LIGA 1
Wacana Liga 1 2019 Berakhir pada 2020 Mencuat, Ini Reaksi Klub-klub Liga 1
11 October 2019 00:43 WIB
berita
Suasana managers meeting klub Liga 1 2019 beberapa waktu lalu. Mereka menilai molornya kompetisi hingga 2020 merugikan finansial klub/Foto: PT LIB
JAKARTA – Jadwal kompetisi Liga 1 2019 banyak  yang mengalami penundaan atau perubahan, bahkan ada yang hingga kini waktunya belum ditentukan. Itu sebabnya muncul wacana Kompetisi Liga 1 2019 molor dan akan berakhir 2020 mendatang.

Adapun alasan penundaaan beberapa jadwal pertandingan kompetisi kasta tertinggi tersebut beragam. Di antaranya, tidak mendapat izin keramaian dari kepolisian yang sedang  fokus mengamankan demonstrasi, juga adanya FIFA Match Day, hingga pelantikan Presiden RI dan Wakil Presiden RI pada 20 Oktober.




Baca Juga :
- Gomes de Oliviera Boyong Delapan Pemain Bertahan ke Jayapura
- Ternyata Selama Ini Comvalius Jadi Guru Privat Dedik Setiawan




Alhasil, jumlah penundaan Liga 1 2019 disebut-sebut  terbanyak dibanding musim-musim sebelumnya. Padahal, sisa waktu kompetisi kurang dari tiga bulan lagi. Pihak operator kompetisi, yakni PT Liga Indonesia Baru (LIB) dikabarkan sedang berencana membicarakan persoalan ini dengan duduk  bersama klub-klub.

Namun, respons klub-klub sendiri cenderung  tidak sepakat dengan wacana Liga 1 berakhir pada 2020, karena klub akan dirugikan. Seperti yang diungkapkan Direktur Umum Semen Padang FC, Hermawan Ardiyanto, Kamis (10/10). Menurutnya, jika Liga 1 berakhir pada 2020 akan berdampak negatif terhadap finansial tim.


Baca Juga :
- Benhur Tommi Mano Mulai Gerah dengan Capaian Persipura Jayapura
- Madura United Fokus Piala Indonesia 2018/2019 Babak 8 Besar Leg-1


"Kalau akhir kompetisi musim ini mundur hingga tahun 2020, artinya beberapa kontrak pemain dan pelatih kami harus diperpanjang lagi. Padahal sejak awal, sudah disepakati kontrak mereka berakhir sampai 31 Desember 2019," kata Hermawan.

Pihaknya sejauh ini belum mendapatkan surat atau informasi akan diundang pihak PT LIB untuk mengadakan pertemuan. "Saya juga belum dapat info mengenai materi meeting-nya, kalau pun soal pemunduran jadwal tentu kami akan lihat nanti dampak langsungnya kepada tim, dan tim akan mempertimbangkan keputusannya nanti," Hermawan menambahkan.

Senada dengan Semen Padang, manajer Bhayangkara FC Sudarmadji menegaskan, pihaknya tidak sepakat jika Liga 1 mundur lagi hingga 2020. Alasannya pun sama, yakni perkara kontrak pemain.

Ditegaskan Sudarmadji, jika memang akan ada pertemuan antara klub dan PT LIB, pihaknya akan menegaskan untuk menolak pengunduran jadwal hingga 2020.  "PT LIB  harus menyelesaikan tuntas kompetisi sampai akhir Desember sesuai komitmen semula," ucap dia.

CEO Bali United, Yabes Tanuri juga berharap kompetisi dapat berakhir pada pengujung 2019. "Memang sejauh ini Bali United belum menemukan masalah soal penundaan, tapi kalau ada penundaan lagi maka tentu akan bermasalah, kalau alasan pelantikan Presiden kan cuma sehari," katanya.

Jika memang nanti ada pertemuan dengan klub, dirinya akan mengutus perwakilan dan mempelajari laporan  hasil rapat tersebut.  "Saya menunggu hasilnya saja nanti," Yabes menuturkan.*Agustian Pratama

news
Penulis
Kunta Bayu Waskita
Nyaman di Harian TopSkor, Mantap di TopSkor.id