news
MOTOGP
Vinales: Saya Tak Punya Kekuatan untuk Melawan Ducati
24 September 2019 11:30 WIB
berita
Maverick Vinales
ARAGON – Pembalap Monster Energy Yamaha MotoGP Maverick Vinales mengaku kesulitan mempertahankan kecepatan pada putaran ke-14 MotoGP 2019 di Sirkuit Motorland Aragon, Aragon, Minggu (22/9). Ia harus berjuang keras karena ban belakang motor kerap tergelincir.

Yamaha YZR-M1 punya kelemahan pada ban belakang karena cepat habis akibat terlalu banyak berputar. Itu karena YZR-M1 tak punya daya cengkeram yang baik dan itu membuat motor tak bisa mengeluarkan potensi terbaik. Terlebih, saat bertarung ketat seperti di Grand Prix (GP) Aragon.




Baca Juga :
- Marquez Wajib Pangkas Jarak dari Ducati
- Dovi: Marquez Itu Selain Cepat, Juga Cerdik




“Saya tak memiliki kekuatan untuk melawan Ducati di trek lurus. Bahkan, jika bisa menyalip di tikungan, mereka dapat mengalahkan saya dengan mudah. Tak ada peluang mengalahkan Jack Miller atau Andrea Dovizioso. Tapi saya selalu melakukan yang terbaik,” kata Vinales via Motorsport.com.

Sirkuit Motorland Aragon jadi salah satu yang paling sulit bagi Yamaha sejak trek masuk kalender balap, 2010. Mereka tercatat baru mendapatkan sembilan podium, termasuk dua kemenangan, masing-masing 2014 dan 2015. Tapi, Vinales merasa ada peningkatan di GP Aragon daripada tahun lalu


Baca Juga :
- Perkembangan Marquez dalam 2 Musim Terakhir Itu Menyakitkan
- Vinales Optimistis, Rossi Realistis


“Saya pikir kami memiliki lomba yang bagus. Tahun lalu, di sini, seperti sebuah bencana bagi kami. Jarak kami dari posisi kedua juga tak terlalu jauh. Seperti yang saya katakan sebelumnya, kami masih harus bekerja keras. Penting rasanya memahami motor untuk putaran berikutnya,” katanya.

Rekan setimnya di Yamaha, Valentino Rossi, menyebut kinerja YZR-M1 di GP Aragon tak lebih baik daripada tahun lalu, di tempat yang sama. Tapi, Vinales merasa tahun ini motor jauh lebih baik dan mendekati level Ducati dan Honda. Hanya, masih kalah jauh ketika berada di sektor trek lurus.

“Tentu kami masih harus berkembang karena Honda dan Ducati selangkah lebih maju. Mereka selalu lebih cepat di trek lurus karena tenaga yang dihasilkan mesin, luar biasa. Saya memang unggul di tikungan tapi kami kalah telak di sektor lurus. Penting memiliki kecepatan saat lomba,” ujarnya.

Rossi belum bisa mengakhiri paceklik di Sirkuit Motorland. Padahal, ia terlihat kuat sejak latihan bebas hingga kualifikasi. Tapi, ia tak memiliki kecepatan yang baik saat lomba. Rossi yang finis di posisi kedelapan tertinggal 23,6 detik dari Marc Marquez yang akhirnya finis di posisi pertama.

“Saya sadar, kecepatan kami tak terlalu baik. Tapi, saya berharap kami lebih kuat saat balapan. Perlombaan sungguh sulit karena kami memulai dengan ban hard di bagian belakang. Fabio Quartararo dan Maverick memiliki masalah di pengujung lap tapi masalah saya lebih besar,” kata Rossi.

Pria asal Italia itu masih mempermasalahkan daya cengkeram YZR-M1 yang buruk. “Sayang, di Aragon, daya cengkeram ban motor kami sangat buruk. Bahkan lebih buruk daripada Misano. Trek juga lebih buruk karena kami tak lebih cepat, bahkan lebih lambat dari tahun lalu,” ia menuturkan.

Peningkatan baru yang dibawa Yamaha seperti lengan ayun karbon dan knalpot baru tak memberi dampak besar pada YZR-M1. “Bagi saya, itu hal berbeda karena motor tak punya daya cengkeram baik pada ban belakang. Saya selalu tergelincir dan ketika momen itu terjadi di tikungan berkecepatan tinggi akan merusak ban,” ujar Rossi.*MUHAMAD FADLI RAMADAN DARI BERBAGAI SUMBER

L
Penulis
Lily Indriyani Sukmawati
news
news