LIGA 2
Derbi Mataram Kian Bermarwah, Akan Jadi Penetuan PSIM dan Persis
10 October 2019 12:11 WIB
berita
Pemain Persis dalam sebuah duel udara - TopSkor/Sri Nugroho
SOLO – Persis memperpanjang napas. Itu setelah Laskar Samber Nyawa menekuk PSBS Biak dengan skor 3-0, di Stadion Wilis, Rabu (9/10). Berkat kemenangan ini, Persis menyodok ke peringkat kelima dengan poin 27. Kini selisih poin Persis dengan Martapura FC dan Persewar hanya satu.

Pada pertandingan terakhir, Persis akan bertamu ke markas PSIM Yogyakarta. Ini pertandingan yang tidak mudah, mengingat Derbi Mataram selalu berlangsung ketat dan keras. Mengingat PSIM juga sangat butuh poin untuk lolos ke babak delapan besar, Persis dipastikan mendapat teror dari fan tuan rumah.




Baca Juga :
- Tampil Heroik dalam Laga Final EPA U-20, Dinilai Jadi Bibit Mentalitas Juara Persebaya
- Selalu Jadi Pilihan Indra Sjafri, Hendro Kartiko Menilai Teknik Nadeo Argawinata Lengkap




“Alhamdulillah kami dikasih kemenangan, tapi bagi kami ini belum berakhir, karena kami masih ada satu pertandingan hidup mati (melawan PSIM Yogyakarta). Terima kasih buat pemain yang sudah berjuang, karena yang sudah didapat ini adalah hasil keringat mereka,” kata pelatih Persis, Salahudin.

Namun, Persis harus menunggu kiprah PSIM yang akan melakoni laga tunda melawan Persatu, Minggu (13/10) nanti. Bila tim asuhan Aji Santoso itu meraih poin penuh, Derbi Mataram benar-benar menentukan. Poin keduanya akan sama 27, yang artinya pertandingan pemungkas menjadi penentuan.


Baca Juga :
- Update Klasemen Liga 2 2019 Usai PSIM Menang Atas Persatu
- Liestiadi Beberkan Alasan Mengapa Dirinya Mau Menangani PSIM


Bagi PSIM kemenangan harga mati, sebab mereka takluk dalam laga putaran pertama di markas Persis. Bila imbang, yang berarti poin sama 28, sama artinya dengan kegagalan karena kalah head to head. Lebih jauh dari itu, Persewar dan Martapura yang akan lebih diuntungkan situasi dan kemungkinan besar lolos.

Pada 17 Oktober nanti, Persewar akan menjamu Persatu. Bila tim asuhan Carolino Ivakdalam membukukan poin tiga, otomatis lolos walau masih ada satu pertandingan lagi. Dengan kata lain, satu tiket lolos ke delapan besar tinggal diperebutkan Persis, PSIM, dan Martapura.

Sedangkan Madura FC dipastikan berlaga dalam Liga 3 musim depan. Satu posisi degradasi lainnya diperebutkan Persatu, Persiba, dan PSBS. Persatu paling rawan, tetapi masih punya tabungan tiga pertandingan. Agar aman, minimal Persatu harus memenangkan dua dari tiga laga tersebut.

“Saya kira untuk peluang keluar dari degradasi masih ada, syaratnya kami ya harus menang lawan PSIM, Persewar, dan Madura FC. Kalau Madura sudah pasti degradasi. Pemain juga termotivasi untuk memenangi semua pertandingan itu dan berjuang demi persatu tidak turun kasta,” ujar pelatih Persatu, Bambang Soemantri.* Sumargo Pangestu

news
Penulis
Abdul Susila
Pejalan kaki untuk gunung-gunung tropis Indonesia. Mencintai sastra, fanatis timnas Garuda, dan sedang aktif di sepak bola usia dini. Anak pertama dari tiga bersaudara.