ONE CHAMPIONSHIP
Seru! Hertati Kembali ke Jakarta Tantang Bozhena
10 October 2019 16:31 WIB
berita
Bozhena “Toto” Antoniyar
JAKARTA - Priscilla Hertati Lumban Gaol akan kembali ke Jakarta untuk menunjukkan kapasitasnya sebagai salah satu atlet wanita terbaik tanah air.

Pada Jumat, 25 Oktober mendatang, “Thathie” akan berhadapan dengan Bozhena “Toto” Antoniyar, di sebuah laga atomweight seru dalam perhelatan bertajuk ONE: DAWN OF VALOR. 




Baca Juga :
- Taklukkan Xiong Jing, Angela Lee Buktikan Diri sebagai Ratu dari Divisi Atomweight
- Sering Main Video Games, Aziz Calim Berubah Jadi Monster Gesit




“Toto” akan menjadi ujian selanjutnya bagi atlet berusia 31 tahun ini dalam upayanya mendapat kesempatan menantang gelar di divisinya. Namun, perjuangan atlet asal Jakarta ini tidak akan mudah karena sang lawan sedang dalam kepercayaan diri tinggi setelah memenangi laga berat beberapa waktu lalu.

Bozhena Antoniyar mengalahkan Bi “Killer Bee” Nguyen dalam sebuah laga berat yang merupakan bagian dari pergelaran bertajuk ONE: MASTERS OF DESTINY pada bulan Juli lalu. 


Baca Juga :
- Rika Ishige Vs Itsuki Hirata, Laga yang Bisa Membuat Tokyo Terpukau
- 3 Laga Pencuri Perhatian Di ONE: CENTURY PART I 


Kemenangan tersebut melambungkan nama atlet asal Myanmar ini dalam jajaran atlet potensial ONE Championship. Ia kini tengah menggenggam tiga kemenangan dari empat laga bersama “The Home Of Martial Arts” dan dua diantaranya ia raih lewat KO/TKO.

“Saya lihat keterampilan dia dalam boxing matang sekali. Namun saya juga melihat ada kelemahan,” tutur Priscilla terkait calon lawannya tersebut. 

Atlet kelahiran 24 tahun silam ini memang berpengalaman dalam tinju. Sebelum terjun ke dunia seni bela diri campuran, ia telah menorehkan enam kemenangan dari 10 laga yang ia jalani dan merupakan Juara Tinju Nasional di negaranya sebanyak dua kali. Saat ini, ia berlatih di Bali MMA, salah satu sasana ternama di Asia. 

Priscilla maupun Bozhena memiliki kemiripan dalam menyerang. Dengan background wushu, Priscilla memiliki keunggulan dalam striking sama halnya dengan sang lawan. Namun kemampuan keduanya dalam duel ground juga tak kalah apik. 

Terbukti, dalam laga sebelumnya menghadapi Bi Nguyen, Bozhena mampu tampil baik dalam melakukan dan mengantisipasi bantingan.

Keduanya pun memiliki postur yang tak jauh berbeda. Mereka memiliki tinggi 155 centimeter dan berat 52,2 kilogram, sesuai batas maksimal divisi atomweight. 

Bozhena Antoniyar tumbuh besar di Loikaw, Myanmar, dan memulai latihan tinjunya saat berusia 16 tahun. Ia berpindah-pindah ke area yang berbeda di negaranya untuk beberapa tahun setelah menampilkan penampilan menjanjikan dalam olahraga tersebut, termasuk ibukota Naypyidaw, dimana ia berlatih untuk SEA Games 2013. Walau tinju awalnya hanyalah hobi yang ia jalani, ia mengetahui bahwa ia ingin menjadi atlet profesional.

Pada tahun 2017, ia mulai bekerja di Transcend Gym sebagai pelatih tinju sebelum menambahkan latihan grappling untuk memperluas kemampuannya. Sebagai salah satu petinju terbaik Myanmar, Bozhena Antoniyar sangat bersemangat menjadi bagian dari ONE Championship, karena ini adalah mimpi yang menjadi kenyataan bagi dirinya. 

Usahanya terbayar, saat ia mencetak KO tercepat dalam sejarah divisi wanita ONE, dalam waktu 24 detik, di debutnya bersama ONE Championship. Saat ini berlatih di sasana Bali MMA yang terkenal di Indonesia, ia berharap untuk mendapatkan kemampuan yang dibutuhkannya demi menantang gelar Juara Dunia.*

news
Penulis
Suryansyah