news
POMNAS
DKI Jakarta Dominasi Final Bulu Tangkis Perorangan
24 September 2019 22:10 WIB
JAKARTA – Cabang olahraga (cabor) bulu tangkis jadi lumbung emas bagi kontingen DKI Jakarta dalam Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNAS) XVI/2019. Pada nomor individu, tuan rumah meraup empat emas dari total lima yang dipertandingkan di GOR Kecamatan Pulogadung, Jakarta, Selasa (24/6).

Tercatat hanya nomor tunggal putri yang gagal dimenangi oleh DKI Jakarta. Isra Fadillah yang menempati unggulan kedua, secara mengejutkan takluk di tangan pebulu tangkis Jawa Tengah (Jateng), Debora Pungky Cahyadewi dengan dua gim langsung, 15-21, 11-21.




Baca Juga :
- Menang Mudah, Rinov/Mentari ke Perempat Final
- PBSI Ingin Melebihi Target di SEA Games 2019




Namun, pada sektor lain, DKI tak terbendung. Bahkan, tiga di antaranya mementaskan all DKI final, yakni tunggal putra, ganda putra, dan ganda campuran. Unggulan pertama, Vicky Angga Saputra tak kesulitan mengandaskan Sofyan Kurniawan, 21-3, 21-19.

“Pastinya senang karena setelah menang di (nomor) beregu (putra), saya dapat emas lagi di perorangan. Saya berhadapan dengan sesama atlet DKI, awalnya seperti berjalan mudah namun memasuki gim kedua, Sofyan bermain bagus,” ujar Vicky usai pertandingan.


Baca Juga :
- Gratis Buat Penonton, Kejurnas PBSI 2019 Digelar di Palembang
- Hasil Final Bulu Tangkis French Open 2019, Indonesia dan Korsel Terbanyak


Sedangkan untuk ganda putra, Amri Syahnawi/Rheinard Dhanriano menghadapi Reza Dwicahya Purnama/Sofyan Kurniawan, kemarin. Berstatus unggulan pertama, Amri/Rheinard menang 21-16, 3-0 retired karena Sofyan mengalami cedera.

Ia diduga mengalami kram akibat kelelahan lantaran harus melakoni dua final, kemarin. Sofyan pun harus puas menjejak podium kedua dalam POMNAS 2019. “Tapi, tidak apa-apa karena yang terpenting DKI mampu menguasai cabang bulu tangkis,” ucap Sofyan.

Pemandangan menarik terjadi di final ganda campuran, di mana Amri dan Rheinard berubah menjadi lawan. Ya, Amri berpasangan dengan Brigita Marcella Rumambi sedangkan Rheinard berjuang bersama Monika Insany di GOR Kecamatan Pulogadung.

Rheinard/Monika berhasil mendapatkan emas setelah menang straight gim, 21-17, 21-18. Usai pertandingan, Rheinard mengaku bangga dengan pencapaiannya dalam POMNAS edisi ke-16 tersebut lantaran sukses mengawinkan emas ganda putra dan campuran.

Ia pun berharap, raihan dalam pesta olahraga untuk kalangan perguruan tinggi tersebut menjadi momentum positif untuk menembus level kompetisi yang lebih tinggi. Sebagai pemain, Rheinard ingin membela Indonesia di ajang internasional. 

“Saya memang punya target berjaya di POMNAS. Namun, tetap tak menyangka bisa mendapatkan dua emas di nomor perorangan ini. Apalagi, waktu di beregu juga dapat. POMNAS kali ini tak akan bisa saya lupakan,” Rheinard mengungkapkan.

Adapun untuk nomor ganda putri, Brigita yang berduet dengan Monika, hadir sebagai unggulan kedua. Kemarin, pasangan ini bertemu dengan favorit juara asal Jawa Barat (Jabar), Rayhan Vania Salsabila/Sinta Arum Antasari.

Hasilnya, Brigita/Monika menang dua gim langsung 21-15,21-15. “Lawan yang kami hadapi di final tentu berat sebab mereka unggulan pertama. Tapi, kami berusaha tampil tenang. Bersyukur bisa mengendalikan permainan,” ujar Monika usai kemenangannya.

Sama seperti Rheinard, Monika menjadikan ini sebagai bekal untuk melangkah ke jenjang yang lebih tinggi. Menurutnya, POMNAS jadi ajang tepat untuknya menempa skill dan mental. “Ini adalah pencapaian yang luar biasa,” ia menambahkan.*KRISNA C. DHANESWARA

loading...
L
Penulis
Lily Indriyani Sukmawati
news
news