news
LIGA 1
APPI dan BOPI Desak Manajemen Kalteng Putra Merespons Aksi Mogok Pemain
15 October 2019 16:22 WIB
berita
PALANGKA RAYA - “Kami memiliki kemampuan untuk merekrut pemain kelas Eropa seperti Zlatan (Ibrahimovic). Hanya saja yang bersangkutan tetap ingin bermain di Liga Eropa,” ucap pemilik Kalteng Putra, Agustiar Sabran. Pernyataan Agustiar terkait rencana timnya setelah promosi ke Liga 1 2019 kini menjadi ironi.

Sudah jatuh tertimpa tangga adalah pepatah yang cocok untuk menggambarkan kondisi manajemen Kalteng Putra saat ini. Ya, diketahui para pemain Kalteng Putra kini tengah mangkir dari latihan rutin yang dijalani sejak Jumat (11/10) lalu. Alih-alih ingin mendatangkan Ibrahimovic ke Palangka Raya, kini manajemen justru menunggak gaji dan bonus pemain Kalteng Putra.




Baca Juga :
- Prediksi PSS versus Borneo FC, Misi Kejar Target
- Prediksi PSIS vs Bali United, Laga Krusial




Kondisi ini sejatinya kisah lama yang terulang kembali. Sebelumnya banyak tim juga yang sempat merasakan kasus yang sama. Tidah hanya pada kasta tertinggi, namun Liga 2 pun juga kerap terjadi masalah yang sama.

Contohnya beberapa klub liga 2 musim lalu, seperti PSMS Medan dikabarkan menunggak 17 gaji pemainnya, PSPS Riau 12 pemain, dan Sriwijaya FC dua pemain.  Hingga akhirnya Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) melakukan penundaan bergulirnya Liga 2 musim ini sampai semua masalah terselesaikan.


Baca Juga :
- Persebaya Surabaya Jamu PSM Makassar di Batakan
- Laga Penentuan, Bali United Makin Menjauh atau Persipura yang Mendekat


Sekretaris Jenderal BOPI, Sandi Suwardi Hasan sangat menyayangkan kasus ini terjadi lagi. Terlebih ketika Liga 1 sedang berjalan. Sebelum adanya tindakan yang tegas, Sandi mengimbau kepada manajemen Kalteng Putra untuk menyelesaikan kasus ini dengan baik.

“Salah satu tim Profesional itu pasti mempunyai milestones, roadmap, dan perencanaan yang sudah matang. Jadi hal seperti ini seharusnya sudah tidak terjadi lagi karena bagi kami kasus ini mencederai sikap profesionalisme dari iklim pesepak bola nasional,” ujar Sandi.

Sandi juga mengaku sudah melakukan pembicaraan dengan Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru Dirk Soplanit selaku operator Liga untuk secara lebih ketat melakukan proses pengecekan terhadap semua klub yang ada.

“Sikap profesionalisme harus tetap dijaga dan dijunjung tinggi maupun di Liga 1 ataupun Liga 2 2 termasuk juga pembinaan terhadap klub-klub liga. Jika ada sesuatu yang terjadi tentu BOPI siap kooperatif dengan PSSI untuk bagaimana membuat liga berjalan dengan baik,” ucap Sandi.

Sandi juga berpesan kepada semua pihak untuk jangan mencederai liga di tahun 2019 ini. “Karena masalah kericuhan suporter yang juga belakangan ini sudah menjadi pekerjaan rumah ditambah lagi sikap manajeman tim yang tidak profesional,” ucap Sandi.

Sejatinya, para pemain Kalteng Putra juga sudah melaporkan kasus ini kepada Asosiasi Pesepak Bola Profesional Indonesia (APPI). Namun, dari APPI sendiri belum melakukan tindakan karena masih memberikan waktu kepada pihak manajemen Kalteng Putra untuk memberikan respons yang baik kepada para pemainnya.

“Mereka semua (para pemain Kalteng Putra) sudah melaporkan hal ini kepada kami, saat ini sedang menunggu respons dari manajemen. Kalau masalah seperti ini sebelum kami bertindak dan berbicara ke pihak teknis ibaratnya lebih mengedepakan dulu penyelesaian atau kesepakatan antara yang bersangkutan. Namun memang belum ada kabar respons dari manajeman Kalteng sendiri,” ujar Ponaryo Astaman, General Manager APPI.

Popon, sapaan akrabnya, meminta agar masalah ini cepat diselesaikan. Setidaknya manajemen memberikan respons atas keresahan para pemainnya. “Tentu yang kami harapkan apapun itu masalahnya diberikan dulu respons atau komunikasi ke pemain sebagai kepastian,” ujar Popon.

Terlebih, Kalteng Putra akan melakoni laga tandang melawan PS Sleman, Jumat (18/10) mendatang. Apalagi, mereka tengah berjuang dari zona degradasi. Jika situasi ini terus berlanjut tentu akan mengancam keberadaan mereka di Liga 1 2019.

“Mereka ini dalam waktu dekat akan ada pertandingan, semoga respons dari manajeman cepat dilakukan agar tidak mengganggu kesinambungan dan persiapan tim dalam melakoni laga selanjutnya,” ucap Popon.

Sementara itu, salah satu pemain Kalteng Putra, Rizky Dwi mengaku belum mengetahui info kapan mereka akan diberikan haknya. “Belum ada info lagi mengenai hal itu (gaji), saya sekarang lagi di Jakarta, tetapi kabarnya para pemain hari ini (kemarin) atau dalam waktu dekat ini akan bertemu dengan pak Sigit (Sigit Widodo, Sekretaris tim),” ucap Rizky.***NIZAR GALANG GANDHIMAR

loading...
R
Penulis
Rizki Haerullah
news
news