news
LIGA INTERNASIONAL
Southgate Ungkap Metode Pemilihan Skuat Timnas Inggris
05 October 2019 16:27 WIB
berita
Pelatih timnas Inggris Gareth Southgate menjelaskan mengapa komposisi skuat Inggris kerap berubah-ubah, termasuk untuk dua laga kualifikasi Piala Eropa 2020, bulan ini./AFP
LONDON – Pelatih Gareth Southgate kembali mengubah komposisi timnas Inggris untuk dua laga kualifikasi Piala Eropa 2020, pekan depan. Dua bintang muda Chelsea FC, bek Fikayo Tomori dan striker Tammy Abraham mendapat panggilan. Sementara gelandang Tottenham Hotspur FC, Dele Alli serta bintang Manchester United FC (MU), Jesse Lingard dicoret.

Southgate juga membuat kejutan dengan menyertakan gelandang Everton Fabian Delph dalam daftar 25 pemain pilihannya kali ini. Tetapi, ia lagi-lagi melewatkan bek kanan senior Manchester City FC, Kyle Walker. Selebihnya, tidak ada nama baru yang muncul saat pelatih 47 tahun tersebut merilis komposisi skuatnya di Stadion Wembley pada Kamis, (3/10) lalu.




Baca Juga :
- Kane Berpeluang Kejar Rekor Gol Inggris dan Ronaldo
- Posisi Sejumlah Pemain Senior Inggris Terancam




Dengan pemanggilan Abraham dan Tomori, Chelsea jadi penyumbang terbanyak dalam skuat The Three Lions, bulan ini. Selain mereka, Southgate juga kembali menyertakan gelandang Ross Barkley dan bintang muda The Blues, Mason Mount. Namun sang pelatih menjelaskan bahwa dirinya akan memilih pemain berdasarkan pada performa ketimbang pengalaman atau status mereka.

Southgate percaya hal ini akan membuat Inggris bisa terus berprogres dan memiliki banyak opsi di setiap sektor. “Pengalaman tentu saja penting, tetapi saya pikir, ketika Anda menentukan skuat, performa juga tidak kalah krusia,” ujarnya. “Dan kami mencoba untuk mengakomodasikan sekaligus mengelaborasikan kedua faktor tersebut. Ini bisa membuat perkembangan yang berkelanjutan.”   


Baca Juga :
- Striker Muda MU Ini Kembali Tajam
- Sterling Penyerang Terbaik Eropa saat Ini


Walaupun kerap mengubah komposisi dan berani menyisihkan pemain yang berstatus “langganan”, Southgate merasa keputusannya sangat logis berbeda dari para pendahulunya saat menyisihkan nama-nama senior. Ia menegaskan bahwa mereka yang tidak mendapatkan panggilan kali ini bukan berarti peluangnya untuk tampil di putaran final Piala Eropa 2020 sudah tertutup.

Southgate justru ingin mereka melihatnya sebagai motivasi untuk terus meningkatkan performa. “Saya tahu mungkin ada yang kecewa dan itu hal yang sangat wajar,” kata sang pelatih. “Namun kini situasinya berbeda. Kami masih dalam tahap membangun. Para pemain pun sedang mempertegas reputasinya dan tim ini relatif muda. Dele (Alli) misalnya, belum kembali menemukan ritmenya.”

Gelandang Tottenham itu mengalami masalah dengan kebugaran dan performanya sejak tahun lalu. Namun Southgate meyakini Alli dan juga pemain seperti gelandang Liverpool FC, Alex Oxlade-Chamberlain yang memiliki riwayat cedera, masih memiliki potensi untuk membantu The Three Lions menjadi lebih solid. “Mereka melalui masa sulit sejak musim lalu dan kebugaran menjadi masalah utama,” kata Southgate.

Inggris akan memulai sesi latihan perdana awal pekan nanti. The Three Lions ingin melanjutkan tren positif di babak kualifikasi Piala Eropa 2020. Mereka kokoh memuncaki klasemen Grup A dengan raihan 12 poin. Southgate dan skuatnya butuh empat angka lagi untuk lolos ke putaran final. Peluang itu sangat besar diwujudkan saat bertemu Republik Ceko, Jumat (11/1) dan Bulgaria pada Senin (14/10).

 

 

loading...
I
Penulis
I Gede Ardy E
news
news