news
POMNAS
POMNAS 2019 Berakhir, DKI Juara Umum
26 September 2019 22:30 WIB
berita
Penutupan POMNAS 2019 berlangsung meriah (Guustave Fabiano M)
JAKARTA – Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNAS) XVI/2019 Jakarta ditutup di Padepokan Pencak Silat, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Kamis (26/9) malam. Untuk kesekian kalinya, DKI Jakarta menjadi juara umum dengan torehan 75 emas, 54 perak, dan 34 perunggu.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) DKI Jakarta Achmad Firdaus mengaku bangga. Ini tak lain karena keberhasilan Badan Pembina Olahraga Mahasiswa (BAPOMI) DKI dalam membuktikan komitmen untuk mempertahankan gelar juara umum yang identik dengan skuat ibu kota. 




Baca Juga :
- Jatim Raih Emas Estafet, DKI Diskualifikasi
- Hasil Pertandingan Futsal POMNAS 2019, Senin 24 September




DKI memang terlalu superior sebab selisih emas mereka dengan peringkat kedua, Jawa Barat (Jabar), terlalu jomplang. Bayangkan, Jabar hanya meraup 24 emas, 20 perak, dan 37 perunggu. Jawa Timur (Jatim) yang menempati peringkat ketiga, meraih 22 emas, 17 perak, dan 34 perunggu.

Achmad berharap gelar juara umum POMNAS tak sekadar menjadi label belaka. Kualitas atlet-atlet DKI harus terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahunnya. Terlebih, ibu kota mengincar titel serupa dalam Pekan Olahraga Nasional (PON) XX yang diselenggarakan di Papua, 2020.


Baca Juga :
- Hasil Lengkap Final Basket POMNAS 2019: Banten Kawinkan Medali Emas
- Basket Putranya Taklukkan Jateng, Banten Kawinkan Medali Emas POMNAS 2019


“Kami tidak ingin atlet-atlet DKI ini hanya sekadar juara. Tapi, kualitas dari sang juara ini harus benar-benar bagus, terbaik. POMNAS ajang yang sangat bagus untuk mengasah kemampuan atlet, utamanya bagi mereka yang masih menimba ilmu di perguruan tinggi,” Achmad mengungkapkan.

Kadispora juga mengaku senang karena ada beberapa atlet DKI yang membela kontingen lain dalam POMNAS 2019. Bahkan, pada beberapa cabang, mereka berhadapan. Fakta ini akan semakin memudahkan KONI DKI dalam menentukan atlet untuk memperkuat daerah dalam PON 2020.

Sebagai catatan, POMNAS berbeda dengan PON, di mana atlet yang tampil harus berdomisili di daerah yang bersangkutan. Sedangkan untuk POMNAS, dasar penentuan atlet mengacu pada kampus tempat mereka menimba ilmu. Banyak atlet DKI yang kuliah di kampus-kampus Jabar.

Kan banyak atlet DKI yang juga kuliah di Depok, Bandung, dan kota-kota lain. Jadi, mereka membela daerah lain dalam dalam POMNAS kali ini. Kalau sudah saling bertemu di POMNAS seperti ini, para pelatih bisa menjadikan POMNAS sebagai ajang seleksi juga,” Achmad menambahkan.

Kemarin, Ketua BAPOMI DKI Jakarta Achmad Sofyan Hanif mengaku bersyukur karena pihaknya meraih kesuksesan besar dalam POMNAS 2019. Tak hanya menjadi tuan rumah yang baik, DKI juga mampu meraih prestasi tertinggi dengan memuncaki klasemen akhir medali ajang tersebut. 

Sofyan berharap, dalam POMNAS edisi mendatang yang berlangsung di Sumatra, DKI kembali meraih gelar juara umum. “Sudah 16 kali penyelenggaraan POMNAS, kami selalu juara umum. Berikutnya, harus juara umum lagi. Kami cukup optimistis hal tersebut terwujud,” ia menuturkan.

Penutupan Meriah

Upacara Penutupan POMNAS 2019 berlangsung meriah. Penyelenggara mendatangkan grup band ska legendaris, Tipe-X. Saat mereka tampil, seluruh atlet yang hadir di TMII ikut bergoyang seolah ingin melepas ketegangan usai melakoni persaingan sengit.

Apalagi, saat beberapa tembang andalan seperti Mawar Hitam dan Kamu Tak Sendirian dimainkan. “Kami sangat senang karena atlet sangat antusias di acara penutupan. Intinya, gelaran ini sangat memuaskan,” Sofyan mengungkapkan.*KRISNA C. DHANESWARA

L
Penulis
Lily Indriyani Sukmawati