news
LIGA SPANYOL
Strategi Mandek, Spanyol Harus Menunda Kelolosannya ke Piala Eropa 2020
14 October 2019 10:05 WIB
berita
Bek Spanyol, Sergio Ramos terlihat lesu setelah timnya kehilangan dua poin di menit-menit akhir melawan Norwegia.-Topskor/Ist
OSLO – Laju sempurna (selalu menang) tim nasional Spanyol di Kualifikasi Piala Eropa 2020 Grup F harus terhenti. Usai meraih enam kemenangan sehingga bisa memuncaki klasemen, mereka harus puas seri 1-1 saat tandang lawan Norwegia, Minggu (13/10) dini hari WIB. Hasil kurang memuaskan tersebut terjadi lantaran strategi yang mandek.

Bertamu ke Stadion Ullevaal, Spanyol sejatinya tampil dengan pola 4-3-3 seperti biasa. Hanya saja terdapat variasi pada barisan serang melawan Norwegia: menaruh Mikel Oyarzabal, Rodrigo Moreno, dan Dani Ceballos. Nama terakhir sejatinya gelandang yang diberi kebebasan hingga turun ke tengah, dan dua sisanya saling bertukar jadi striker.




Baca Juga :
- Untung-Rugi Kembalinya Enrique
- Ada Enam Pergantian Pelatih di La Roja dalam Empat Tahun




Pelatih Robert Moreno berniat mematahkan formasi bertahan 4-4-1-1 tim tuan rumah dengan kecepatan pergerakan bola yang diiringi perubahan posisi pemain. La Roja –julukan Spanyol– diharap memainkan bola pendek, menengah, hingga panjang, dengan memaksimalkan lebar lapangan. Kendati begitu, semua itu tak berjalan baik.

Permainan Spanyol seperti dapat diprediksi lawannya. Keragaman serangan hilang, sebab sistem permainan dengan pemain saling bertukar tempat tak berfungsi benar. Peraih tiga trofi Piala Eropa (terbanyak bersama Jerman) ini pun gagal dalam menciptakan ruang kosong. Nahasnya, serangan balik Norwegia terus mengancam.


Baca Juga :
- Enam Pergantian Pelatih di La Roja dalam Empat Tahun
- Gerard Moreno Minta Tempat di Piala Eropa 2020


Jesus Navas menjalankan instruksi sangat baik, dengan menjadi opsi serangan tambahan lewat naik jauh ke depan. Tapi tak ada pemain yang bisa memanfaatkan umpannya. Sedang Juan Bernat di sisi kiri tak banyak terlihat di serangan.

Sadar strateginya mandek, La Roja mengubah pola menjadi 3-4-3 pada babak kedua. Saul Niguez yang diposisikan melebar ke kiri (seraya saat di Atletico Madrid) pun berhasil memecah kebuntuan. Namun ketika telah unggul, skema yang hendak digunakan kembali tidak berjalan dengan baik, gagal menahan bola selama mungkin.

Petaka pun tiba di pengujung pertandingan. Spanyol yang tidak tahu caranya menutup laga dengan benar dihukum Joshua King yang mengeksekusi penalti dengan baik untuk menyamakan kedudukan. Hukuman penalti diberikan usai ada kebocoran kiri pertahanan La Roja, pasca adanya pergantian Bernat ke Inigo Martinez.

“Saya menyukai sikap tim, tapi tak suka saat kami kehilangan kendali. Saya tak tahu apakah tadi permainan terbaik atau terburuk. Yang jelas bukan ini hasil akhir yang kami harapkan. Kami mencoba untuk terus menekan, tapi itu tidak mudah sebab lawan tak berani mengambil risiko dengan bermain terbuka. Kami masih punya kesempatan,” kata Moreno.

Dengan hasil itu, Spanyol harus menunda kelolosannya ke putaran final Piala Eropa 2020. Kini kesempatannya ada di laga selanjutnya lawan Swedia (15/10). Mereka hanya membutuhkan hasil seri, tapi kemenangan jadi garansi jawara grup nantinya. Namun tugas berat harus dijalani sebab akan main tanpa Sergio Ramos.

Selain harus berlaga tandang, La Roja mesti kehilangan pemimpinnya. El Capitan memang berhasil mencetak rekor di Norwegia. Menjadi pemain dengan caps terbanyak untuk Spanyol; 168 melampaui Iker Casillas. Akan tetapi malam itu dirinya juga diberi kartu kuning (akibat protes berlebihan), dan jadi yang ketiga sehingga harus absen sanksi satu laga.*** TAUFANI RAHMANDA DARI BERBAGAI SUMBER

 

loading...
D
Penulis
Dini Wulandari
news
news