news
LIGA SPANYOL
Incar Kemenangan Pertama di Mestalla
02 October 2019 13:10 WIB
berita
Penyerang baru Valencia, Maxi Gomez tidak sabar untuk beraksi di panggung Liga Champions.-Topskor/ist
VALENCIA – Start apik dilakukan Valencia CF di Liga Champions dengan menumbangkan Chelsea FC. Kini, tantangan berat berikutnya adalah menantang tim kuat asal Belanda, AFC Ajax dalam laga matchday kedua Grup H. Kedua tim sadar kemenangan di Stadion Mestalla pada Rabu (2/10) atau Kamis dini hari WIB akan menjadikan mereka pemimpin tunggal di grup. Baik Valencia dan Ajax saat ini memang sama-sama mengumpulkan tiga poin.

Lebih dari itu, poin maksimal di stadion tersebut akan menjadi yang pertama bagi Albert Celades (pelatih Valencia) dan juga Ajax. Celades memang belum pernah merasakan kemenangan di depan publiknya sendiri sejak menggantikan Marcelino Garcia Toral. Duel kontra Ajax akan menjadi laga ketiganya di Mestalla, setelah di dua laga sebelumnya berakhir seri: CD Leganes (3-3) dan Getafe CF (1-1).




Baca Juga :
- Arena Darah Muda di Mestalla
- Asa Mengembalikan Hegemoni Spanyol




Sementara bagi Ajax, ini juga kali ketiga kunjungan mereka ke Mestalla. Dua laga sebelumnya berakhir dengan skor identik 1-1 (fase grup Liga Champions 2002/03). Saat itu, de Godenzonen, julukan Ajax lolos hingga perempat final sebelum akhirnya disingkirkan AC Milan.

Valencia sendiri menyambut duel nanti dalam kepercayaan diri tinggi setelah menang 1-0 atas Athletic Bilbao di San Mames. Keberhasilan itu didapat berkat keputusan Celades yang mempertahankan skema 4-4-2, baik itu ketika menyerang maupun bertahan. Berbeda dengan pertandingan sebelumnya, ketika sang pelatih memakai 4-3-3 saat menggempur lawan.


Baca Juga :
- Ferran Impresif, Valencia Waspada
- Serangan Jadi Kunci di Stadion Johan Cruyff


Taktik itu kemungkinan akan kembali diulang saat menghadapi Ajax. Namun, Celades mungkin melakukan rotasi dengan memberi kesempatan kepada Gabriel Paulista dan Goncalo Guedes. Untuk sektor serangan, Maxi Gomez dan Rodrigo Moreno masih dipercaya sebagai ujung tombak. Nama pertama dalam perfoma apik. Penyerang Uruguay itu telah mencetak dua gol (Getafe) dan menyakinkan saat lawan Bilbao meski tak mencetak gol.

Dia pun berhasrat menambah pundi-pundi golnya ke gawang Ajax. “Bermain di Liga Champions merupakan sesuatu yang menakjubkan. Saya biasa melakukannya melalui Playstation. Saya selalu berusaha mencetak gol di tiap pertandingan, entah itu di LaLiga, sesi latihan, Liga Champions. Saya berharap Rabu ini diberikan kesempatan dan saya dapat mencetak gol pertama saya di Liga Champions,” ujar Maxi.

Sementara Ajax datang dengan catatan terkalahkan sepanjang musim ini. Erik ten Hag selaku pelatih Ajax menerapkan sepak bola simpel, dan membuat lawan-lawannya kewalahan. Ia bisa menggunakan 4-3-3, tetapi terkadang dikombinasikan dengan 4-2-3-1. Permainannya terkonsentrasi pada penguasaan bola, operan pendek, serangan total.

Maka dari itu bukan lah suatu hal yang mengherankan apabila rata-rata ball possession yang mereka miliki lebih dari 60 persen dan akurasi operan mencapai 86 persen. Kekuatan mereka dirasa tak mengalami penurunan yang signifikan meski ditinggal oleh Frenkie De Jong dan Matthijs De Ligt.* GOGOR HAKIM DARI BERBAGAI SUMBER

 

 

loading...
D
Penulis
Dini Wulandari
news
news