BASKET
Gelar Rookie Combine, IBL Libatkan Legenda
02 October 2019 14:05 WIB
berita
Ilustrasi pertandingan IBL 2018.
JAKARTA – Indonesian Basketball League (IBL) mulai memberikan panggung kepada calon rookie yang akan mentas, 9-11 Oktober mendatang. Kemampuan mereka bakal diuji dalam IBL Rookie Combine di The Hawk Basketball, Bumi Serpong Damai (BSD), Tangerang, Banten.

Peserta rookie combine adalah 40 pemain yang berasal dari Liga Mahasiswa dan calon pemain pemula lewat jalur pendaftaran Pengurus Pusat Persatuan Basket Seluruh Indonesia (PP Perbasi). Nantinya, mereka akan dipilih pada IBL Draft yang berlangsung 13 November mendatang.




Baca Juga :
- DKI-Jabar Pertanyakan Dasar Balon Didukung Minimal 15 Pengprov
- Eropa "Serang" IBL 2020




Untuk gelaran rookie Combine, IBL akan menggunakan pelatih asing yang dikirim Federasi Basket Internasional (FIBA). Dalam menjalankan tugasnya, sang arsitek akan dibantu oleh asisten yang berstatus legenda IBL. Total, ada tiga orang yang akan mengisi posisi tersebut.

Ketiganya sukses membawa Aspac (sekarang Stapac) Jakarta ke era keemasan seperti Antonius Joko Endratmo, Saut Lombok Johnson, dan serta Andy “Batam” Poedjakusuma. Direktur Utama IBL, Junas Miradiarsyah, menganggap ini sebagai bentuk apresiasi terhadap mantan pemain.


Baca Juga :
- Timnas Basket 3x3 Indonesia Dapat Suntikan Dana
- Timnas Ikut Serta dalam IBL 2020


“Selain untuk menghormati jasa pemain lama, para calon rookie bisa mendapatkan inspirasi dari mereka yang pernah sukses. Semua tahu, bagaimana reputasi Joko, Saut Lombok, dan Batam. Mereka adalah pemain yang sangat sukses di masanya,” kata Junas di Jakarta, Selasa (1/10).  

Tak hanya asisten pelatih, akan ada dua mentor yang dihadirkan IBL. Namun, posisi tersebut akan diisi oleh pemain yang masih aktif: Wendha Wijaya dan Abraham Wenas. Khusus untuk Wendha, pemain NSH Jakarta itu kenyang pengalaman hingga dinilai layak membimbing calon rookie.

Adapun untuk Wenas, pemain Amartha Hangtuah tersebut memang baru akan menjalani musim ketiganya di IBL. Tapi, ia dipercaya bisa menjadi anutan. Pasalnya, Wenas merupakan salah satu pemain muda yang terbilang sukses. Pada IBL 2017/18, ia meraih predikat Rookie of the Year.

“Wendha, kita semua sudah tahu bagaimana jam terbangnya di basket. Tapi, untuk Wenas, walau masih muda namun sudah menjadi bintang. Untuk itu, dia bisa berbagi tips kepada pemain muda soal bagaimana caranya mampu tampil gemilang di awal karier IBL,” Junas menuturkan.

IBL juga akan menggandeng mantan pemain Satria Muda Pertamina Jakarta, Christian Ronaldo Sitepu. Sosok yang akrab disapa Dodo tersebut bakal mengisi kelas motivasi, yang menjadi salah satu sesi rookie combined. IBL berharap, gelaran ini berguna untuk calon-calon pemain anyar.

Ubah Aturan

Pada kesempatan ini, Junas menjelaskan perubahan aturan rookie. Musim lalu, pemain muda yang dipilih dalam draft ronde pertama wajib diberi kontrak dua tahun. Namun, saat ini, hanya semusim. Hal yang sama bakal berlaku untuk rookie ronde kedua maupun undrafted.

Selain dari jalur draft, klub-klub peserta IBL 2020 juga diperbolehkan untuk memasukkan satu pemain binaan sebagai pebasket pemula. “Banyak hal yang melatarbelakangi kenapa kami hanya mewajibkan (klub memberi) kontrak setahun untuk rookie,” Junas menambahkan.

Sama seperti gelaran sebelumnya, draft rookie digelar bersamaan dengan draft pemain asing. Untuk diketahui, musim ini, setiap tim IBL diperbolehkan menggunakan tiga pemain asing. Namun, hanya dua orang yang boleh diturunkan. Batasan tinggi pebasket impor pun dipukul rata, 200 cm.

Aturan ini dibuat agar bigman lokal lebih mudah menghadapi center asing. Terkait batasan gaji, untuk tiga pemain, setiap klub hanya boleh mengeluarkan 6.000 dolar (sekitar Rp 85,2 juta) per bulan. “Sedangkan subsidi gaji pemain asing, Rp 250 juta per tahun. Sebelumnya, Rp 200 juta,” kata Junas.*KRISNA C. DHANESWARA

L
Penulis
Lily Indriyani Sukmawati