FORMULA 1
Insiden Bianchi Membuat Leclerc Kesulitan Lomba di GP Jepang
10 October 2019 13:10 WIB
berita
Charles Leclerc
SUZUKA – Putaran ke-17 Formula 1 (F1) di Sirkuit Suzuka, Jepang, Minggu (13/10), jadi tantangan tersendiri bagi Charles Leclerc. Ini menyusul momen buruk atas kepergian Jules Bianchi di lokasi sama, 5 Oktober 2014. Sahabatnya tersebut meninggal usai mengalami kecelakaan hebat di lintasan. 

Bianchi sejatinya bertahan selama sembilan bulan namun dalam keadaan koma. Pria asal Prancis tersebut akhirnya menghembuskan nafas terakhir, 17 Juli 2015, di Nice. Yang semakin membuat Leclerc khawatir, akhir pekan ini, Super Topan Higibis diprediksi bakal melanda Negeri Sakura.




Baca Juga :
- Momen Charles Leclerc Tabrak Max Verstappen di Lap Pertama GP Jepang
- Tabrak Verstappen, Leclerc: Itu Kesalahan Saya




Sekadar informasi, ketika Bianchi mengalami insiden di Sirkuit Suzuka, badai besar melanda. Beberapa mobil tergelincir, termasuk Bianchi yang gagal mengendalikan mobil hingga menghantam traktor yang sedang mengevakuasi mobil lain. Namun, di sisi lain, Leclerc harus bisa bangkit.

“Tahun lalu, saya menginjakkan kaki untuk kali pertama di Suzuka sejak insiden Jules dan kenangan pahit pun hadir. Bagi saya, tempat ini jadi salah satu penyebab insiden fatal yang dialami Jules. Jadi, berlomba di sini akan selalu sulit untuk saya,” kata Leclerc seperti dilansir Gpblog.com kemarin.


Baca Juga :
- Hamilton Ucapkan Selamat untuk Mercedes
- Vettel: Balapan Jadi Lebih Sulit, Mercedes Lebih Cepat


Trek berkarakter cepat dengan banyak tikungan berkecepatan tinggi, memang menuntut setiap pembalap untuk benar-benar fokus. Terlebih, GP Jepang bertepatan dengan pergantian musim hingga berpengaruh terhadap cuaca dan trek. Para teknisi pun harus bekerja ekstra menyiapkan mobil.

“Suzuka merupakan sirkuit berteknik dan menuntut. Tapi, itu membuatnya jadi salah satu yang terbaik dalam hal desain. Mereka memiliki sektor lurus panjang dengan berbagai jenis tikungan. Semua itu membuat Suzuka jadi sirkuit ikonik, sekaligus berbeda dengan trek di putaran terakhir,” kata Leclerc.

Rekan setimnya, Sebastian Vettel, juga berharap bisa membayar kekecewaan di GP Jepang, menyusul hasil buruk di Rusia. Apalagi, Sirkuit Suzuka sudah disukainya sejak masih kecil. Meski begitu, Vettel sadar, balapan akhir pekan ini tak akan mudah dan ingin tim siapkan SF90 dengan sebaik-baiknya.

“Suzuka trek yang paling saya suka, satu-satunya yang memiliki desain angka delapan. Fan di sini membuat GP Jepang menjadi spesial. Tak peduli Anda berada di posisi keberapa (sat lomba), mereka selalu menanti Anda. Penggemar F1 di sini akan memberi Anda pengalaman unik dan indah,” ujarnya.

Prinsipal Ferrari Mattia Binotto meyakini tim bakal meraih hasil positif karena membawa pembenahan di GP Jepang. “Kinerja kami di Rusia cukup baik dan akan kembali menggunakan pendekatan sama di Suzuka. Kami akan berusaha mengeluarkan seluruh potensi SF90,” ia menuturkan.

Tapi, semua peserta F1 harus waspada. Biro cuaca Jepang mengatakan, Super Topan Higibis bakal menghantam Tokyo, yang berjarak 300 kilometer (km) di bagian timur Suzuka, Sabtu (12/10). Jika benar terjadi, bisa mengganggu sesi latihan bebas dan kualifikasi dan berdampak pada posisi lomba.*MUHAMAD FADLI RAMADAN DARI BERBAGAI SUMBER

L
Penulis
Lily Indriyani Sukmawati