INFOGRAFIS
Prediksi Timnas UEA Vs Indonesia, Wajib Rebut Poin
10 October 2019 12:10 WIB
berita
Hansamu Yama menjadi salah satu pilar di lini belakang Indonesia yang diharapkan mampu meredam serangan pemain UEA pada pertandingan Grup G Pra-Piala Dunia 2022 di Dubai, Kamis (10/10) malam nanti.
DUBAI - Pada 11 September lalu, sejumlah media Malaysia menulis, timnas Uni Emirat Arab (UEA) tidak semenyeramkan imajinasi. Itu ditulis setelah Malaysia takluk 1-2 di Stadion Bukit Jalil, dalam pertandingan kedua Pra-Piala Dunia (PPA) 2022. Ini jadi pesan bagi Indonesia bahwa penghuni peringkat ke-66 FIFA itu bisa diatasi.

Sejarah juga mencatat, Indonesia pernah dua kali menumbangkan negeri kesultanan tersebut. Pada 2 September 1981, Indonesia unggul 5-2 dalam ajang Piala Merdeka. Kemenangan kedua tercatat pada 1 Oktober 1986 dalam ajang Asian Games. Setelah imbang 2-2, Indonesia unggul adu penalti.




Baca Juga :
- Jumpa Pers Resmi, Simon McMenemy Keluarkan Lagi Kata-kata Sakti Pemain Lelah
- Jumpa Pers Resmi, Park Hang-seo Singgung Timnas Naturalisasi Indonesia




Namun, itu era 1980-an, ketika sepak bola Indonesia cukup diperhitungkan di Asia. Memasuki era milenium, sepak bola Indonesia sudah tak punya harkat lagi dalam kancah benua. Bahkan, dari total 71 pertemuan melawan tim-tim Timur Tengah, Indonesia hanya membukukan 11 kemenangan.

Kamis (10/10) malam nanti, timnas Indonesia akan bersua dengan UEA untuk kali kelima, di Stadion Al Maktoum. Dengan hasil buruk dalam dua laga di Grup G PPA sebelumnya, takluk 2-3 dari Malaysia dan menyerah 0-3 dari Thailand, status Indonesia bukan lagi underdog tetapi tidak diperhitungkan. 


Baca Juga :
- Manchester City Bawa 6 Trofi Juara ke Indonesia pada 15-19 Oktober
- Misteri Sepatu Serba Hitam Hanif Sjahbandi di Timnas Indonesia


Simon McMenemy, pelatih timnas Indonesia, pun sadar betul dengan anggapan tersebut. Tetapi, pria kelahiran Skotlandia itu menolak menyerah. Baginya, Indonesia punya potensi menyulitkan atau setidaknya mencuri satu poin, asal tampil disiplin, fokus, dan menggelorakan semangat 45.

Itu mengapa McMenemy dominan memanggil bek-bek muda. Dari delapan pemain yang dipanggil, tak ada yang berusia di atas 25 tahun. Kuertet Putu Gede Juni Antara, Hansamu Yama Pranata, Rudolof Yanto Basna, dan Ricky Fajrin diharapkan tidak kehabisan bensin, seperti komposisi bek dalam dua laga sebelumnya.

Bila mengacu pada penampilan timnas Indonesia U-23 dalam ajang Asian Games 2018 di Jakarta-Palembang lalu, McMenemy layak optimistis. Pasalnya, pada babak 16 besar, Garuda Muda bersua dengan UEA U-23 dan berhasil memaksa laga berakhir imbang 2-2. Sayangnya, ketika itu Indonesia menyerah 3-4 saat adu penalti.

Satu hal yang dipetik Hansamu dari pertemuan tersebut, UEA bukanlah lawan yang menakutkan. “Tim UEA tidak mungkin tak bisa dikalahkan,” katanya dalam sesi jumpa pers sebelum pertandingan, kemarin. “Kami semua akan bekerja keras,” bek 24 tahun yang membela Persebaya itu menambahkan.

Dalam laga ketiga Grup G ini, bentrok Hansamu dengan Ali Ahmed Mabkhout Mohsen Omaran Alhajeri, niscaya tak terhindarkan. Mabkhout adalah andalan lini depan UEA dalam lima tahun terakhir dan telah membukukan 51 gol dari 80 penampilan. Laga sebelumnya, pria 29 ini dua kali membobol gawang Malaysia.

Untuk kawasan Asia, nama Mabkhout cukup diperhitungkan. Pada 2015 contohnya, ia menjadi top scorer Piala Asia dengan lima gol. Pemain Al Jazira, kontestan kompetisi kasta teratas UEA, ini juga sedang dalam masa keemasan. Musim lalu contohnya, ia melesakkan 20 gol dari 19 penampilan dalam kompetisi.

Satu nama lainnya yang tak kalah menterang adalah Bandar Mohammed Saleh Al-Ahbabi. Winger berusia 29 tahun ini telah membukukan dua gol dari tiga pertandingan bersama Al Ain dalam ajang Arabian Gulf League 2019/2020. Medi UEA menuliskan, inilah musim terbaik Bandar.

Pelatih timnas UEA Bert Van Marwijk dengan rendah hati mengatakan Indonesia tidak layak diremehkan. Namun, bahasa ini lebih tepat hanya lipstik. Pasalnya, pria Belanda, 67 tahun, itu sempat mengatakan bahwa tim asuhannya takkan kesulitan karena tergabung dalam grup mudah melawan tim Asia Tenggara.

Dalam tiga laga sejak UEA ia tangani pada Maret lalu, penampilan Son of Zayed – julukan timnas UEA – memang meningkat. Bahkan, Arab Suadi yang sebelumnya tak pernah ditaklukkan, berhasil ia permalukan. Van Marwijk memang sengaja didatangkan untuk meloloskan UEA ke Piala Dunia untuk pertama kalinya.***ABDUL SUSILA  

T
Penulis
Tri Cahyo Nugroho