BASKET
Eropa "Serang" IBL 2020
03 October 2019 14:00 WIB
berita
Ilustrasi salah satu pertandingan Satria Muda (Dokumentasi IBL).
JAKARTA – Kesuksesan yang diraih Stapac Jakarta dalam Indonesian Basketball League (IBL) 2018/19 bersama pelatih asal Lithuania, Giedrius Zibenas, membawa dampak besar. Beberapa klub peserta termotivasi untuk mendatangkan arsitek asing, terutama yang berasal dari Eropa.

Setidaknya untuk musim ini, dipastikan ada dua klub yang menggunakan ahli taktik dari  Benua Biru. Satria Muda Pertamina Jakarta mengumumkan Milos Pejic asal Serbia sebagai arsitek Arki Dikania Wisnu dan kawan-kawan. Kabar ini secara resmi dirilis Satria Muda, Rabu (2/10).




Baca Juga :
- DKI-Jabar Pertanyakan Dasar Balon Didukung Minimal 15 Pengprov
- Gelar Rookie Combine, IBL Libatkan Legenda




Sebelumnya, Prawira Bandung menjalin perikatan dengan Gibbi, sapaan akrab Zibenas. Keputusan yang diambil Stapac untuk vakum dalam IBL 2020 membuat sang pelatih menganggur. Kondisi ini lantas dimanfaatkan oleh Prawira yang menggandeng pelatih tersebut demi meningkatkan performa. 

Wakil Presiden Satria Muda, Ronny Gunawan, membeberkan alasan dibalik pemilihan Pejic. Pria yang akrab disapa Rogun itu menuturkan, naik daunnya basket Eropa jadi salah satu faktor mengapa timnya merekrut Pejic. Acuannya, hasil di Piala Dunia FIBA 2019 di mana tim Eropa meraih kejayaan di Cina.


Baca Juga :
- Timnas Basket 3x3 Indonesia Dapat Suntikan Dana
- Timnas Ikut Serta dalam IBL 2020


“Selain itu, Serbia juga memiliki prestasi basket yang mumpuni. Waktu di Piala Dunia FIBA 2019, mereja jadi unggulan. Oleh karena itu, kami merasa, pelatih asal Serbia yang cocok (menangani tim). Pelatih asal Eropa, terutama Eropa Timur, sangat keras dan disiplin,” ujar Rogun saat dihubungi TopSkor.

Adanya pergantian pelatih di kubu Satria Muda juga karena Youbel Sondakh didapuk sebagai salah satu asisten Rajko Toroman, pelatih tim nasional (timnas) basket putra. Mengingat program training camp (TC) jangka panjang Merah Putih, mustahil bagi seorang pelatih melakukan rangkap pekerjaan.

Rogun pun berharap, keberadaan Pejic memberi suasana baru. Apalagi, tim yang bermarkas di BritAma Arena, Mahaka Square, Jakarta itu ingin kembali merengkuh gelar. Musim lalu, mereka harus puas jadi runner-up. Belum lagi fakta terseoknya kiprah Satria Muda sepanjang fase reguler IBL.

Untuk diketahui, Pejic lebih banyak menghabiskan karier melatih di negara-negara pecahan Yugoslavia. Namun, tim terakhir yang ditangani Pejic adalah tim asal negara pecahan Rusia, Georgia, BC Vera Tbilisi. Ia hanya satu tahun melatih di Asia, timnas Iran U-18, yakni pada 2013 hingga 2014.

Tantangan yang akan dihadapi Pejic terbilang berat karena empat pemain Satria Muda: Laurentius Steven Oei, Hardianus Lakudu, dan Avan Seputra, memperkuat timnas. Lalu, Sandy Ibrahim, yang bergabung dengan pelatnas 3x3. “Pasti akan berbeda. Namun, saya siap menghadapinya,” katanya dalam rilis.

Kondisi ini diperparah dengan cedera yang menimpa Arki dan Muhammad Rizal Falconi. Namun, khusus untuk Arki, pemain yang besar di Amerika Serikat (AS) tersebut sudah mulai menjalani latihan ringan. Pemain berkepala plontos itu pun diharapkan sudah fit saat IBL 2020 bergulir.

Sedangkan untuk Prawira, Andri Syahrel Octreanes selaku manajer, membeberkan  alasan mengapa tim menunjuk Gibbi. Menurutnya, Prawira ingin memperbaiki penampilan, sekaligus menghibur pencinta basket Kota Kembang. Musim lalu, Prawira berakhir di posisi keempat Divisi Merah.

Adapun durasi kerja sama, Prawira hanya akan mengontrak Gibbi selama satu musim. Jika mampu mewujudkan harapan tim, bukan tak mungkin Prawira akan memperpanjang. “Yang jelas, dengan rekam jejaknya yang mentereng, kami ingin Prawira maju bersama Gibbi,” Syahrel menjelaskan.*KRISNA C. DHANESWARA

L
Penulis
Lily Indriyani Sukmawati