TOP FEATURE FOOTBALL
Boaz Ya Boaz, Alex Ya Alex
04 October 2019 13:01 WIB
berita
SOSOK pemain muda bernama Alexander Felix Kamuru tengah menjadi sorotan banyak kalangan. Penampilan cemerlangnya bersama timnas U-16 asuhan Bima Sakti di ajang Pra-Piala Asia (PPA) U-16 2020 banyak mendapatkan pujian.

Bahkan pemain asal Sorong, Papua Barat ini bahkan oleh banyak penggemar sepak bola disebut-sebut sebagai the next Boaz Solossa. Namun demikian, ternyata Alex tak mau menangapinya dengan berlebihan.




Baca Juga :
- Jumpa Pers Resmi, Simon McMenemy Keluarkan Lagi Kata-kata Sakti Pemain Lelah
- Jumpa Pers Resmi, Park Hang-seo Singgung Timnas Naturalisasi Indonesia




“Menurut saya, Boaz ya Boaz, Alex ya Alex,” kata dia saat ditemui TopSkor di sela-sela kompetisi babak 8 Besar Elite Pro Academy (EPA) U-16 yang tengah digelar di Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Keberadaan Alex bersama Barito Putera U-16 di Yogyakarta sendiri ternyata menyimpan cerita tersendiri. Pemain kelahiran Sorong, 19 Agutus 2005 itu ternyata sudah sangat familiar dengan Yogyakarta.


Baca Juga :
- Manchester City Bawa 6 Trofi Juara ke Indonesia pada 15-19 Oktober
- Misteri Sepatu Serba Hitam Hanif Sjahbandi di Timnas Indonesia


Ini karena memang Alex mengawali kariernya sebagai pesepak bola di Kota Gudeg. “Saya mengawali karier di SSB Gama Yogyakarta pada usia 9 tahun atau di kelas 3 SD saat pindah dari Sorong. Sebenarnya saya sempat keluar dari SSB ini sebelum kemudian kembali lagi,” kata Alex.

Perjuangan Alex memang tak sia-sia, setelah pada 2017 silam dia bersama SSB Gama mampu tampil sebagai juara di Liga TopSkor U-14 Zona Yogyakarta. Ini yang juga kemudian menjadi modal yang manis untuk Alex.

“Setelah itu saya direkomendasikan oleh coach saya untuk mengikuti seleksi Barito Putera di Sawangan. Dan di laga perdana Persib lawan Barito kala itu, ada coach Bima Sakti yang juga hadir,” Alex menambahkan. Dan akhirnya, dia mengaku kaget dengan dapat dipercaya masuk dalam timnas U-16.

Alex yang adalah yatim piatu ini ternyata mendapatkan perhatian besar dari sang paman yang tahu akan potensi besarnya di sepak bola. “Saya pertama kali main bola pakai sepatu bola pada usia sembilan tahun saat pertama pindah ke Yogyakarta. Sepatu dibelikan oleh paman saya,” Alex mengenang.

Dia bercerita bahwa saat masih di kampung halamannya di Sorong, bermain bola dilakukan di lapangan seadanya yang bahkan sering becek dan berlumpur saat musim hujan. “Sejak kecil saat masih di Sorong, saya memang sudah memimpikan untuk dapat menjadi pemain di timnas Indonesia dan akhirnya menjadi kenyataan saat ini,” kata pemain yang bertransformasi dari penyerang ke bek kiri itu.

Hanya saja saat ini Alex tengah kecewa. Ini karena meski bermain di Yogyakarta yang menjadi “kampung halamannya”, Barito Putera gagal ke semifinal EPA U-16 2019. “Kecewa pasti karena klub saya gagal. Namun ini jadi lecutan kami untuk terus berlatih keras agar lebih baik lagi ke depannya,” dia menambahkan.

Suatu saat nanti, Alex juga mengaku ingin bermain di luar negeri jika memang ada kesempatan yang menghampirinya. “Terpenting saat ini saya harus terus latihan keras dan serius. Apalagi timnas Indonesia akan bertarung pada Piala Asia U-16 2020 mendatang,” ucap Alex.*SRI NUGROHO

R
Penulis
Rizki Haerullah