news
MOTOGP
Kans Juara Hilang, Dovizioso Salahkan Lorenzo
26 September 2019 11:00 WIB
berita
Andrea Dovizioso
BOLOGNA – Andrea Dovizioso belum bisa melupakan insiden pada putaran keenam MotoGP 2019 di Sirkuit Barcelona, Katalunya, 16 Juni lalu. Pembalap Mission Winnow Ducati itu menganggap hal tersebut yang menyebabkan peluangnya meraih gelar juara dunia, tahun ini, kandas.

Insiden yang dialami Dovizioso dalam Grand Prix (GP) Katalunya disebabkan pembalap Repsol Honda, Jorge Lorenzo. Turut terlibat di dalamnya, dua rider Monster Energy Yamaha MotoGP, Valentino Rossi dan Maverick Vinales. Kejadian ini membuat Marc Marquez melaju tanpa gangguan.




Baca Juga :
- Jorge Lorenzo Resmi Pensiun
- Zarco Gantikan Nakagami, Indikasi Honda Bakal Depak Lorenzo Menguat




“Saya bukan orang yang suka mencari alasan dan tak ingin seperti itu. Tapi, saat mengalami insiden yang tak disebabkan diri Anda sendiri, itu mengubah segalanya. Sebelum lomba di Barcelona, kami memang tertinggal tapi cukup dekat. Insiden di Katalunya membuat kami lumpuh,” kata Dovizioso via Motorsport.com.

Sebelum GP Katalunya, Dovizioso hanya tertinggal 12 angka dari Marquez yang memimpin klasemen dengan 115 poin. Insiden yang membuatnya gagal finis menyebabkan jarak dengan Marquez semakin jauh. Terlebih, pada dua lomba berikutnya di GP Belanda dan Jerman, dirinya juga gagal naik podium.


Baca Juga :
- Dovizioso: Marquez Sulit Dianalisis
- Sempat Hilang Ingatan, Dovizioso Mulai Membaik


“Hanya kami yang mampu bertarung dengan Marc pada paruh pertama, musim ini. Sayang, saya kembali mengalami insiden di Silverstone. Tapi, bukan berarti kami mampu menandingi Marc tanpa dua insiden tersebut. Pasalnya, hanya di Austria saya bisa finis di depan dia,” kata pria yang biasa disapa Dovi itu.

Tahun ini, Marquez kembali jadi pembalap terkuat di MotoGP dan itu diakui Dovizioso. “Ini kenyataannya dan kami harus bisa lebih baik di beberapa aspek yang telah kami sadari. Tapi, tak ada seorang pun saat ini yang dapat mengalahkan Marc. Jadi, kami semua harus menemukan solusi,” ujar pembalap asal Italia itu.

Pada lomba berikutnya di Sirkuit Internasional Buriram, Thailand, 6 Oktober mendatang, Marquez berpeluang meraih gelar MotoGP keenam. Pasalnya, saat ini, ia hanya butuh keunggulan dua angka dari Dovizioso untuk memenangi gelar. Dovizioso pun merasa sulit finis di depan Marquez di lomba berikutnya.

“Perlombaan akan sangat sulit tapi tak ada yang tak mungkin, jadi kami akan terus berjuang hingga akhir. Di Aragon kami tak terlalu bersemangat karena latihan bebas dan kualifikasi tak berjalan baik. Tapi, kami berhasil finis podium kedua dan itu menunjukkan bahwa kami tak boleh menyerah,” kata Dovi.

Merujuk pada hal itu, konsisensi Dovizioso pun dipertanyakan. Pasalnya, ia cukup kuat di awal musim dan mulai kesulitan sejak insiden di GP Katalunya. “Kami memahami dengan baik apa yang sedang terjadi dan tetap bekerja dengan tenang. Saat balapan, kami hampir selalu membawa pulang hasil maksimal,” ujarnya.

Danilo Petrucci, rekan setimnya, juga belum meraih hasil terbaik sejak terakhir podium ketiga di GP Katalunya. “Apa yang kami butuhkan demi mengalahkan Marc? Ducati selalu bekerja keras tapi sulit mengatakan perbaikan yang harus kami lakukan. Sudah jelas kami harus lebih baik,” pembalap asal Italia itu menambahkan.

Tapi, Petrucci tak ingin Ducati melakukan perubahan besar pada Desmosedici karena motor sudah kuat. “Saya tak yakin perubahan harus dilakukan. Kami hanya harus lebih baik di semua aspek karena tak boleh lupa, Ducati sedang menghadapi pembalap terkuat dalam sejarah, yang juga punya motor kuat,” katanya.*MUHAMAD FADLI RAMADAN DARI BERBAGAI SUMBER

loading...
L
Penulis
Lily Indriyani Sukmawati
news
news