, 46 dicetak dari situasi open play. Lalu sepanjang 2018 ia menorehkan 29 gol di luar penalti. Untuk membuat konteksnya lebih luar, Kane bahkan membuat empat gol open play lebih sedikit dari rekannya di Tottenham, Son Heung Min (13), tahun ini.


Baca Juga :
- Man. United Siap Lanjutkan di Derbi
- Inilah Penyebab Kekalahan Spurs dari Setan Merah


Di Liga Primer 2019/20, Kane telah mengoleksi lima gol dari delapan laga. Jika tidak menghitung torehan dari penalti, maka ia hanya akan sejajar dengan pemain seperti Ashley Barnes (Burnley FC), Sebastian Haller (West Ham United FC), atau gelandang muda Mason Mount (Chelsea FC) yang telah mencetak empat gol open play.

Tugas mengeksekusi penalti memang lazim diberikan kepada para striker. Namun jika melihat ketergantungan Kane menjebol gawang lawan lewat situasi tersebut, tentu saja memunculkan kekhawatiran. Tak ada yang membantah bahwa kapten timnas Inggris itu adalah salah satu striker elite di dunia.

Meski begitu, dari segi performa, ia jelas bukan yang terbaik saat ini. Dan menyebutnya lebih baik dari Robert Lewandowski tentu tidak sepadan. Striker 31 tahun asal Polandia itu telah mencetak 15 gol dari 11 laga sepanjang 2019/20. Dari jumlah tersebut, hanya dua yang dibuat Lewandowski melalui eksekusi penalti.

Bahkan, jika dibandingkan dengan Teemu Pukki yang baru melakoni debutnya di Liga Primer musim ini pun Kane kalah superior. Striker Norwich City FC tersebut telah membukukan enam gol dalam delapan laga. Rata-rata, Pukki menjebol gawang lawan setiap 118 menit. Itu lebih baik daripada Kane (143 menit per gol).  

Akurasi tembakan Kane pun inferior bila dikomparasikan dengan penyerang top Liga Primer. Presisinya hanya 45 persen. Angka itu di bawah pemain seperti striker muda Chelsea FC Tammy Abraham (65%) atau Pukki (75%). Bahkan akurasi Marcus Rashford yang tengah mengalami periode sulit bersama Manchester United FC (MU) lebih baik.

Penyerang 21 tahun tersebut mencatatkan tingkat presisi tembakan sebesar 47 persen di kasta tertinggi sepak bola Inggris 2019/20. Penurunan performa Kane disinyalir karena dua alasan. Pertama, disebabkan oleh sang pemain sendiri. Yang kedua akibat penampilan buruk Tottenham musim ini.

Kendati secara statistik performa individunya menurun, Kane mengaku tidak merasa terbebani. “Saya telah berada dalam tekanan tinggi sebelumnya. Entah itu masalah paceklik gol, bermain di pertandingan krusial, atau harus absen karena satu dan lain hal,” kata Kane. “Semua itu akan membuat saya berusaha lebih baik.”

Selama ini, sang striker memang mampu mengatasi tekanan dengan performanya di lapangan. Tentu saja, pelatih Spurs Mauricio Pochettino serta publik Stadion Tottenham Hotspur bisa kembali melihat Kane membuktikan kualitas serta kapasistasnya untuk membantu tim keluar dari krisis, lewat gol-golnya.***  

 

 

   

      

 

loading...
I
Penulis
I Gede Ardy E
news
news