news
INFOGRAFIS
Sosok Vital MU untuk Hadapi Liverpool
14 October 2019 15:02 WIB
berita
Gelandang muda MU, Scott McTominay tampil impresif di Liga Primer musim ini dan diyakini akan berpengaruh saat timnya menjamu Liverpool, akhir pekan nanti./AFP
MANCHESTER – Manchester United FC (MU) masih menunggu kondisi Paul Pogba jelang pertemuan krusial versus Liverpool FC, 20 Oktober nanti. Ole Gunnar Solskjaer tentu berharap gelandang andalannya itu fit untuk laga yang juga bakal menentukan nasibnya sebagai pelatih Setan Merah. Namun, ia juga perlu memikirkan opsi alternatif jika Pogba tidak memungkinkan untuk bermain.

Sang pemain saat ini tengah menjalani rehabilitasi pemulihan cedera kaki yang di Dubai. Pogba mengunggah video dirinya saat melakukan sesi latihan ringan dengan kaki yang masih dibalut perban pada Jumat (11/10) lalu. Namun, kabar terbaru menyebut bahwa gelandang timnas Prancis itu mengalami problem pada jari kakinya. Ada kemungkinan ia baru bisa tampil pada November mendatang. 




Baca Juga :
- Resmi, Juergen Klopp Perpanjang Kontrak di Liverpool Hingga 2024
- Solskjaer Emoh Bandingkan Pemain Muda MU Ini dengan Rooney




Solskjaer jelas tidak dapat terlalu berharap Pogba berada dalam kondisi 100 persen saat menjamu Liverpool di Old Trafford. Artinya, antisipasi wajib disiapkan. Sepanjang 2019/20, sang pelatih selalu menggunakan skema 4-2-3-1. Dengan cedera Pogba, hengkangnya Marouane Fellaini dan Ander Herrera, serta inkonsistensi Nemanja Matic dan Fred, kini hanya Scott McTominay opsi terbaik di posisi gelandang tengah.

Solskjaer baru akan bisa menentukan saat Pogba kembali dari rehabilitasinya di Dubai, pekan ini. Namun kemungkinan terlalu berisiko jika memaksakan pemain 26 tahun tersebut turun sebagai starter. Jika skenario itu yang terjadi, maka ada dua pilihan bagi pelatih asal Norwegia itu, mencari pendamping tepat bagi McTominay atau mengubah formasi untuk menghadapi pasukan Juergen Klopp.


Baca Juga :
- Piawai Melepaskan Tekel Buat Wan-Bissaka Sangat Sulit Dilewati
- Haaland Disarankan Ikuti Langkah Dua Pemain Liverpool


Saat kalah 0-1 dari Newcastle United FC pada 6 Oktober lalu, Solskjaer memilih Fred untuk mendampingi McTominay di tengah. Tiga hari sebelumnya, ia menurunkan Matic bersama Fred melawan AZ Alkmaar. Namun jika melihat calon lawan, yakni Liverpool, yang selalu tampil agresif dan energik, MU perlu mengimbanginya dengan militansi dan kekuatan fisik sepanjang 90 menit.

Hal pertama bisa dihadirkan McTominay, sementara aspek yang kedua bisa diberikan Matic. Hanya saja Solskjaer khawatir kecepatan dan intensitas Liverpool akan membuat gelandang asal Serbia itu kesulitan. McTominay sendiri mungkin bukan sosok kreatif seperti Pogba, namun determinasi dan kemampuannya dalam mengover pertahanan lebih baik dibandingkan rekannya tersebut.

Gelandang tengah asal Skotlandia ini telah melakukan 16 tekel, 12 intersep, 55 recovery, dan terlibat dalam 119 duel perebutan bola dalam delapan penampilan di Liga Primer. Tak hanya itu, ia juga mampu menjadi ancaman di wilayah pertahanan lawan. Hal ini terlihat jelas saat MU bertemu Arsenal di mana McTominay melepaskan tiga tembakan yang satu diantaranya berujung gol.             

Perannya akan sangat krusial jika Pogba benar-benar absen. Dibanding menurunkan gelandang kreatif seperti Juan Mata atau Jesse Lingard, Solskjaer butuh pemain yang bisa berbagi peran dengan McTominay. Matic mungkin pilihan yang rasional, tetapi merujuk kepada kecepatannya, menumpuk tiga gelandang sentral akan lebih masuk akal bagi MU untuk menahan gempuran Liverpool sekaligus melapisi pertahanan.

Fred mungkin perlu kembali diberikan kesempatan. Namun Solskjaer perlu menjadikan McTominay sebagai sentral permainan Setan Merah. Mantan kapten MU Roy Keane mengelukan ketiadaan sosok pemimpin dan berkarakter dalam skuat Solskjaer musim ini. Namun dengan kehadiran McTominay, mereka telah memiliki pemain yang bersedia dan mampu untuk melakukan segalanya untuk tim.

“Selalu ada tekanan di mana pun Anda bermain. Semua tergantung bagaimana Anda mengatasinya. Itu tidak bisa dihindari dan harus dihadapi,” kata McTominay. “Saya melihat diri sendiri sebagai pemain yang fleksibel. Saya bisa menjadi pemain No. 6 (jangkar) atau No.8 (box to box). Di mana pun pelatih membutuhkan, saya siap.”***

loading...
I
Penulis
I Gede Ardy E
news
news