news
LIGA 1
Respons Klub Terkait Hasil Rapat Darurat Liga 1 2019
14 October 2019 09:40 WIB
berita
BALI - Hasil rapat darurat PT Liga Indonesia Baru (operator), PSSI, dan manager tim Liga 1 di Bali, Sabtu (12/10), menetapkan kompetisi tetap berakhir Desember 2019.

Selain disepakati bahwa mulai pekan ke-28 hingga 34 sudah tidak ada lagi laga tunda. Jika klub tidak dapat izin kepolisian, maka klub harus memilih dua opsi agar laga tidak ditunda: tanpa penonton atau pindah venue.




Baca Juga :
- Inter Mau Bikin Conte Senang, Ada Empat Pemain Incaran tapi Belum Tahu Siapa yang Jadi
- Kontrak Fakhri Husaini di Timnas U-19 Habis, PSSI Belum Bersikap




“Prinsipnya kompetisi harus selesai pada 22 Desember 2019. Karena itu butuh kesepakatan bersama untuk menghadapi semua kendala yang terjadi,” ucap Dirk Soplanit, Direktur PT LIB.

Regulasi dadakan ini tentu menimbulkan berbagai konsekuensi. Di antaranya jadwal tujuh laga tunda pekan ke-21 sampai 23 periode September dan Oktober terpaksa harus digelar saat FIFA Match Day pada 11-19 November 2019 mendatang. Ini jelas berpengaruh terhadap klub yang pemainnya banyak dipanggil timnas.


Baca Juga :
- Harapan Persis Solo Sebelum Menginak Usia 100 Tahun
- Persebaya Surabaya Jamu PSM Makassar di Batakan


“Yaa...kalau memang itu sudah hasil keputusan bersama klub, kami pada prinsipnya ikut saja. Kalau masalah pemain yang dipanggil untuk timnas saya rasa tidak ada masalah mengingat itu kan merupakan suatu kebanggaan dan tujuan pemain bisa bermain di timnas,” ucap manajer Persija Marsma TNI AU Ardhi Tjahjoko.

Terkait dengan kesepakatan lain yakni tidak adanya lagi laga tunda, Ardhi menilai pihaknya lebih baik memilih memindahkan venue. “Kalau soal mendesak, mungkin lebih baik pindah venue, agar kami tetap mendapat dukungan suporter,” ucap Ardhi.

Sementara, General Manager Arema FC, Ruddy Widodo menambahkan meski hak tuan rumah mencari venue lain, tapi secara etika sebaiknya klub tidak menyusahkan tim tamu. “Untuk venue alternatif, tentu kami juga mempertimbangkan kemudahan kedua tim juga. Tapi khan kalau sesuai regulasi, jika gagal menggelar pertandingan, tentu ada sanksinya, mereka dianggap kalah dengan skor 0-3,” ujar  Ruddy.

Direktur Komersial PS Tira Persikabo, Ahmad Jamil juga mengaku pihaknya menerima konsekuensi ini. Sebab, keputusan ini sudah kesepakatan bersama. Soal harus memilih dua opsi agar laga tidak ditunda, Tira Persikabo tidak mempermasalahkan keduanya.

“Untuk pindah venue, kami dalam waktu dekat memang akan pindah venue. Ada beberapa alternatif tapi belum fix, masih kami jajaki dan belum bisa dipublikasikan,” kata Jamil.

Salah sejak awal. Seharusnya regulasi soal penundaan laga ini sudah jelas sejak awal musim, bukan saat Liga sudah memasuki putaran kedua. Itulah yang menyebabkan jadwal kompetisi Liga 1 sejak dulu menjadi sangat kusut.

Kick-off Liga 1 2019 rela dikorbankan demi memaksakan Piala Indonesia yang kelarnya dua musim 2018-2019.  PSSI juga gegabah tetap menggelar Piala Presiden 2019 yang membuat agenda kompetisi kian padat di tahun politik ini. Kini imbasnya, kompetisi Liga 1 jauh dari kata berkualitas. Timnas senior pun kehabisan tenaga saat berjuang di Pra-Piala Dunia 2022.***NOVAL L/ FURQON A.F/ AGUSTIAN. P

R
Penulis
Rizki Haerullah
news
news