LIGA 1
Komite Pemilihan PSSI Akan Umumkan DCS Sore Ini, Bakal Ada Sejumlah Kejutan
10 October 2019 11:13 WIB
berita
La Nyalla Mattalitti, salah satu bakal calon ketua umum PSSI - TopSkor/Ady Sesotya
JAKARTA – Komite Pemilihan (KP) PSSI kembali menunda pengumuman Daftar Calon Sementara (DCS) ketua umum, wakil ketua umum, dan anggota Komite Eksekutif PSSI. Awalnya nama-nama tersebut akan diumumkan pada Selasa (8/10), lantas Rabu (9/10), namun direvisi kembali yakni Kamis (10/10).

Menurut Syarif Bastaman, Ketua KP PSSI, penundaan ini karena semua berkas harus diverifikasi dengan baik dan benar. Syarif beralasan, tidak ingin salah mengambil keputusan yang nantinya malah menimbulkan keributan yang perlu. “Kami bekerja setiap hari setelah pendaftaran ditutup, bahkan sampai subuh,” katanya.




Baca Juga :
- Raja Isa: Pertandingan Akhir Pekan Ini Bagai Semifinal Bagi Kami
- Tak Terima Ditolak Komite Pemilihan PSSI, Mereka Menyatakan Banding




Ketua Bidang Hukum PSSI ini lantas memastikan, pengumuman DCM tak akan mengalami penundaan lagi. “Besok (hari ini) baru diumumkan siapa-siapa saja yang lolos,” ujar Syarif kepada TopSkor. Untuk waktunya, akan diumumkan, bisa siang, sore, atau bahkan malam hari. Yang pasti, sebelum ganti hari.

Dari 11 calon ketua umum, yang sudah pernah mencoba peruntungan namun gagal adalah Arif Putra Wicaksono, Sarman, dan Benhard Limbong. Sedangkan yang sudah menjabat posisi PSSI 1 adalah La Nyalla Mattalitti. Sedangkan Vijaya Fitriyasa, Mochamad Iriawan, dan Fary  Djemy Francis merupakan orang baru.


Baca Juga :
- Voters Baik Harus Bersuara Terkait Kongres Pemilihan PSSI, Adakan Kontrak Politik
- Evaluasi Bhayangkara FC Usai Kalah dari PSS


Dari ke-11 calon tersebut, La Nyallla disebut-sebut sebagai calon terkuat. Itu karena dirinya punya loyalis voters atau pemilik suara PSSI, dan kini memiliki jabatan penting, Ketua Dewan Perwakilan Daerah. Dua tahun terakhir, pengusaha asal Makassar ini juga menjadi tim sukses Joko Widodo di Jawa Timur.

Namun, ada yang menyebutkan La Nyalla mengundurkan diri. Sebab, ia bakal sibuk dengan kegiatan sebagai angota dewan. Mengenai ini, La Nyalla belum memberikan keterangan resmi. Pihak KP pun membantah, sebab yang bersangkutan belum melayangkan surat pernyataan resmi.

Sementara itu, KP diharapkan bertindak tegas dalam memutuskan CDS anggota Komite Eksekutif (Exco) periode 2019-2023. Pasalnya, Exco PSSI dalam kepemimpinan Edy Rahmayadi, banyak yang tersandung kasus. Artinya, integritas bakal calon harus benar-benar terukur, agar kasus serupa tak terulang.

Permasalahan integritas menjadi penting demi mengubah wajah PSSI yang kerap dipandang negatif oleh publik . PSSI, terlebih periode PSSI 2016-2020, bisa dibilang sebagai periode kelam PSSI perihal integritas. Satgas Antimafia Bola bahkan pernah menyebut, hanya dua dari total 15 Exco PSSI yang tak terlibat match fixing.

Faktanya, dari 15 Exco periode sebelumnya, 10 di antaranya kembali mendaftarkan diri. Dan dengan banyaknya calon Exco yang mendaftar, mencapai 123 orang, KP dituntut untuk bekerja tanpa cacat. Komisi Disiplin PSSI pun diminta peka dan terbuka terhadap segala informasi, masukan, dan fakta di lapangan.

Termasuk, memastikan para bakal kandidat tidak pernah atau sedang tersangkut permasalahan hukum. Contoh paling kentara adalah La Nyalla pernah ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi dana hibah Kadin Jawa Timur. Namun yang bersangkutan dinyatakan bebas lewat praperadilan.

“Pengecekan data legal sampai ke pengadilan dan kepolisian. Kalau ada dokumen palsu, akan kami serahkan ke pihak berwajib karena itu tindakan melawan hukum,” kata Syarif memastikan. Bagaimanakah hasil dari kinerja KP dan Komisi Disiplin PSSI, hari ini akan terkuak integritas mereka.*** Furqon Al Fauzi 

news
Penulis
Abdul Susila
Pejalan kaki untuk gunung-gunung tropis Indonesia. Mencintai sastra, fanatis timnas Garuda, dan sedang aktif di sepak bola usia dini. Anak pertama dari tiga bersaudara.