news
LIGA INTERNASIONAL
Italia Sempurna di Bawah Asuhan Mancini
14 October 2019 14:16 WIB
berita
Gelandang timnas Italia, Jorginho (kiri) merayakan gol bersama rekan setimnya, Marco Verratti, dalam laga kualifikasi Piala Eropa 2020, Sabtu (12/10).
ROMA – Ketika para penyerang terlihat kesulitan, lini tengah muncul sebagai penyelamat. Gol-gol Jorginho dan Federico Bernardeschi sukses membawa tim nasional Italia mengalahkan Yunani 2-0 di Stadio Olimpico, Sabtu (12/10) malam. Tiga poin kian terasa istimewa karena juga menggaransi satu tempat bagi Gli Azzurri di putaran final Piala Eropa 2020.

Dibandingkan satu-dua tahun lalu, pasukan Italia saat ini memang jauh lebih percaya diri. Mereka dengan mudah mengontrol laga lewat penguasaan bola, tak membiarkan lawan mengembangkan permainan. Hanya saja, terkadang masih perlu usaha keras untuk menciptakan gol. Lawan Yunani, misalnya, Ciro Immobile dan kawan-kawan mampu mencatat 72 persen penguasaan tapi baru bisa menghasilkan tembakan ke gawang pada babak kedua.




Baca Juga :
- Italia Lolos ke Perempat Final Piala Dunia U-17 2019
- Trigoria Bersolek buat Piala Eropa 2020




Memang, performa tim asuhan Roberto Mancini mulai membaik selepas turun minum. Banyak serangan berbahaya tercipta, salah satunya kombinasi Marco Verratti dan Lorenzo Insigne yang menghasilkan penalti di menit ke-62. Jorginho, sang eksekutor, sukses melesakkan gol pembuka Italia, menghilangkan beban yang dirasa sejak awal laga.

Bagi Jorginho, itulah gol ketiganya buat Gli Azzurri—semua lahir dari titik putih. Selain mengatur irama permainan, gelandang berdarah Brasil itu tampaknya menemukan spesialisasi lain dalam melesakkan bola mati. Ya, hanya ada empat pemain dalam sejarah Italia yang punya rekor penalti lebih baik dari Jorgi, yakni Roberto Baggio (7), Alessandro Del Piero (6), Daniele De Rossi (5), dan Paolo Rossi (4).


Baca Juga :
- Pesta Liar! Semua Orang Harus Bercinta Semalaman, Merayakan Lolosnya Ukraina ke Euro 2020
- Bertambah Lagi Negara yang Lolos ke Piala Eropa 2020, Terbaru Timnas Spanyol


“Saya tak pernah salah penalti? Bagus kalau begitu,” ujar bintang Chelsea FC itu sambil bercanda. “Saya banyak latihan melakukannya, tapi lebih bahagia atas kemenangan tim. Ini hasil yang sangat pantas. Kami membuktikan diri sebagai unit yang kompak dan berjuang untuk tujuan sama. Ketika memiliki suasan seperti itu, semua terasa menyenangkan. Jangan lupa pula dukungan publik Olimpico, luar biasa.”

Permainan bagus juga diperlihatkan Bernardeschi. Sejak masuk menggantikan Federico Chiesa pada babak pertama, dia mampu melakukan sederet pergerakan yang merepotkan tim tamu. Winger Juventus FC itu bisa memaksimalkan potensi serangnya saat dipasang lebih denkat dengan gawang. Terbukti satu gol lewat tembakan jarak jauh, hasil tembakan keras kaki kiri.

“Gol ini penting bagi saya dan juga tim. Kami akhirnya bisa memastikan kemenangan sekaligus lolos ke putaran final Piala Eropa,” kata pemain berusia 25 tahun itu. “Setelah apa yang terjadi dua tahun lalu, kami bisa bangkit dan mencatat prestasi gemilang. Rasanya emosional. Italia berada di jalur yang tepat, saya tak sabar menantikan musim panas tahun depan.”

Ya, dengan koleksi 21 poin dari 7 pertandingan, Gli Azzurri tak tertandingi di Grup J. Mereka mampu memastikan kelolosan tiga laga lebih cepat, tidak menemukan kesulitan berarti sepanjang kualifikasi. Sekarang, Mancini bisa memanfaatkan sisa waktu untuk menemukan formula terbaik, sembari mencoba beberapa alternatif buat kompetisi sesungguhnya.*

I
Penulis
Irfan Sudrajat
news
news