UMUM
Awalnya Berjalan Tentram, Kongres KOI Bersifat Tertutup dan Sempat Ricuh
09 October 2019 23:50 WIB
berita
Foto: Topskor.id / Muhammad Pratama Supriyadillah
JAKARTA – Gelaran Kongres Komite Olimpiade Indonesia (KOI) sempat berlangsung ricuh. Kericuhan terjadi karena satu cabang  olahraga yang tidak diperbolehkan masuk ke dalam kongres.

Kongres KOI sendiri digelar di Hotel Ritz-Carlton, Kuningan, Jakarta, pada Rabu (9/10). Awalnya, proses kongres berjalan secara terbuka, karena awak media boleh masuk ke ruang kongres.




Baca Juga :
- Resmi! Ini 37 Cabor PON 2020 Papua
- Ini Target KOI di Bawah Kepemimpinan Raja Sapta Oktohari




Namun, memasuki proses pemilihan ketua umum KOI untuk masa jabatan 2019-2023, yang memang merupakan agenda utama kongres, awak media dipersilahkan untuk keluar, karena mulai saat itu juga, kongres berubah menjadi tertutup.

Awalnya berjalan dengan damai dan tentram, awak media pun dikejutkan dengan keributan yang terjadi di depan pintu ruangan kongres. Ternyata, perwakilan dari Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) protes ke panitia penyelenggara lantaran tidak boleh masuk.


Baca Juga :
- Harapan Erick Thohir untuk Raja Sapta Oktohari dan Regenerasi KOI
- Raja Sapta Oktohari Terpilih Sebagai Ketua KOI Secara Aklamasi


Perlu diketahui, perwakilan untuk PTMSI sendiri sudah ada yang berada di dalam ruangan kongres. Sosok tersebut adalah ketua umum PB PTMSI, Lukman Edy.

Kehadiran Lukman Edy di acara pembukaan mendapat protes dari perwakilan PB PTMSI pimpinan ketua umum Peter Layardi dan juga Pengurus Pusat (PP) PTMSI pimpinan ketua umum Oegroseno. Perwakilan dari PB PTMSI kepemimpinan Peter Layardi berdebat dengan petugas saat memaksa masuk ruangan kongres. Namun, pihak keamanan KOI melarang mereka untuk masuk dan menyebut tidak ada mandat bagi PB PTMSI.

Ya, ternyata, PTMSI, yang merupakan federasi yang menaungi cabang olahraga tenis meja di Indonesia itu, mengalami dualisme, bahkan sampai ada tiga federasi PTMSI. Yang pertama adalah PB PTMSI kepemimpinan Lukman Eddy, yang kedua adalah PB PTMSI kepemimpinan Peter Layardi dan yang terakhir adalah PP PTMSI kepemimpinan Komjen Pol (Purn) Oegroseno, SH, MH.

Buntut dari kericuhan ini, perwakilan PTMSI yang melayangkan protes akhirnya tidak diizinkan masuk ke ruangan kongres. ***

M
Penulis
Muhammad Pratama Supriyadillah