news
LIGA 2
Liestiadi Beberkan Alasan Mengapa Dirinya Mau Menangani PSIM
11 October 2019 11:07 WIB
berita
Erwan Hendarwanto (kiri) dan Liestiadi jadi pelatih baru PSIM - Istimewa/Media PSIM
YOGYAKARTA – Usia Aji Santoso bersama PSIM Yogyakarta cuma 86 hari. Setelah dikontrak pada 15 Juli lalu, pria asal Malang itu resmi mengumumkan mundur pada 9 Oktober. Sebagai gantinya, manajemen PSIM menunjuk Liestiadi. Hal itu diumumkan PSIM di Ayola Tasnem Convention Hotel, Kamis (10/10) sore.

Pergantian Aji ke Liestiadi terhitung sangat kilat. Namun, hal ini cukup bisa dimengerti, sebab PSIM akan menjamu Persatu, Minggu (13/10) nanti. Kontak antara manajemen PSIM dengan eks pelatih Bandung United itu pun sudah terjalin sejak 8 Oktober, atau seusai pertandingan melawan Martapura FC.




Baca Juga :
- Ferry Paulus Belum Ingin Perpanjang Kontrak Edson Tavares, Mengapa?
- Keren! Catatan Samuel Eto’o Ini Sudah Disamakan Lautaro, Berpeluang Melewati




Sebelum pertandingan itu, beredar kabar bahwa Aji mundur. Namun pengunduran Aji ditolak manajemen. Selepas kekalahan 0-1 dari Martapura, aura tim sudah tak kondusif. Permohonan mundur Aji pun terpaksa disetujui, demi masa depan Laskar Mataram yang masih berhasrat naik kasta pada musim depan.

“Manajemen PSIM setelah pertandingan Martapura FC, menhubungi saya. Tetapi saat itu saya belum mengiyakan. Saya mau pegang PSIM tetapi target utama itu tidak degradasi terlebih dahulu,” Liestiadi menjelaskan. Salah satu alasannya menerima pinanangan PSIM, karena 90 persen pemain yang ada telah ia kenal.


Baca Juga :
- Sombong! Pemain Barca Ogah Salaman dengan Kiper Slavia Ini, Hanya Satu Orang yang Mau
- Bek Kanan Milan Ini Dimonitor Ketat Sevilla, Berpeluang Lepas jika Kondisi Tak Membaik


Pria kelahiran Medan, 50 tahun lalu itu pun tak sendiri. Liestiadi akan didampingi asisten pelatih Erwan Hendarwanto. Ia bukanlah sosok asing bagi PSIM, karena sudah menjadi asisten tim sejak 2013. Erwan mundur dari jabatannya pada awal musim ini karena merasa tak cocok dengan manajemen.

Terlepas dari itu, Erwan disebut sebagai “otak” dibalik kisah sukses PSIM, termasuk musim lalu ketika mengawali kompetisi dengan minus enam poin. Liestiadi pun sadar betul dengan potensi rekan barunya tersebut. “Setiap tim punya style of play yang berbeda. Erwan ini jadi kekuatan tersembunyi PSIM,” ujarnya. 

CEO PSIM Bambang Susanto mengatakan, bertanggung jawab dengan pilihan yang telah ditetapkan. Ini karena Liestiadi cukup diragukan kapasitasnya bisa membawa tim lolos ke babak delapan besar. Bagi Bambang, Liestiadi adalah pilihan paling tepat, cepat, bijak, dan diharapkan membawa kebaikan.  

“Realistis tapi ya masih punya keyakinan, kalau tim kami ini seharusnya tidak seperti ini. Kemampuan individu pemain juga tidak seperti ini. Ini masalah motiovasi dan mungkin kekompakan tim yang selama ini belum terjalin dengan baik. Harapannya kedatangan beliau (Liestiadi) bisa mengubah itu,” katanya.

Terdekat, PSIM akan berhadapan dengan Persatu yang sedang berjuang dari degradasi, Minggu (13/10). Meski laga ini berlangsung di kandang, tidak ada jaminan Cristian Gonzales dan kawan-kawan akan menang mudah. Justru sebaliknya, laga ini sangat menentukan status berpeluang ke delapan besat atau degradasi.* 

loading...
news
Penulis
Abdul Susila
Pejalan kaki untuk gunung-gunung tropis Indonesia. Mencintai sastra, fanatis timnas Garuda, dan sedang aktif di sepak bola usia dini. Anak pertama dari tiga bersaudara.
news
news