TOP INTERVIEW
Wawancara Eksklusif Marc Marquez: Saya Ingin Bersenang-senang
09 October 2019 17:57 WIB
berita
Marc Marquez ekspresif di podium GP Thailand.
BURIRAM – Andrea Dovizioso yang mengalami kesulitan, musim ini, mungkin merasa puas karena menempati posisi kedua klasemen. Tapi, lain cerita dengan Marc Marquez yang selalu berusaha agar bisa menjejak podium tertinggi. “Saya sudah mengatakan sebelum lomba akan berusaha untuk menang,” katanya.

Mendapat persaingan ketat dari pembalap tim satelit, Petronas Yamaha SRT, Fabio Quartararo, Marquez justru makin bersemangat. Padahal, ia tak perlu menang di Sirkuit Internasional Buriram, Thailand, Minggu (6/10). Tapi, pasrah bukan gayanya. Berikut petikan wawancaranya dengan La Gazzetta dello Sport:




Baca Juga :
- Dominan di Musim 2019, Honda: Marquez Rider yang Pintar
- Kalahkan Quartararo di Tikungan Terakhir GP Thailand, Marquez Juara MotoGP 2019




Apakah ini musim terbaik Anda?

Ya. 2014 saya memenangi 10 lomba berturut-turut tapi saat itu ada perbedaan antara motor saya dengan yang lain. Tahun ini, ada empat motor berbeda yang sama kuat. Terkadang, saya harus bersaing dengan Ducati, lalu Suzuki dan Yamaha. Mereka bergantian di depan sedangkan saya selalu berada disana.


Baca Juga :
- Start dari Posisi Ketiga di MotoGP Thailand, Marquez Targetkan Podium
- Mudah, Ini Syarat Marquez Kunci Juara Dunia MotoGP


Apakah gelar juara ini mudah didapat?

Sepertinya. Tapi, sulit menghadapi tekanan, terutama ketika semua pembalap ingin mengalahkan Anda. Banyak lomba harus diperjuangkan hingga akhir. Terlepas dari insiden di Austin, saya selalu finis pertama atau kedua. Mengamankan gelar dengan empat putaran sisa, ini merupakan tahun yang hampir sempurna. Sulit diulang tapi bukan mustahil.

Titik kekuatan Anda?

Konsisten. Beberapa tahun pertama, saya cepat. Tapi, sering jatuh dan butuh rutinitas. Sedangkan tahun ini jadi yang terkuat sejak berada di MotoGP.

Seberapa penting peran tim?

Sangat penting! MotoGP adalah olahraga tim, jika saya mendapat hasil tertentu, pastinya berkat mereka. Kebahagiaan saya ketika semuanya berjalan baik dan motivasi muncul ketika semua tak berjalan sebagaimana mestinya.

Apakah motor Anda kompetitif?

Sebelum musim ini dimulai, Takeo Yokohama  memastikan Ducati tak lagi jadi ancaman di lintasan lurus. Tapi, saya masih harus memikirkan kinerja di tikungan. RC213V cukup kritikal, sulit mencapai 100 persen. Tapi, jika semua berfungsi, Anda bisa jadi pemenang. Sulit memenangi sembilan lomba jika motor yang Anda miliki tak kompetitif. Untuk 2020, kami perlu fokus pada mesin.

Pada 2014, setelah memenangi gelar, Anda bilang ingin berlomba di Moto2 di Valencia. Apakah itu akan dilakukan, tahun ini? Turun dalam dua kategori di masa mendatang?

Saudara saya sedang bersaing untuk meraih gelar. Jadi, saya tak bisa berlomba di Valencia. Mustahil turun di dua kategori dalam satu tahun.

Anda mendekati gelar juara Valentino Rossi dan menyamai delapan gelar di 500 cc, Giacomo Agostini. Apakah ini tujuan Anda berikutnya?

Saya tak terobsesi mengejar itu, hanya harus memanfaatkan momen dan kecepatan. Saya tidak berlomba untuk hal-hal ini tapi untuk bersenang-senang.

Apakah musim depan Quartararo akan menjadi lawan terberat?

Tak ada yang menduga bahwa ia bisa sekuat ini, mampu mengendarai motor dengan sangat baik dan memperlihatkan banyak perkembangan. Pastinya, tahun depan, ia akan bersaing untuk gelar juara.

Bagaimana dengan Jorge Lorenzo?

Ia sedikit tak beruntung, tahun ini, karena mengalami banyak insiden. Ia juga kesulitan mengendarai motor. Cal Crutchlow juga sedang mengalami kesulitan. Tapi, saya percaya, Honda akan berusaha membuat semuanya semakin mudah, musim depan.*GIOVANNI ZAMAGNI DARI BURIRAM

 

L
Penulis
Lily Indriyani Sukmawati