news
UMUM
Tak Ada Final yang Tak Ideal, Mentalitas Tira Persikabo U-16 Diuji Bhayangkara FC U-16
06 October 2019 06:01 WIB
berita
Selebrasi pemain Tira Persikabo U-16 seusai membobol gawang Persija U-16 - TopSkor/Sri Nugroho
BANTUL – Tak ada final yang tak ideal. Walau Bhayangkara FC (BFC) U-16 tak dominan sejak fase grup, babak delapan besar, hingga semifinal, nyatanya tim asuhan Anang Ma’ruf itu menembus final. Pada partai puncak, Young Guardian akan berhadapan dengan Tira Persikabo U-16, di Stadion Sultan Agung, Minggu (6/10).

Sejak fase grup, Baby Warriors, julukan Tira Persikabo U-16, sudah dominan. Tim asuhan Deris Herdiansyah ini menjadu juara Grup A dengan 14 kemenangan, empat kali imbang, dan hanya dua kali kalah dari 20 pertandingan. Sedangkan pada babak delapan besar menjadi juara Grup Y, dengan koleksi tujuh poin.




Baca Juga :
- Cerita soal Gol Janggal, Makanan Indonesia yang Pedas, dan Ingin Melatih Manchester United
- Enggan Aktivitas Transfernya Diblokir, Semen Padang dan Tira Ambil Langkah Tegas dan Sigap




Uniknya, Tira mengungguli BFC. Bertemu pada laga ketiga babak delapan besar, tim asal Surabaya ini takluk 0-1. Namun, ketika itu BFC tidak tampil dengan kekuatan terbaik. Sedikitnya lima pemain andalan disimpan. Rotasi ini dilakukan agar tampil prima saat semifinal, selain juga karena sudah pasti lolos.

Adapun statitik BFC tidak istimewa. Saat fase grup, Ferre Murari dan kawan-kawan menjadi runner-up Grup B, di bawah Persib U-16. Dari 20 pertandingan, BFC membukukan 11 kemenangan, lima imbang, dan empat kali kalah. Meski tak mentereng, progres penampilan BFC meningkat pesat.


Baca Juga :
- TopSkor U-16 Indonesia Gagah ke Final, Wakil Malaysia Ditumbangkan
- Final Super Muda, Bung Yuke: Pemenangnya Berhak Juara Sejati


Deris mengatakan, segala statistik pada babak grup, delapan besar, hingga semifinal, sudah tak ada artinya. Dalam laga final, yang ada hanya perjuangan, kecerdasan, dan mentalitas. Siapa yang unggul dalam tiga hal tersebut, niscaya akan berhak berdiri di podium tertinggi kompetisi pembinaan ini.

“Kita akan mempelajari pertandingan mereka (BFC) dalam tiga laga babak delapan besar lewat rekaman video. Apapun yang terjadi, kami harus siap dengan membidik hasil terbaik,” kata Deris. “Kami harus optimistis dan bekerja keras,” gelandang Tira, Nadhif Girasta Kosasih menambahkan.

Sama seperti Deris, Anang juga akan menganalisis gaya main lawan. “Kami tinggal selangkah lagi untuk dapat tampil sebagai yang terbaik. Peluang yang ada tidak boleh disia-siakan. Kerja keras, disiplin, dan motivasi tinggi akan ditunjukkan anak-anak pada laga final nanti,” kata Anang.

Sementara itu, Tira melaju ke babak final setelah mengempaskan Persija U-16 lewat drama adu penalti. Pada waktu normal dua kali 30 menit, kedua tim bermain imbang 1-1. Saat penalti, dua dari enam algojo Tira gagal mengemban tugas, sedang tiga eksekusi Macan Muda berhasil dimentahkan kiper Tira Dimas Maulana, Jumat (4/10).

Sedangkan BFC melaju ke final setelah membungkam tim favorit juara Persebaya U-16 dengan skor 0-1. Menariknya, gol semata wayang itu tercipta pada menit akhir, yakni injury time babak kedua, lewat kaki Ferre Murari. Karenanya Persebaya akan berupaya merebut peringkat ketiga saat jumpa Persija, Minggu (6/10).* Sri Nugroho

loading...
news
Penulis
Abdul Susila
Pejalan kaki untuk gunung-gunung tropis Indonesia. Mencintai sastra, fanatis timnas Garuda, dan sedang aktif di sepak bola usia dini. Anak pertama dari tiga bersaudara.
news
news