LIGA 1
Ironi Persela, Klub Pembunuh Raksasa yang  Harus Berjuang Keras Menghindari Degradasi
10 October 2019 14:25 WIB
berita
LAMONGAN - Musim 2019 ini termasuk yang berat bagi Persela Lamongan. Betapa tidak, hingga pekan ke-21, tim berjulukan Laskar Joko Tingkir ini masih berkutat di papan bawah.

Sekarang Persela berada di peringkat ke-15 atau satu setrip di atas jurang degradasi.




Baca Juga :
- Masuk Jadi Calon, Benny Erwin Imbau Voters Kongres PSSI Jangan Salah Pilih
- Doa Dutra Terkabul, Pemain Timnas Mulai Senyum




Meski satu tingkat di atas Barito Putera yang ada di peringkat ke-16, namun poin yang dikumpulkan sama yaitu 20. Persela hanya unggul selisih gol. Persela minus empat  gol, sementara Barito Putera minus 13 gol.

Memang ironis, klub pembunuh raksasa yang mampu mengalahkan Bali United, Tira Persikabo, dan Arema FC itu kini harus berjuang keras menghindari degradasi. Tapi meski di posisi rawan, namun Persela masih tetap memiliki kesempatan untuk lolos. Saat ini Persela menyisakan sisa laga sebanyak 13 kali. Tujuh laga akan digelar di kandang, sementara enam lainnya tandang.


Baca Juga :
- Garec’s Dapat Rezeki Nomplok di Play-Off Liga TopSkor U-15 dan Tangis Haru Skuat Haur Raya 
- Batavia FC, Satria Muda, Metro Kukusan, dan EDF La Liga Jadi Debutan Liga TopSkor U-16


Pelatih Persela Nilmaizar menyebutkan untuk bisa tetap bertahan di Liga 1 yang menjadi kunci adalah laga kandang. Semua laga kandang harus dimenangkan alias disapu bersih. "Tinggal nanti curi tambahan saja di luar,” ucap Nil.

Sebagai pelatih yang juga pernah menangani tim yang hampir degradasi, yakni Tira Persikabo musim 2018 lalu, poin sakral yang dikumpulkan menurut Nilr sama. Minimal setiap tim yang ingin bertahan di Liga 1 harus mengumpulkan 40 poin. Jika tidak maka terancam turun kasta ke Liga 2.

Persela sendiri saat ini memiliki poin 20. Jika mampu menyapu bersih tujuh laga kandang, maka poin tambahan sebanyak 21. Sehingga bisa mencapai 41 poin.

Nil optimistis timnya akan lolos dari zona merah karena selisih poin tim papan bawah dengan papan tengah tidak jauh berbeda. “Ada yang selisih satu, dua, hingga tiga,” kata pelatih asal Sumatra Barat itu.

Artinya, kata Nil, untuk naik peringkat timnya hanya membutuhkan tiga saja. “Sekali kemenangan saja bisa naik,” ucap Nil. Paling realistis bagi Persela saat ini adalah mengejar Perseru Badak Lampung yang berada di peringkat ke-12. Sebab tim Perseru memang saat ini memiliki koleksi poin 23.

Dalam waktu dekat ini Persela akan menghadapi PSIS Semarang. Laga akan digelar di Stadion Surajaya, Lamongan pada 18 Oktober nanti.

Sejauh ini Nil menilai kekuatan timnya sudah cukup baik. Hanya bek anyar Demerson Bruno saja yang masih dalam proses pemulihan. “Kondisinya sudah berangsur pulih hingga 90 persen,” ujar pria asal Pakayumbuh itu.

Dengan adanya jeda waktu Liga 1 saat ini dimanfaatkan betul oleh Nil. Dia terus melakukan evaluasi terhadap tim secara menyeluruh. “Di permainan sepak bola, intinya tiga saja. Yaitu, menyerang, bertahan, dan transisi. Kami melakukan evaluasi di semuanya,” ucap mantan pelatih timnas ini.

Bahkan, Nil memboyong pasukannya ke pantai Wisata Bahari Lamongan (WBL), 8-10 Oktober. Pemusatan latihan di pantai ini dilakukan untuk meningkatkan fisik, semangat, serta kekompakan tim Laskar Joko Tingkir.

Nil menambahkan sebagai pelatih bekal utama yang dia miliki adalah keyakinan. “Tidak boleh tidak yakin. Dan kemudian harus kerja keras,” ujar Nil.***M. BAHRUL MARZUKI

R
Penulis
Rizki Haerullah