news
POMNAS
Petenis Nasional Ini Raih Emas POMNAS
25 September 2019 20:30 WIB
berita
Petenis asal DKI Jakarta, M Rifqi Fitriadi, raih emas tunggal putra, Rabu (25/9).
JAKARTA – Petenis asal DKI Jakarta, Muhammad Rifqi Fitriadi, tak terbendung dalam Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNAS) XVI/2019 Jakarta. Sepanjang yampil di Lapangan Tenis Gelanggang Mahasiswa Soemantri Brodjonegoro (GMSB), Kuningan, Jakarta itu tak kehilangan set.

Statusnya sebagai salah satu pemain Tim Davis Indonesia, jadi pembeda. Rifqi mampu menunjukkan kualitas, termasuk pada babak final yang berlangsung, Rabu (25/9). Rifqi tanpa kesulitan menundukkan Bagus Laksono dari Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dengan skor 6-3, 6-0.




Baca Juga :
- Tekad Baja Petenis Pulau Madura
- Putri Jawa Tengah Sabet Medali Emas Hoki Indoor, DKI Jakarta Gagal Kawinkan Gelar




Kendati terbilang mulus, petenis yang menimba ilmu di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Ganesha tersebut mengatakan perjalanannya dalam POMNAS 2019 cukup berat. Sejak babak awal, lawan-lawannya menunjukkan semangat tinggi untuk bisa menghentikan langkah Rifqi di GMSB.

Alhamdulillah, saya bisa mengatasi tekanan yang muncul sepanjang POMNAS. Hasil positif ini tentu menggembirakan. Saya bersyukur kepada Allah SWT karena diberi berkah sebagai peraih medali emas dalam POMNAS 2019,” ujar Rifqi usai mengalahkan Bagus Laksono di GMSB, kemarin.


Baca Juga :
- DKI Jakarta Raih Medali Emas Karate POMNAS Nomor Kumite Beregu
- Puncaki Klasemen, Putra-Putri DKI Jakarta Potensi Kawinkan Medali Emas Hoki Indoor


Hasil di POMNAS diakui Rifqi memacu semangatnya sebelum tampil dalam SEA Games XXX/2019 Filipina, 30 November-11 Desember mendatang. Sekadar informasi, Pengurus Pusat Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (PP Pelti) memilihnya untuk masuk pemusatan latihan nasional (pelatnas).

Namun, dalam pesta olahraga dua tahunan itu, Rifqi tak ditargetkan medali apa pun oleh PP Pelti. Kendati demikian, dirinya diharapkan mampu menunjukkan performa terbaik di Filipina. Organisasi pimpinan Rildo Ananda Anwar itu berharap Rifqi jadi pemain andalan Indonesia di masa depan.

Sejauh ini, Indonesia masih berharap kepada Christopher Rungkat yang sedang fokus melakoni tur ATP. “Persaingan di SEA Games 2019, berat. Namun, saya siap karena ini adalah pengalaman berharga buat saya. Jadi, saya harus bisa menunjukkan performa sebaik-baiknya,” kata Rifqi.

Adapun di nomor tunggal putri, medali emas jatuh ke tangan DIY. Novela Rezha Putria Sari berhasil mengalahkan eks anggota Tim Fed Indonesia, Deria Nur Haliza, yang membela DKI Jakarta. Novela sempat kehilangan gim kedua sebelum akhirnya mampu menutup pertandingan dengan 6-2, 2-6, dan 6-3.

Novela mengaku kehilangan fokus saat pertandingan memasuki set kedua. Di sisi lain, kondisi tersebut dapat dimanfaatkan Deria untuk memperkecil ketinggalan. Novela pun menganggap laga final POMNAS, kemarin, sebagai pembelajaran agar bisa lebih baik di masa mendatang.

Target tinggi pun ia usung, yakni jadi salah satu penghuni pelatnas. “Setelah (kemenangan) ini, saya ingin terus meningkatkan kemampuan karena secara umum, perjuangan dalam POMNAS kali ini memang berat. Dalam waktu dekat, saya juga ingin masuk pelatnas,” Novela mengungkapkan.

Balas Dendam

Sekadar informasi, kemenangan atas Deria di nomor tunggal sekaligus jadi ajang balas dendam. Sebelumnya, Novela yang berpartner dengan Achad Imam dihentikan oleh Rifqi/Deria dengan skor 4-6, 6-7 (6), 10-2.

DKI keluar sebagai juara umum cabang olahraga tenis POMNAS 2019. Total, tuan rumah mengumpulkan tiga emas, satu perak, dan dua perunggu. Adapun peringkat kedua diisi oleh DIY dengan satu emas dan tiga perak.

“Memang, pada akhirnya saya gagal mendapatkan emas di tunggal. Namun, mampu menyumbangkan emas di ganda campuran sekaligus membantu DKI menjadi yang terbaik di tenis. Itu sudah luar biasa,” kata Deria.*KRISNA C. DHANESWARA

L
Penulis
Lily Indriyani Sukmawati