news
LIGA INGGRIS
Wolves Berpotensi Rusak Komposisi The Big Six Liga Primer
10 October 2019 15:28 WIB
berita
Pemain Wolverhampton berselebrasi setelah sukses mengalahkan Man. City di Stadion Etihad pada pekan kedelapan Liga Primer 2019/20, akhir pekan lalu./Istimewa
WOLVERHAMPTON – Wolverhampton Wanderers FC terus meningkatkan statusnya. Dari tim yang dipandang sebelah mata di Divisi Dua (Championship) menjadi salah satu klub paling diperhitungkan di Liga Primer. Hebatnya, semua itu dilakukan hanya dalam rentang tiga tahun! 

Kini Wolves berambisi mendobrak status quo kasta tertinggi sepak bola Inggris. Usai sukses menjuarai Championship pada 2017/18 untuk kemudian finis di posisi ketujuh Liga Primer musim lalu dan meraih tiket ke Liga Europa, wajar bila Conor Coady dan kawan-kawan membidik pencapaian yang lebih baik.




Baca Juga :
- Liverpool Penguasa Big Seven
- Kolaborasi Pemain Muda dengan Senior




Ambisi besar Wolves adalah memantapkan diri sebagai kekuatan baru di Inggris. Klub yang dimiliki konsorsium asal Cina, Fosun International itu ingin masuk jajaran tim elite Liga Primer, yakni dengan mengubah komposisi tradisional enam besar. Langkah tersebut pun telah diperlihatkan dengan meyakinkan sejak 2018/19.

Wolves adalah klub di luar enam besar yang punya rapor impresif menghadapi anggota The Big Six (enam tim elite Liga Primer): Manchester City FC, Liverpool FC, Chelsea FC, Tottenham Hotspur FC, Arsenal FC, dan Manchester United FC (MU). Sejak Agustus 2018, mereka telah 15 kali bertemu dengan keenam tim tersebut.


Baca Juga :
- Lagi, Kasus Rasial Terjadi di Sepak Bola
- Guardiola Tidak Pedulikan Kritik soal Taktik


Dari total duelnya melawan The Big Six, Wolves masing-masing mencatatkan lima kali menang, seri, dan kalah. Total klub yang bermarkas di Stadion Molineux itu memetik 20 poin. Jumlah ini menjadi raihan tertinggi ketiga. Mereka hanya kalah dari Man. City (26 poin) dan Liverpool (25 poin.     

Teranyar, Wolverhampton sukses mempermalukan The Citizens 2-0 di Stadion Etihad, Minggu (6/10) lalu. Itu bukan kali pertama pasukan Nuno Espirito Santo mengalahkan anggota The Big Six. Pada 2018/19, Wolves mampu menekuk Arsenal (3-1), MU (2-1), Tottenham (3-1), Chelsea (2-1). Kini hanya Liverpool yang belum mampu dikalahkan.

Rapor ini tentu menjadi penegasan status Wolves sekaligus alarm bagi para rival, tak terkecuali The Big Six. Bahwa menganggap mereka sebelah mata merupakan sebuah kesalahan. “Wolves bermain sangat baik. Mereka solid dalam bertahan dan efektif saat menyerang,” ujar pelatih Man. City Josep Guardiola setelah laga pekan lalu.

Faktor terbesar dalam progres signifikan Wolves adalah kehadiran Santo. Pelatih asal Portugal itu sukses melakukan revolusi dan merestrukturisasi skuat dengan strategi pragmatis. Dengan skema 3-4-2-1 atau 3-5-2, memungkinkan mereka mengatur tempo serangan dengan membangun permainan dari lini belakang.   

Formasi tersebut membuat lini tengah Wolves menjadi sangat padat. Menghadapi lawan yang dominan dalam penguasaan bola serta intens dalam menyerang membuat sektor pertahanan memiliki lapisan pelindung yang dihadirkan dua gelandang tengah, Ruben Neves dan Leander Dendoncker.

Ketika menguasai bola, peran bek sayap Wolves, Matt Doherty dan Jonny Castro sangat krusial dalam menyalurkan bola ke lini serangan. Hal itu terlihat saat membungkam Man. City dengan dua gol winger Adama Traore yang dibangun melalui skema serangan balik cepat. “Tim ini punya karakter dan semangat juang luar biasa,” kata Santo.*

Rapor versus The Big Six Liga Primer sejak Agustus 2018
Tim                 Laga   M         S          K         Poin
Man. City        11        8          2          1          26
Liverpool        12        7          4          1          25
Wolves          15        5          5          5          20
Leicester        16        4          3          9          15
Arsenal          13        3          5          5          14

 

 

loading...
I
Penulis
I Gede Ardy E
news
news