news
UMUM
Selalu Jadi Pilihan Indra Sjafri, Hendro Kartiko Menilai Teknik Nadeo Argawinata Lengkap
14 October 2019 11:03 WIB
berita
Kiper timnas Indonesia Nadeo Argawinata - TopSkor/Ady Sesotya
WANZHOU – Nadeo Argawinata, kiper timnas Indonesia U-23 tampil cukup gemilang dalam turnamen CFA Team China Chongqing Three Georges Bank Cup Internasional Football 2019. Penjaga gawang Borneo FC tersebut bermain impresif dengan mementahkan sejumlah peluang lawan.

Meskipun sudah kebobolan tiga gol dari dua laga yang ia mainkan, performanya di bawah mistar Garuda Muda, terbilang sangat menjanjikan. Ini jadi isyarat bahwa satu tempat dalam skuat utama Indonesia U-23 untuk SEA Games 2019, akan menjadi miliknya pada November mendatang.




Baca Juga :
- Positif Messi Tidak Main lawan Inter, Ini Penjelasan Valverde, Masuk Akal!
- Sudah Lolos, Barca Mau Pakai Pemain Pelapis untuk lawan Inter, Ini Prediksi Formasinya




Jam terbangnya yang cukup banyak bersama Pesut Etam, julukan Borneo FC, dalam Liga 1 2019 membuat kiper kelahiran Kediri, 9 Maret 1997 tersebut kian matang. Refleks, pembacaan permainan, dan penempatan posisinya sangat baik. Itu mengapa perannya belum tergantikan selama berlaga di Cina.

Namun begitu, pelatih kiper Indonesia U-23 Hendro Kartiko, meminta Nadeo menjaga konsistensi. "Seorang kiper memang harus mempunyai kualitas yang lengkap. Nadeo (Argawinata) saya pikir punya kelebihan selalu bisa memberikan rasa aman bagi pertahanan tim," kata Hendro kepada TopSkor, kemarin.


Baca Juga :
- Agen Lautaro Mau Jumpa Manajemen Barca di Kota Milan, Tenang! Cuma Ketemuan kok
- Presiden Barca Beri Sinyal Guardiola Boleh Balik Kapan Saja, Man City Waspada


Sementara itu, pelatih Indonesia U-23 Indra Sjafri, mengakui tim asuhannya mendapat banyak pelajaran dari dua laga melawan Cina (11/10) dan Yordania (13/10). Setelah takluk 0-2 dari Cina, Indonesia U-23 dipaksa menyerah dengan skor 0-1. Gol tunggal Yordania dilesakkan Yazan Alnaimat pada menit ke-48.

Dari segi permainan, Indra menilai ada perkembangan positif dari tim asuhannya itu. Tidak hanya kuat dalam penguasaan bola, kali ini Muhammad Rafli dan kawan-kawan lebih berani menusuk pertahanan lawan. Bahkan, bebeberapa kali Egy Maulana Vikri sukses menembus kotak penalti Yordania.

Sayangnya, dari sejumlah peluang yang berhasil diciptakan, tak satu pun yang berbuah gol. "Ya banyak catatannya. Tadi sirkulasi bola sering salah, kurang cepat juga dalam melakukan perpindahan bola saat lawan melakukan pressing dan ini yang harus diperbaiki,” kata Indra.

Sudah begitu, koordinasi antarpemain, terutama di lini pertahanan, masih kacau. Komunikasi antarpemain pun belum terjalin maksimal. Hal itu terlihat ketika satu pemain Yordania, yang dikawal dua bek tengah Indonesia, justru berhasil mencuri bola liar di dalam kotak penalti. Aksi ini yang membuat Indonesia kebobolan.

“Gol yang terjadi pada pertandingan lawan Yordania karena kurangnya komunikasi pemain belakang. Mereka saling menunggu sehingga lawan leluasa memanfaatkan peluang," Indra menejelaskan. Berikutnya, Indonesia U-23 akan berhadapan dengan Arab Saudi pada Selasa (15/10).* Furqon Al Fauzi 

loading...
news
Penulis
Abdul Susila
Pejalan kaki untuk gunung-gunung tropis Indonesia. Mencintai sastra, fanatis timnas Garuda, dan sedang aktif di sepak bola usia dini. Anak pertama dari tiga bersaudara.
news
news