news
UMUM
Gagal Raih Perunggu, Zigi: Masih Perlu Penyempurnaan Gerakan 
14 October 2019 14:54 WIB
berita
Zigi harus mengakui keunggulan lawannya karateka Amerika Serikat, Gakuji Tojaki. 
DOHA - Karateka andalan Indonesia, Ahmad Zigi Zaresta Yuda gagal mencatat sejarah pada cabang karate nomor kata perseorangan putra World Beach Games I/2019.  

Dalam perebutan medali perunggu yang digelar di Katara Beach Doha, Qatar, Minggu (13/10/2019), Zigi harus mengakui keunggulan lawannya karateka Amerika Serikat, Gakuji Tojaki. 




Baca Juga :
- Tak Berani Janji Muluk, Karate Indonesia Targetkan 2 Emas
- PB FORKI Pastikan Karateka Binaan PB Lemkari Bisa Ikut Kejuaraan Tingkat Daerah dan Nasional




Kegagalan meraih perunggu itu tidak terlepas dari ketidaksempurnaan Zigi dalam membawakan jurus Anandai sehingga hanya meraih 24,54 poin sementara Gakuji Tojaki yang membawakan jurus Ohandai meraih 25.01 poin.
 
"Saya memang sempat goyah saat membawakan jurus Anandai karena pasir yang saya injak tidak padat setelah dibersihkan petugas lapangan. Dan, saya juga mengakui gerakan masih kurang sempurna," jelas Zigi yang ditemui usai pertandingan. 

"Anandai ini merupakan jurus dari aliran Ryue Ryue, sementara saya dari aliran Shotokan. Ini menjadi pelajaran yang berharga. Ke depan, saya harus banyak lagi dalam belajar untuk lebih menyempurnakan gerakannya," tambahnya.


Baca Juga :
- Tembus 16 Besar, Zigi: Masih Belum Sempurna 
- Gagal Penuhi Target, Nawar Minta Maaf 


Ya, Zigi memang perlu lebih menyempurnakan semua jurus-jurus. Sebab, dia punya target meraih medali emas pada SEA Games Filipina 2019 dan meraih tiket ke Olimpiade Tokyo 2020. 

"Saya harus mempersiapkan diri lebih baik. Di SEA Games Filipina 2019, saya punya target masuk final dan mempersembahkan medali emas bagi kontingen Indonesia. Target lain, saya akan berusaha bisa menembus Olimpiade Tokyo," jelasnya.  
 
"Saya menilai lawannya tidak terlalu istimewa dalam membawakan jurus Ohandai. Kalau saja  Zigi tidak goyang dalam membawakan jurus Anandai pasti medali perunggu itu menjadi miliknya," timpal pelatih Tim Kareta Indonesia, Abdullah Kadir. 

Meski gagal meraih perunggu, Abdullah Kadir mengaku bangga dengan penampilan anak asuhannya yang sudah mampu mengimbangi lawan-lawannya yang memiliki peringkat dunia. 

"Ini prestasi luar biasa. Sebab, Zigi yang berada di grup neraka mampu lolos ke babak final perebutan medali. Dan, saya bersyukur ZIgi sudah mampu berada di peringkat empat besar World Beach Games 2019," tambah Abdullah Kadir. 

Medali emas nomor kata perseongan putra ini direbut karateka Spanyol, Damian Quintero yang meraih 26,40 poin sedangkan medali perak milik Wang Yi (Taipei) dengan 24.90 poin. Satu medali perunggu lagi direbut Antonio Diaz (Venuzuela-25,62 poin) yang mengalahkan Salman Almosawi (Kuwait-24,54 poin).*

loading...
news
Penulis
Suryansyah
news
news