news
TOP OPINI OLIMPYC
Cerdas! Ini Langkah Pacquiao Sempurnakan Kelegendaannya Jadi Juara Dunia Paling Sejati
01 October 2019 09:30 WIB
berita
Manny Pacquiao, juara dunia kelas welter WBA Super. -TopSkor.Id/Istimewa-
BANYAK yang didapat oleh seorang petinju jika dia punya sabuk juara dunia utama. Di tahap awal, tentu saja popularitas dan uang. Berikutnya, berupaya sekuat tenaga untuk tetap berada di posisi tersebut. Lalu, unifikasi gelar atau naik ke kelas yang lebih berat untuk menantang juara dunianya.

Semua itu sudah pernah dijalani dan dilalui oleh Manny Pacquiao. Untuk soal gelar juara dunia, Pacquiao masih tercatat sebagai satu-satunya petinju yang bisa jadi juara dunia di delapan kelas yang berbeda. Memang, tidak dalam waktu yang bersamaan tapi prestasi ini belum ada yang menyamai.




Baca Juga :
- Duel Tim Calon Degradasi, Pertaruhan Nasib Kabau Sirah
- Laga Timnas Malaysia Vs Indonesia Dipimpin Wasit Final Olimpiade 2016




Usai mengalahkan Keith Thurman pada 20 Juli lalu, posisi dan popularitas Pacquiao makin melesat. Kini, dia adalah pemegang sabuk juara dunia kelas welter WBA Super. Di posisinya saat ini, Pacquiao punya daya tawar yang sangat tinggi. Dia bisa menentukan siapa calon lawannya dan uang yang akan diterima jika baik ring.

Publik pun mencoba mengusik egonya dengan mencoba mempertemukan Pacquiao dengan Errol Spence Jr. Petinju asal Amerika Serikat ini baru saja mengalahkan Shawn Porter dan sehingga punya dua sabuk juara dunia kelas welter yaitu WBC dan IBF. Memang, bakal sangat luar biasa jika Pacquiao lawan Spence Jr.


Baca Juga :
- Gawat! Tiga Pemain Utama MU Ini Tidak Latihan Dua Hari, Dikhawatirkan Cedera
- Transformasi Canelo! Dari Ringan ke Berat Ringan, Bobot Merayap dari 61 kg ke 79 kg


Namun, Pacquiao punya strategi yang berbeda. Ditantang Spence Jr, dia santai saja. Malah, Pacquiao sudah menentukan calon lawannya yaitu Mikey Garcia dan pertarungan akan berlangsung di awal 2020. Mikey tak punya gelar sehingga ini pertarungan biasa yang sangat kentara Pacquiao cari uang. Sah saja sih.

Jika muncul anggapan Pacquiao menghindar dari Spence Jr juga wajar karena trik itu lazim. Utamanya jika calon lawan adalah petinju yang bisa mengalahkannya. Pacquiao sendiri memang pernah datang langsung melihat Spence Jr bertanding dan menyampaikan kalimat soal peluang bertarung dengannya.

Kini, saat kesempatan ada di depan mata, Pacquiao malah berbelok ke Mikey. Namun, jika dicermati, Pacquiao seperti sedang menyimpan sebuah rencana besar untuk kariernya. Ingat, usianya akan 41 tahun pada 17 Desember nanti. Dan, segalanya di dunia tinju ini sudah pernah dialami. Menang, kalah, prestasi, uang, dan popularitas.

Lalu, apa yang bisa dicapainya lagi? Ada yaitu gengsi dan menyempurnakan kelegendaannya. Untuk gengsi bisa didapat jika Pacquiao bisa kembali bertarung lawan Floyd Mayweather Jr meski itu peluangnya sangatlah kecil. Soal kesempurnaan legenda yang masih terbuka lebar di depan mata.

Di dunia tinju, di balik segala liku-liku bisnis dan trik yang agak rumit, ada satu prinsip sederhana yaitu menang di tiap pertarungan. Jadi, apa pun yang akan dijalani Pacquiao, dia tetap harus menang di semua pertarungan yang akan dilakoninya. Lawan siapa pun dan untuk status pertarungan apa pun.

Pacquiao harus tetap mengalahkan semua lawannya jika ingin menjalankan rencana besarnya. Paling pertama yang harus dikalahkan adalah Mikey. Banyak pengamat menganggap pertarungan lawan Mikey hanya syarat agar Pacquiao bisa dapat uang banyak lantaran dia pasti bisa mengalahkannya.

Senator Filipina ini tampak melepaskan Spence Jr untuk sesaat agar bisa dapat tangkapan yang lebih besar. Saat Pacquiao tak mau melawan Spence Jr, fan tinju dunia pun mendorong agar pemilik dua sabuk itu melawan Terence Crawford yang juga punya sabuk WBO. Pacquiao mungkin juga mengharapkan pertarungan itu terjadi. Spence Jr lawan Crawford memang sedang diupayakan.

Jika itu terjadi, bakal ada lagi laga unifikasi gelar dan pemenangnya akan punya tiga sabuk sekaligus. Usai pertarungan itulah Pacquiao akan muncul. Barulah dia bergerak untuk melawan siapa pun yang punya tiga sabuk itu. Spence Jr atau Crawford tak masalah. Ayo sini, lawan saya, begitu mungkin kata Pacquiao.

Pada momen itulah kelegendaan Pacquiao disempurnakan. Dia harus mengalahkan Spence Jr atau Crawford yang punya tiga sabuk lalu mengambilnya semua. Saat itulah dia jadi juara dunia kelas welter paling sejati di usia 41 tahun atau lebih. Upaya inilah yang sedang dirintis oleh Pacquiao.

Dia melawan Mikey untuk mengulur waktu sambil berharap Spence Jr menantang Crawford yang belum punya lawan. Waktu pertarungannya juga bakal di 2020. Setelah itu, barulah Pacquiao masuk menantangnya. Cerdas! Jika kalah pun, Pacquiao akan tetap punya status legenda.

Dia akan pensiun karena sudah makin uzur tapi Pacquaio telah menjalani pertarungan terakhirnya dan dikalahkan oleh petinju terbaik. Epik! Pada ujungnya, Pacquiao tetap “menang” apakah di ring dia kalah atau menang. Sedangkan soal uang, apa pun hasilnya, uang banyak akan tetap masuk ke rekeningnya. Hebat!*

loading...
D
Penulis
Dedhi Purnomo
BarC4!
news
news