news
LIGA CHAMPIONS
I Partenopei Ganti Wajah Lagi
02 October 2019 12:02 WIB
berita
Pelatih Napoli Carlo Ancelotti memiliki segudang ide untuk mengantisipasi lawan.-Topskor.id/istimewa-
GENK – Sudah tujuh pertandingan dilalui SSC Napoli di semua kompetisi musim ini, tapi menariknya Carlo Ancelotti tak pernah menurunkan komposisi yang sama. Ada yang bilang sang pelatih belum menemukan formula terbaik, lainnya berpendapat pria 60 tahun itu masih ingin bereksperimen. Namun, satu hal yang pasti, Carletto ingin pasukannya selalu segar setiap pertarungan, termasuk saat menghadapi KRC Genk di Liga Champions, Rabu (2/10) malam.

Bagi sebagian pelatih, rotasi berlebihan terkadang menciptakan masalah berupa inkosistensi. Namun, Ancelotti justru memandang hal tersebut sebagai cara mempertahankan kekompakkan sekaligus level kompetitif dalam skuat Napoli. Di samping itu, dia sangat sadar dengan kualitas I Partenopei: “Jika tidak punya pelapis bagus, tentu saya tak sering mengganti komposisi pemain,” katanya.




Baca Juga :
- Insiden Hampir Dua Dekade Lalu Terulang di Paris
- Penyerang Sayap PSG Ini Tunjukkan Sisi Humanis




Ancelotti adalah pelatih berpengalaman yang tahu apa yang dilakukannya. Ada alasan fisik di balik kebijakan rotasi, tapi yang tak kalah penting adalah pertimbangan taktik. Setiap kali menurunkan komposisi berbeda, Ancelotti sudah menganalisis kekuatan lawan. Jadi, tim yang main saat itu sesuai dengan kebutuhan. Melawan Cagliari Calcio, misalnya, dibutuhkan duet penyerang cepat dan licin: Dries Mertens dan Hirving Lozano jadi pilihan. Sedangkan di Brescia, Ancelotti memadukan kekuatan dan speed: hasilnya Fernando Llorente dan Mertens.

Rotasi dibutuhkan Ancelotti untuk menghemat energi selain mencari hasil maksimal. Pasalnya, di era modern ini, tim yang lolos di semua kompetisi bisa memainkan lebih dari 50 pertandingan. Memasang komposisi yang sama terus-menerus hanya akan menguras fisik pemain, dan imbasnya bakal keteteran ketika musim memasuki periode penting. Ketika Ancelotti melakukan banyak pergantian, artinya dia menyiapkan sebuah tim tangguh yang takkan kesulitan ketika satu-dua pemain absen.


Baca Juga :
- Catatkan Rekor 100 Persen Kemenangan, Muenhcen Dibayangi Kutukan
- Atalanta Spektakuler Dibangun Gasperini sejak 2016


Tim yang akan turun di Genk nanti akan memiliki wajah berbeda dibanding Brescia. Di bawah mistar, Alex Meret siap kembali beraksi, sementara bek andalan Kalidou Koulibaly juga bermain lagi usai skors di Seri A. Komposisi lini tengah mayoritas masih sama, kecuali Lorenzo Insigne yang akan kembali mengisi sisi kiri lapangan. Mertens juga mempertahankan posisinya sebagai striker, mungkin kali ini didampingi Lozano demi menciptakan serangan ekstra cepat.

Mertens musim ini kembali jadi pilihan utama setelah melesakkan 5 gol dalam enam penampilan di semua kompetisi. Produktivitasnya membuat penyerang Belgia itu terus mendekati rekor Diego Maradona di tabel top scorer sepanjang masa Napoli, kini hanya terpaut satu gol (114-115). Setelah menjebol gawang Liverpool FC pada laga pembuka Grup E, Mertens siap melanjutkan ketajaman di kandang Genk.

“Mertens adalah pemain hebat, juga cerdas. Dia bisa main di posisi manapun di lini depan, dan memiliki dua kaki sama kuat. Kami akan waspada,” ujar pelatih Genk Felice Mazzu. “Kami akan berusaha memainkan laga dengan baik, terutama dari segi mental dan motivasi. Saya harap tifosi memberi dukungan maksimal.”

Bukan berarti Genk tak punya senjata untuk melukai Napoli. Dia adalah Mbwana Samatta, penyerang asal Tanzania yang siap berduel dengan Koulibaly. “Saya sudah pernah menghadapinya di Piala Afrika, Kalidou adalah salah satu yang terbaik di dunia. Saya tahu akan sulit, tapi saya akan mengerahkan segala kemampuan,” kata striker yang sebelumnya juga sukses membobol gawang RB Salzburg di laga pertama.* Dari berbagai sumber

GENK (4-4-1-1)
28 Coucke; 31 Maehle, 33 Lucumi, 6 Dewaest, 21 Uronen; 7 Ito, 17 Hrosovsky, 25 Berge, 77 Ndongala;
8 Heynen; 10 Samatta;
Cadangan: 26 Vandevoordt, 4 Wouters, 46 Cuesta, 2 De Norre, 27 Bongonda, 23 Hagi, 18 Onuachu;
Pelatih: Felice Mazzu

NAPOLI (4-4-2)
1 Meret; 22 Di Lorenzo, 44 Manolas, 26 Koulibaly, 6 Rui; 7 Callejon, 5 Allan, 8 Ruiz, 24 Insigne;
14 Mertens, 11 Lozano;
Cadangan: 25 Ospina, 13 Luperto, 2 Malcuit, 12 Elmas, 20 Zielinski, 9 Llorente, 99 Milik;
Pelatih: Carlo Ancelotti

loading...
X
Penulis
Xaveria Yunita
news
news