news
LIGA INTERNASIONAL
Belanda Hampir Selalu Menang bila Depay Bikin Gol
12 October 2019 09:09 WIB
berita
Memphis Depay semakin matang sebagai pemimpin lini depan timnas Belanda. Itu akan dibuktikannya lagi di kandang Belarus pada laga kualifikasi Piala Eropa, Minggu (13/10).
MINSK - Tim nasional Belanda sangat membutuhkan Memphis Depay untuk mencetak gol kala turun di kandang Belarus, Minggu (13/10). Tim Oranye akan turun di Stadion Dinamo untuk menjalani laga keenam Grup C kualifikasi Piala Eropa 2020. Statistik menunjukkan, Belanda hampir selalu menang ketika penyerang 25 tahun itu mencetak gol.

Arti penting gol-gol Depay bagi Belanda kembali terlihat dalam kemenangan 3-1 atas Irlandia Utara di Stadion Feijenoord, Kamis lalu. Tim Oranye yang sempat tertinggal lebih dulu akhirnya berbalik unggul dan menang berkat dua gol dari Depay dan satu gol dari Luuk De Jong dalam 10 menit terakhir.




Baca Juga :
- Jadwal Semifinal Piala Dunia U-17 2019, Meksiko Vs Belanda, Prancis Vs Brasil
- Mancini Menunggu Pembuktian Balotelli




Tidak berlebihan jika majalah sepak bola Belanda, Voetbal International, menulis judul Memphis weer Oranje-redder (Memphis kembali jadi penyelamat Tim Oranye). Ini kemenangan ketujuh yang diraih Belanda dalam delapan pertandingan terakhir di mana Depay mencetak gol.

Secara keseluruhan Depay telah berperan langsung dalam proses terciptanya 22 (11 gol dan 11 assist) dari 36 gol dalam 17 laga yang telah dimainkan timnas Belanda sejak Ronald Koeman menjabat sebagai pelatih pada Februari 2018 . Wajar jika pemain Olympique Lyon itu jadi sosok tak tergantikan dalam skuat Koeman.


Baca Juga :
- Hasil Perempat Final Piala Dunia U-17 2019, Korea Selatan Tersingkir, Belanda Mulus
- Daftar Negara Lolos Babak 16 Besar Piala Dunia U-17 2019


Sepanjang 2019 ini, Depay terlibat langsung dalam proses terciptanya 14 gol (enam gol dan delapan assist) bagi timnas Belanda. Dia jadi pemain Tim Oranye pertama yang mampu menorehkan statistik seimpresif itu dalam satu tahun kalender pada abad ini.

“Saya senang dengan catatan itu,” kata Depay. “Saya selalu ingin melakukan yang lebih baik lagi karena saya tahu saya masih bisa lebih baik lagi. Tapi, mungkin saya juga harus menyadari bahwa catatan ini sudah sangat bagus dan ingin saya pertahankan. Ini juga berkat dukungan tim. Mereka mencari saya dan memberikan saya kepercayaan diri. Jadi, saya mencoba memberi bukti kepada mereka.”

Kemenangan atas Irlandia Utara mengangkat Belanda ke puncak klasemen Grup C dengan 12 poin dari lima pertandingan. Tapi, mereka hanya unggul head-to-head atas Jerman dan Irlandia Utara yang masing-masing menempati peringkat kedua dan ketiga. Karenanya, kemenangan atas Belarus jadi keharusan bagi Tim Oranye jika mereka ingin bertahan di puncak.

Di atas kertas, Belanda bakal dengan mudah merebut poin penuh dari Belarus seperti pada pertemuan pertama di Rotterdam 21 Maret lalu. Ketika itu Tim Oranye menang 4-0 berkat dua gol Depay dan masing-masing satu gol dari Georginio Wijnaldum dan Virgil Van Dijk. ini kemenangan ketujuh yang diraih Belanda atas The White Wings dalam sembilan pertemuan.

Belarus baru mengais satu kemenangan dan satu hasil imbang dalam enam laga di Grup C. Hasil-hasil itu diraih dalam kedua pertemuan lawan Estonia. The White Wings menang 2-1 di Talinn pada 6 September lalu sebelum bermain imbang 0-0 di Minsk pada 10 Oktober. Kini, Belarus tertahan di peringkat keempat dengan empat poin.

Meski begitu, Belarus tidak boleh dipandang sebelah mata. Terbukti, mereka pernah dua kali mengalahkan Belanda saat bermain di kandang. The White Wings menang 2-1 atas Tim Oranye asuhan Marco Van Basten pada kualifikasi Piala Eropa 2008. Sebelumnya, mereka juga menang 1-0 atas Belanda asuhan Guus Hiddink pada kualifikasi Piala Eropa 1996.

Lagi pula, Belanda bukan tanpa kelemahan. Terbukti, mereka kebobolan lebih dulu lawan Irlandia Utara. Situasi seperti ini seolah telah menjadi kebiasaan bagi Tim Oranye sejak ditangani Koeman. Dari 17 pertandingan yang dimainkan di bawah asuhan pelatih 56 tahun, Belanda 12 kali kebobolan lebih dulu.

Laga lawan Irlandia Utara hanya kali keempat Belanda berhasil bangkit dan menang setelah tertinggal lebih dulu. Dalam delapan laga lainnya di mana mereka kebobolan lebih dulu, Tim Oranye mencatatkan empat hasil imbang dan menelan empat kekalahan.

Fakta ini cukup mengejutkan mengingat Belanda diperkuat Van Dijk yang disebut-sebut sebagai salah satu bek tengah terbaik di dunia saat ini. Tapi, pemain Liverpool FC itu tidak terlalu khawatir dengan tren negatif tersebut. “Yang terpenting kami tidak pernah menyerah,” katanya.***RIJAL ALFURQON DARI BERBAGAI SUMBER

T
Penulis
Tri Cahyo Nugroho
news
news