news
INFOGRAFIS
Luis Suarez Mengubah Siulan Jadi Tepuk Tangan
08 October 2019 14:30 WIB
berita
Penyerang Barcelona, Luis Suarez kembali jadi sorotan setelah mencetak gol salto pemecah kebuntuan timnya atas Sevilla.-Topskor/Ist
BARCELONA – FC Barcelona mulai tegak melangkah setelah mengawali awal musim yang buruk. Setelah delapan pekan, kini mereka berhasil menempel Real Madrid di puncak klasemen LaLiga 2019/20. Ini jadi posisi terbaik setelah sempa berada di luar lima besar. Klub Katalunya itu mulai memperlihatkan kembali ketajamannya dengan selalu selalu mencetak gol dalam empat laga terakhir, termasuk menghajar Sevilla FC, Minggu (6/10). 

Di Stadion Camp Nou, Barca empat kali merobek gawang tim asal Andalusia itu lewat gol Luis Suarez, Arturo Vidal, Ousmane Dembele dan Lionel Messi. Khusus untuk Suarez, penyerang Uruguay itu telah menemukan kembali insting “pembunuhnya” di depan gawang lawan. Empat gol dalam sepekan berhasil dilesakkannya ke ketiga tim berbeda: Sevilla, FC Internazionale, dan Getafe CF.




Baca Juga :
- Aksi Tsunami Democratic Ancam El Clasico
- Misi Lain di Meazza




Uniknya, ketajaman kembali setelah mendapat cibiran dari suporter sendiri di Camp Nou saat menghadapi Villarreal CF (jornada 6). Penampilannya saat itu memang mengecewakan sehingga harus digantikan Ansu Fati di menit ke-78. Saat berjalan keluar, publik Camp Nou menyoraki dan menyiuli penyerang 32 tahun tersebut. Sesuatu yang tak pernah didapatnya sejak memperkuat Barca pada 11 Juli 2014.

Namun, Suarez menolak tenggelam dalam kritik, ia bangkit dan menjungkirbalikan semua prediksi negatif. Ia sukses mengubah siulan menjadi tepuk tangan usai mencetak gol fantastis lawan Sevilla. El Pistolero menyambar umpan silang Nelson Semedo dengan tendangan akrobatik (salto). Gol indah juga dipertontonkan saat mencetak gol pembuka dari doblete (dua gol di satu laga) melawan Inter tengah pekan lalu di Liga Champions.


Baca Juga :
- Lawan Inter, Barca Rotasi Besar-besaran
- Momen Penentuan Inter


 Suarez sendiri bukan satu-satunya bintang di kemenangan atas Sevilla. Messi akhirnya bisa mencetak gol pertamanya musim ini ke lawan yang memang korban favoritnya. Ia kembali menunjukkan kepiawaiannya mengeksekusi bola mati. “Leo akan terus mengumpulkan gol. Saat dia masuk ke ritme, maka dia akan lebih dekat dengan gol,” kata pelatih Ernesto Valverde, yang sejatinya juga protagonis dari hasil malam itu.

Menjamu tim asal Andalusia tersebut, sang pelatih membuktikan lebih bijak soal menentukan sterting 11 timnya. Perubahan signifikan memang terjadi perihal pemain yang tampil starter, namun itu semua memiliki alasan yang jelas, dan terbukti rencana berjalan dengan baik. Pemain yang berbeda dari biasanya itu saling berkontribusi.

Di jantung pertahanan, keberadaan Jean-Clair Todibo memang lantaran sanksi main yang harus dijalani Clement Lenglet dan cederanya Samuel Umtiti. Tapi perihal kehadiran Vidal, itu lantaran sang gelandang tampil impresif, menjadi pembeda di duel lawan Inter. Jika sebelumnya ia mencetak assist, kini giliran gol, di kesempatan pertamanya starter.

Keberadaan gelandang asal Chili membuat Sergio Busquets menjadi cadangan. Gelandang asal Spanyol ini memang tampil buruk di laga sebelumnya, dan perlu ada rotasi terhadapnya. Selain itu ketiadaannya pun membuat Frenkie De Jong terlihat lebih dominan di tengah, yang kemudian Arthur Mello menonjol di kreativitas; menyumbang dua assist.

Begitu pula di lini depan, Ousmane Dembele yang di duel sebelumnya memberi kesegaran serangan kini dimainkan sejak awal dan menyumbangkan satu gol. Situasi itu pun bisa menjadi pelecut untuk Antoine Griezmann. Penyerang yang baru direkrut ini akhirnya hanya duduk di bangku cadangan setelah di sembilan laga lainnya selalu jadi starter.*** TAUFANI RAHMANDA DARI BERBAGAI SUMBER

 

loading...
D
Penulis
Dini Wulandari
news
news