BASKET
Gabung Satria Muda, Bima Konsultasi dengan Keluarga
10 October 2019 13:00 WIB
berita
Bima Riski Ardiansyah (Dokumentasi Satria Muda).
JAKARTA – Satria Muda mendapat suntikan kekuatan jelang tampil dalam Indonesian Basketball League (IBL) 2020. Tim asuhan pelatih Serbia, Milos Pejic, tersebut berhasil mendatangkan pemain yang punya pengalaman dalam ASEAN Basketball League (ABL), Bima Riski Ardiansyah.

Sekadar informasi, pemain 29 tahun itu merupakan salah satu pilar CLS Knights Indonesia saat keluar sebagai juara IBL 2016. Tiga tahun berselang, Bima juga membawa timnya tersebut memenangi ABL 2018/19. Keberadaannya dalam tim ini diyakini membawa banyak manfaat untuk Satria Muda.




Baca Juga :
- Tak Ingin Terjangkit Stars Syndrom, Bima Tata Mentalitas Pemain Garuda Muda
- Sudah Pelajari Rekaman Pertandingan Vietnam, Bima Sakti Optimistis




Pasalnya, banyak pemain penting Satria Muda seperti Avan Seputra, Kevin Yonas Sitorus, dan lain-lain, yang tak bisa membela klub tersebut saat berlaga dalam IBL 2020. Mereka harus mengikuti pemusatan latihan nasional (pelatnas) jangka panjang Pengurus Pusat Persatuan Basket Seluruh Indonesia (PP PBSI).

Meski begitu, timnas di bawah asuhan Rajko Toroman akan tampil dalam IBL 2020 sebagai tim. Mereka akan menghadapi klub-klub asli. “Saya banyak mendengar tentang Bima sebagai pemain yang sangat bagus. Jadi, saya senang memiliki Bima di dalam tim,” ujar Pejic dalam rilis yang diterima TopSkor, Rabu (9/10).


Baca Juga :
- Tangan Dinginnya Diragukan, Bima Percaya Bisa Membuat Kejutan di Piala AFF U-15 2019
- Tradisi Bima bersama Timnas, Menyuntikkan Energi Positif


Menanggapi perekrutannya oleh Satria Muda, Bima mengaku senang akhirnya bergabung dengan klub yang bermarkas di BritAma Arena, Mahaka Square, Jakarta itu. Namun, di satu sisi, ia mengaku keputusan bergabung dengan Satria Muda, tak mudah, sebab banyak hal yang menjadi pertimbangannya.

“Saya biasa tinggal di Jawa Timur dan sekarang harus ke Jakarta. Ini keputusan yang sangat besar. Meninggalkan keluarga di Surabaya adalah hal yang berat. Tapi, setelah saya berkonsultasi dengan keluarga, mereka mengizinkan dan saya pun akhirnya pindah (ke Jakarta),” Bima menuturkan.

Lebih lanjut, Bima menuturkan, bisa berseragam Satria Muda merupakan sebuah kebanggaan. Pasalnya, Satria Muda adalah salah satu klub tersukses Indonesia dengan raihan 10 gelar dalam liga profesional. Total titel mereka hanya kalah dari Stapac Jakarta yang sudah mengoleksi 13 trofi.

Alasan lain, rekam jejak Satria Muda dalam basket nasional. “Mereka juga sukses karena pembibitan pemain yang dilakukan. Banyak sekali pemain binaan Satria Muda yang akhirnya menjadi pilar kesuksesan tim. Sebut saja Christian Ronaldo Sitepu, Faisal Julius Achmad, dan lain-lain,” Bima menambahkan.

Target juara yang diusung Satria Muda juga membuat Bima berani datang ke BritAma Arena, Mahaka Square. Hal ini sejalan dengan ambisinya untuk kembali mengangkat trofi, menyusul sukesnya bersama CLS. Satria Muda dianggap sebagai kendaraan yang tepat mewujudkan mimpi tersebut.

Posisi Ketiga

Sebagai catatan, musim lalu, Satria Muda gagal menunjukkan permainan mengesankan. Meskipun melaju ke final, Arki Dikania Wisnu dan kawan-kawan tertatih sepanjang musim. Bahkan, mereka ke play-off dengan hasil minor, yakni menempati peringkat ketiga Divisi Merah dengan persentase kemenangan 50 persen.

Untuk itu, kehadiran Bima diharapkan mampu menangkat performa Satria Muda. Dengan keberadaannya, Satria Muda ingin bisa melangkah mulus dalam IBL 2020. Tapi, yang patut diperhatikan, persaingan musim ini cukup ketat meski tak lagi diikuti oleh Stapac Jakarta yang memilih absen.

Amartha Hangtuah diprediksi menjelma sebagai kekuatan baru lantaran materi pemain yang komplet. Ya, tak ada satu pun pebasket mereka yang dipanggil mengikuti pelatnas. Jangan lupakan pula, NSH Jakarta, yang siap mempertahankan tren positif musim lalu dengan menembus Final Divisi Merah.*KRISNA C. DHANESWARA DARI BERBAGAI SUMBER 

L
Penulis
Lily Indriyani Sukmawati