LIGA 1
Pelatih Baru Persija Tak Alergi dengan Pemain Muda dan Biasa Bereksperimen
10 October 2019 11:43 WIB
berita
Juan Tomas Campasol (kiri) dalam sebuah sesi latihan Persija - TopSkor/Furqon Al Fauzi
JAKARTA – Rerata usia skuat utama Persija memang masih di atas 26 tahun. Dari tujuh pemain usia di bawah 23 tahun yang didaftarkan untuk Liga 1 2019, baru dua yang berhasil menembus skuat utama. Keduanya adalah Al Hamra Hehanussa dan pemain pinjaman dari Bali United Feby Eka Putra.

Feby yang berposisi sebagai winger, sudah tampil sebanyak sembilan kali. Sementara Hamra menjalani satu-satunya pertandingan bersama tim senior saat duel menghadapi Persela, dalam laga debut Julio Banuelos Saez, yang berakhir imbang tanpa gol. Meski sekali, sudah menjadi capaian membanggakan.




Baca Juga :
- Menjelang Laga melawan Semen Padang FC, Edson Tavares Matangkan Variasi Serangan Persija
- Ada Sedikit Penyesalan Pelatih Timnas UEA Usai Kalahkan Indonesia




Selebihnya, adik kandung Rezaldi Henahussa itu tampil untuk Persija U-20 dalam Elite Pro Academy U-20. Kedatangan pelatih anyar Edson Tavares pun membawa angin segar bagi para pemain muda. Dikatakan asisten pelatih Antonio Claudio, Tavares tipikal pelatih yang senang dan tidak alergi dengan pemain muda.

“Ya memang di tim sebelumnya dia mengaku menggunakan banyak pemain muda. Dan tidak menutup kemungkina itu akan ia lakukan juga di Persija,” kata Toyo, sapaan karib Claudio. “Tapi pastinya harus disesuaikan juga karakter seperti apa pemain muda yang bisa cocok dengan skema yang ingin diterapkan pelatih.”


Baca Juga :
- PT PBB Terus Upayakan Laga Persib vs Persija Digelar di Bandung
- Ragam Komentar Pemain dan Kiper Timnas UEA Usai Kalahkan Indonesia


Dalam pertandingan internal yang dilakukan di Lapangan PS AU TNI Angkatan Udara, Rabu (9/10) sore, Tavares mengaku melihat banyak pemain Persija U-20 yang memiliki potensi untuk terus berkembang dan menjadi andalan tim di masa depan. Pemain-pemain tersebut hanya tinggal dipoles mentalitasnya.

Meski tidak menyebut nama, beberapa pemain yang menarik perhatian Tavares yakni Hamra, Resky Fandi Witriawan, Taufik Hidayat, dan Adrianus Dwiki. Nama terakhir bahkan dipercaya tampil bersama tim senior pada babak pertama. Aksi-aksi pemain muda itu dinilai tak kalah dengan seniornya.

Asisten pelatih utama Persija, Sudirman pun merasa senang mantan anak asuhannya kini punya kans untuk menaikan level permainannya. Sudirman mengaku dirinya memang merekomendasikan sejumlah pemain muda untuk diberikan kesempatan menambah jam terbangnya

“Terpenting bagi pemain muda adalah kerja keras tunjukkan dalam latihan. Perlihatkan kemampuan, bahwa mereka memang pantas atau tidak dipromosikan ke tim utama," kata Sudirman. Dalam ajang Liga 1 U-20 2019, Persija gagal menembus babak semifinal setelah gagal dalam babak grup delapan besar.

“Tapi saya memang selalu memberi masukan kepada coach Tavares, berkomunikasi seperti kasih tahu ini pemain-pemain yang stabil perfomanya di Persija U-20, ini pemain yang masih kurang dalam hal apa dan sebagainya,” pelatih yang biasa disapa Jenderal itu menambahkan.* Furqon Al Fauzi 

news
Penulis
Abdul Susila
Pejalan kaki untuk gunung-gunung tropis Indonesia. Mencintai sastra, fanatis timnas Garuda, dan sedang aktif di sepak bola usia dini. Anak pertama dari tiga bersaudara.