news
UMUM
Tampil Heroik dalam Laga Final EPA U-20, Dinilai Jadi Bibit Mentalitas Juara Persebaya
14 October 2019 11:23 WIB
berita
Bonek Mania menyambut skuat Persebaya U-20 - TopSkor/Bahrul Marzuki
SURABAYA – Gelarnya juara tidak pernah datang lewat ongkang-ongkang kaki. Status juara adalah milik mereka yang berkerja lebih keras, berdedikasi lebih tinggi, dan punya semangat pantang menyerah lebih kuat. Hal itulah yang diperlihatkan Persebaya U-20 sepanjang gelaran Elite Pro Academy Liga 1 U-20 2019.

Pada fase pertama kompetisi, Persebaya menjadi juara Grup C: membukukan tujuh kemenangan, sekali imbang, dan dua kali kalah. Pada fase kedua, tim asuhan Uston Nawawi itu kembali menjadi juara grup, dengan meraih empat kemenangan, sekali imbang, dan hanya sekali takluk. 




Baca Juga :
- Jadwal Final Bulu Tangkis BWF World Tour Finals 2019, Minggu 15 Desember
- Cuaca Bisa Menentukan Hasil Final Trial Game Asphalt




Pada babak semifinal, Persebaya menaklukkan PSIS dengan skor 3-1. Adapun dalam laga final, menghadapi Barito Putera U-20 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Sabtu (12/10), Persebaya tampil heroik. Laga tersebut berakhir lewat drama adu penalti, di mana Persebaya memastikan gelar lewat skor 3-0.

Kiper Ernando Ari Sutaryadi mementahkan semua penalti Barito Putera. Sedangkan dalam waktu normal, kedua tim bermain imbang lewat skor 3-3. Tiga gol Persebaya dicetak Mochamad Supriadi (2 gol) dan Brylian Aldama. Sedangkan Barito Putera dilesakkan oleh Kahar Musakkar (2 gol) dan Muhammad Delan.


Baca Juga :
- Jadwal Siaran Langsung Liga 1 2019, Kamis 12 Desember
- Arthur Cunha Kembali Tampil, Arema FC Optimistis Curi Poin dari Persebaya


Dalam waktu normal itu pula Persebaya menunjukkan mentalitas juaranya. Sempat teringgal 2-3, yang ketika itu sudah bermain dengan 10 pemain setelah kaptennya Rifky Afryan diganjar kartu merah sejak menit ke-44, Persebaya tetap tenang dan akhirnya menyamakan kedudukan lewat Brylian.

“Kami berjuang sampai akhir,” kata Uston. Legenda hidup Persebaya ini mempersembahkan gelar juara untuk fan klub. “Bonek dan Bonita suport kami tanpa lelah. Seluruh kemenangan ini adalah kemenangan kita bersama. Kemenangan tim, baik pemain, ofisial, dan manajemen,” ia menambahkan.

Bagi Brylian, gelar ini sangat berarti. Pasalnya, pada malam menjelang final, nenek dari ayahnya, meninggal dunia. Ia sempat ingin pulang kampung tetapi ditahan oleh ayahnya. “Bonek akhir-akhir ini sering kecewa dengan tim senior yang mendapat hasil kurang maksimal. Saya harap juara ini sedikit bisa mengobati,” kata Brylian.

Permainan ciamik Persebaya U-20, hingga berhasil menjadi juara, tidak dipandang sebelah mata oleh pelatih Persebaya Wolfgang Pikal. Pikal megatakan, sudah memantau tiga nama yang dipersiapkan masuk dalam tim senior. “Tiga pemain itu adalah Koko Ari, Zulfikar, dan Kemaluddin,” ujarnya.

Kemenangan ini langsung dismabut meriah oleh Bonek Mania. Mereka menyambut kedatangan tim dari Bali di pintu masuk Surabaya, di Jalan Ahmad Yani. Mereka mengawal tim hingga berakhir di kantor Polrestabes Surabaya. Walau hanya juara usia muda, Bonek percaya ini sinyal positif masa depan Persebaya.

Adapun gelar tim fair play diberikan kepada PSIS U-20. Gelar top scorer diraih pemain Barito Putera U-20 Kahar Musakkar dengan koleksi 16 gol. Sedangkan gelar pemain terbaik diraih kapten Barito Putera Yuswanto Aditya. Sementara itu, pada perebutan peringkat ketiga PSIS unggul 3-2 atas Bhayangkara FC U-20.* Bahrul Marzuki 

loading...
news
Penulis
Abdul Susila
Pejalan kaki untuk gunung-gunung tropis Indonesia. Mencintai sastra, fanatis timnas Garuda, dan sedang aktif di sepak bola usia dini. Anak pertama dari tiga bersaudara.
news
news