news
FORMULA 1
Renault Optimistis Kejar McLaren di Sisa Musim
03 October 2019 13:05 WIB
berita
Daniel Ricciardo jadi tumpuan Renault.
SOCHI – Prinsipal Renault Cyril Abiteboul mengincar hasil positif dalam lima lomba terakhir Formula 1 (F1) 2019. Pada putaran ke-16 di Sirkuit Sochi, Rusia, Minggu (29/9), mereka hanya meraih satu poin. Hal itu membuat mereka makin sulit mengejar McLaren yang ada di urutan keempat klasemen konstruktor.

Tahun ini, Renault harus memerima fakta bahwa tak lebih baik daripada McLaren yang menggunakan mesin mereka. Namun, kinerja tim asal Inggris itu sepanjang tahun ini lebih baik dan memiliki sasis yang lebih cocok dengan karakter mesin. Kinerja mereka juga cukup konsisten untuk finis di urutan 10 besar.




Baca Juga :
- Finis Kelima di Jepang, Sainz Jr dan McLaren Bangga
- Line Up Sementara Pembalap Formula 1 Musim 2020: 11 Pembalap Belum Pastikan Bertahan




Renault saat ini tertinggal 33 angka dari McLaren yang ada di urutan keempat klasemen konstruktor dengan 101 poin. Namun, Abiteboul yakin tim dapat mengejar ketinggalan pada lima putaran sisa, musim ini. Untuk itu, ia ingin teknisi serta duo pembalap, Daniel Ricciardo dan Nico Hulkenberg, tampil baik.

“Perjalanan masih panjang. Tapi, semakin kita melangkah jauh, tantangan akan lebih berat. Secara matematis, masih memungkinkan untuk kami mengejar McLaren. Ambisi tim masih sama dan akan tetap fokus di setiap perlombaan tersisa. Kami tak akan menyerah,” kata Abiteboul seperti dilansir Autosport.com.


Baca Juga :
- Kontrak Sirkuit Silverstone Diperpanjang, F1 GP Britania Raya Bertahan Sampai 2024
- Ricciardo Ingin Renault Tiru McLaren


Renault sebenarnya tampil kuat saat latihan bebas dan kualifikasi. Itu terbukti ketika Ricciardo dan Hulkenberg selalu menembus kualifikasi (Q) 3 pada empat putaran terakhir. Tapi, saat lomba, hasil yang mereka dapat tak bagus. Mereka hanya sukses di GP Italia, 8 September, ketika finis keempat dan kelima.

“Hasil akhir kami tak terlalu baik sejak kembali dari jeda musim panas. Padahal, R.S.19 memiliki kecepatan dan potensi besar. Kami berhasil menempatkan dua mobil di 10 besar kualifikasi, empat lomba terakhir. Tapi, tiga dari empat lomba terakhir, kami berhadapan dengan masalah dan insiden,” ujar Abiteboul.

Bahkan, di Grand Prix (GP) Rusia, Ricciardo gagal menyelesaikan lomba karena senggolan dengan pembalap Alfa Romeo Racing, Antonio Giovinazzi. Itu membuat bagian suspense mobilnya bermasalah dan menjadi sulit dikendalikan. Hulkenberg pun gagal memaksimalkan R.S.19 untuk finis di posisi lebih baik.

“Senggolan dengan Giovinazzi membuat sistem kemudi mobil Daniel bermasalah dan kami memutuskan untuk berhenti. Kami menduga itu karena suspensi yang rusak tapi ada beberapa bagian yang bermasalah. Saya tak ingin menyalahkan insiden atas hasil buruk. Kami harus pastikan itu tak terjadi,” kata Abiteboul.

Khusus soal Hulkenberg, Abiteboul mengatakan Virtual Safety Car (VSC) membuatnya kesulitan karena ban terlalu dingin. “Itu benar-benar buruk karena mobil memiliki potensi bagus. Tapi, saya tak ingin berkata banyak karena kami harus bekerja keras dan mencetak banyak poin. Itu yang kami perlukan,” ujarnya.

Menghadapi lomba berikutnya di Sirkuit Suzuka, Jepang, 13 Oktober mendatang, Abiteboul yakin Renault bakal tampil kuat. “Di atas kertas, trek bersahabat dengan mobil. Di sana ada beberapa tikungan berkecepatan tinggi, yang bisa membantu kami membuat lap tercepat. Kami juga punya beberapa perubahan,” kata Abiteboul.

Pria asal Prancis itu menegaskan, kualifikasi tetap jadi hal penting untuk meraih hasil terbaik di Suzuka. “Faktanya, kami memiliki empat kualifikasi beruntun di mana kedua mobil masuk 10 besar. Itu mengindikasikan, bahwa mobil memiliki potensi besar. Kami akan berusaha menjaga momentum,” ucapnya.*MUHAMAD FADLI RAMADAN DARI BERBAGAI SUMBER

loading...
L
Penulis
Lily Indriyani Sukmawati
news
news