news
LIGA 2
Jafri Sastrak Memastikan PSMS Antimafia dalam Mengarungi Liga 2
10 October 2019 11:23 WIB
berita
Pemain PSCS (biru) berduel dalam sebuah pertandingan - TopSkor/Sri Nugroho
SERANG – Fase grup Wilayah Barat Liga 2 2019 menyisakan satu pekan lagi, selain laga tunda. Selain masih ada perburuan satu tiket melaju ke babak delapan besar, satu tempat degradasi pun sengit. Karenanya, pertarungan pekan terakhir, termasuk laga tunda, perlu mendapatkan perhatian maksimal.

Untuk tiket promosi, diperebutkan Perserang yang kini berada di peringkat keempat, PSCS di posisi kelima, dan PSMS yang bertengger di posisi keenam. Dari ketiganya, PSMS punya kans lebih besar, karena masih memiliki dua pertandingan, yakni laga tunda melawan Aceh Babel (12/10) dan menjamu Persiraja (17/10).




Baca Juga :
- Jadwal Siaran Langsung Babak 8 Besar Liga 2 2019 Grup X, Rabu 13 November
- Persaingan Grup X Liga 2 2019 Kian Panas, Mitra Kukar Ogah Pulang Cepat




Bila bisa menyapu bersih dua laga tersebut, Ayam Kinantan dipastikan menemani Persiraja, Persita, dan Sriwijaya FC ke babak delapan besar. Pertandingan melawan Aceh Babel, yang sudah tidak berkepentingan; tidak lolos ke delapan besar dan tidak degradasi, menjadi sorotan.

Dikhawatirkan, pemain, pelatih, dan manajemen Aceh Babel masuk angin. Menurut pelatih PSMS Jafri Sastrak, publik tak perlu khawatir dengan isu-isu negatif yang beredar. Pelatih asal Padang itu memastikan tim asuhannya tak akan disusupi mafia sepak bola. PSMS akan murni berjuang.


Baca Juga :
- Update Hasil dan Klasemen Babak 8 Besar Liga 2 2019, Minggu Malam
- Jadwal Siaran Langsung Babak 8 Besar Liga 2 2019, Minggu 10 November


Malahan, yang mengkhawatirkan Jafri adakah kebugaran pemain untuk dua laga tersebut yang cukup mepet. “Waktu kami tidak banyak. Kami hanya bisa fokus saja dalam pertandingan. Bagaimana kami menyiapkan tim dengan baik untuk dapatkan hasil maksimal dalam laga-laga terakhir,” ujar Jafri.

Pelatih PSCS Djoko Susilo, menilai peluang timnya lolos sangat tipis. Menurutnya, kegagalan menahan Persiraja dalam laga tandang, Senin lalu (7/10), jadi penyebab. Bila satu poin saja bisa diraih, posisi Laskar Hiu Selatan cukup aman. Sebaliknya, kini laga melawan PSGC belum tentu memberi dampak.

“Persoalannya memang sulit meraih poin di Banda Aceh. Tak ada satu pun tim yang bisa menahan Persiraja di kandangnya. Hasil tersebut membuat kami dilewati Perserang karena mereka bisa mengalahkan PSPS. Peluang kami memang tipis karena kalah head to head juga dengan Perserang maupun PSMS," ujarnya.

Pelatih Perserang Jaya Hartono, belum mau lempar handuk. Baginya, segala kemungkinan masih bisa terjadi. Karenanya sikap optimistis terus ia tularkan ke pemain. Jaya mengatakan para pemainnya tidak terbebani dengan kondisi ini, malahan lebih fokus mentap laga melawan Cilegon United.

“Tiga tim ini (PSMS, PSCS, dan Perserang) saya rasa mempunyai motivasi yang sama. Semua mau lolos untuk ke babak selanjutnya. Tetapi, bagi kami lebih penting memikirkan dan mempersiapkan untuk laga terakhir. Apapun hasilnya nanti dalam laga terakhir saya harap hasilnya happy ending,” ujar Jaya.* Nizar Galang Gandhimar

news
Penulis
Abdul Susila
Pejalan kaki untuk gunung-gunung tropis Indonesia. Mencintai sastra, fanatis timnas Garuda, dan sedang aktif di sepak bola usia dini. Anak pertama dari tiga bersaudara.
news
news