news
MOTOGP
Ternyata Marquez Disuruh Juara di Thailand Oleh Presiden Honda
08 October 2019 19:26 WIB
berita
Foto: Repsol Honda
BURIRAM - Rider Repsol Honda, Marc Marquez, sukses merengkuh gelar juara dunia MotoGP 2019 di Thailand, dengan menyisakan 4 balapan lagi. Namun, di balik hal tersebut, ada perintah yang absolut untuk Marquez dari presiden Honda Racing Corporation (HRC).

Ya, perolehan poin Marquez di klasemen rider sudah tak bisa lagi dikejar. Andrea Dovizioso yang berada di peringkat 2 bahkan terpaut 110 poin dengan Marquez usai seri MotoGP Thailand, Minggu (6/10) kemarin.




Baca Juga :
- Hasil Balapan MotoGP Australia: Marquez Menang Lagi, 5 Rider Gagal Finis
- Honda Pastikan Gelar Juara Konstruktor MotoGP 2019




Akan tetapi, diakui Marquez, dirinya sebenarnya ingin menjadi juara di seri MotoGP Jepang, yang akan berlangsung 20 Oktober mendatang.

Dikarenakan rider berusia 26 tahun tersebut mendapatkan perintah dari presiden HRC, Yoshihige Nomura, dirinya pun menutup persaingan di klasemen rider saat balapan di Thailand.


Baca Juga :
- Ngotot Amankan Putaran Sisa, Honda Akui Ada Perubahan Strategi
- Sudah Juara, Marquez Tetap Akan Berikan yang Terbaik di Sisa 4 Balapan


"Jadi, beberapa orang sempat bertanya ke saya, mungkin Honda lebih baik juara di Motegi (MotoGP Jepang). Saya pun juga berpikiran begitu," ucap Marquez.

"Namun, sebelum balapan di MotoGP Thailand, saya mendapatkan pesan dari (Yoshihige) Nomura-san, presiden HRC, bahwa sebaiknya akhiri persaingan gelar juara di Thailand saja," tambahnya.

"Ya sudah, saya katakan 'siap laksanakan, itu tidak akan jadi tekanan, terima kasih'," Marquez mengakhiri. ***

loading...
M
Penulis
Muhammad Pratama Supriyadillah
news
news