news
UMUM
Efisiensi, Indonesia Malah Tambah Cabor ke SEA Games
01 October 2019 14:00 WIB
berita
CdM Indonesia untuk SEA Games, Harry Warganegara Harun.
JAKARTA – Negara peserta SEA Games XXX/2019 Filipina, termasuk Indonesia, memiliki waktu lebih panjang untuk menggodok siapa atlet dan ofisial yang akan didaftarkan. Ini menyusul keputusan Panitia Pelaksana SEA Games Filipina (PHISGOC) yang memundurkan deadline entry by name.

Sebelumnya, tenggat registrasi jatuh, (30/9). Namun, masalah jaringan membuat tuan rumah mengubahnya jadi Senin (7/10). Meski demikian, Chef de Mission (CdM) Indonesia untuk SEA Games 2019, Harry Warganegara Harun, sebut finalisasi kontingen tak perlu menunggu batas akhir pendaftaran.




Baca Juga :
- Beto Terancam Batal ke SEA Games
- Unggul Dulu, Timnas U-22 Indonesia Harus Puas Ditahan Imbang Iran




Ia memastikan, Rabu (2/10), pihaknya dan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) sudah menentukan cabang olahraga (cabor) dan nomor pertandingan yang akan diikuti oleh Kontingen Indonesia. Namun, CdM masih akan menggelar rapat lanjutan dengan Kemenpora.

Harry pun menegaskan, persiapan Indonesia menuju pesta olahraga se-Asia Tengga itu on the track. “Yang jelas, rapat yang berlangsung hari ini (kemarin) sudah menghasilkan sesuatu yang signifikan. Jadi, dalam waktu dekat, semua sudah bisa dipastikan,” ujar Harry kepada wartawan.


Baca Juga :
- Timnas U-22 Malaysia Berpeluang Diperkuat Pemain MLS Amerika Serikat
- Preview Indonesia U-23 vs Iran U-23, PR dan Target yang Diinginkan Indra Sjafri


Adapun keputusan yang dihasilkan dalam rapat kemarin, antara lain jumlah atlet yang diberangkatkan ke Filipina. Harry mengatakan, kurang lebih ada 663 nama yang akan membela Merah Putih di SEA Games 2019. Kalaupun angkanya mengalami perubahan, ia memastikan tak jauh dari 663.

Sedangkan untuk ofisial, berdasarkan aturan PHISGOC, setengah dari jumlah atlet yang diberangkatkan. Namun, Harry mengatakan jika Indonesia akan melakukan efisiensi. “Mungkin jumlah ofisial yang kami kirim 1:3 dengan atlet, bukan 1:2. Memang harus ada pengurangan,” ia mengungkapkan.

Terkait cabor yang akan diikuti Indonesia, Harry belum bisa memastikan. Namun, untuk sementara, Indonesia akan ikut 44 cabor dan 393 nomor. Menariknya, jika merujuk pada efisiensi, angka tersebut mengalami penambahan. Sebelumnya, Indonesia akan turun di 36 cabor SEA Games 2019.

“Yang perlu dicatat juga, masih banyak (pengurus) cabor yang mungkin mengubah susunan atlet. Jadi, kami masih menunggu. Yang jelas, kami pastikan, tidak ada yang perlu dikhawatirkan sebab persiapan Indonesia menuju SEA Games 2019 sudah on the track,” Harry menambahkan.

Sebagai catatan, maksimal, Indonesia akan ikut dalam 52 cabor dari total 56 yang dipertandingkan oleh Filipina. Menurutnya, Pemerintah masih melakukan pemetaan, cabor mana saya yang berpotensi menyabet emas, perak, dan perunggu dalam pesta olahraga dua tahunan tersebut.

Sekretaris Kemenpora (Sesmenpora) Gatot Sulistiyantoro Dewa Broto menyatakan, sesuai arahan mantan Menpora, Imam Nahrawi, komposisi atlet tetap 60 persen pelapis dan 40 persen elite. Kala itu, mereka menganggap bahwa SEA Games tak lagi menjadi fokus utama, melainkan Olimpiade.

Meski demikian, Gatot menegaskan, Kemenpora tak mengabaikan potensi medali karena target  yang mereka usung. Indonesia harus lebih baik dari SEA Games XIX/2017 Kuala Lumpur. Saat itu, Merah-Putih menempati peringkat kelima klasemen dengan 38 emas, 63 perak, dan 90 perunggu.

Catatan ini menjadi raihan emas paling sedikit sepanjang sejarah keikutsertaan Indonesia. Gatot menambahkan, jika Indonesia jeblok di SEA Games 2019, publik akan bertanya-tanya sebab pada Asian Games XVIII/2018, Indonesia gemilang lewat torehan 31 emas, 24 perak, dan 34 perunggu.

Sayang, saat ditanya target emas, Gatot enggan menjawab. Jika angka dibeberkan, publik akan menagih janji tersebut. “Akan aneh rasanya jika di Asian Games 2018 kami tampil bagus, malah hancur-hancuran di SEA Games yang kelasnya hanya Asia Tenggara,” ia menuturkan.*KRISNA C. DHANESWARA

loading...
L
Penulis
Lily Indriyani Sukmawati
news
news