LIGA INGGRIS
Lagi, Pep Harus Memilih antara Aguero atau Jesus
21 September 2019 14:35 WIB
berita
Penyerang Manchester City, Sergio Aguero, berpeluang kembali menjadi starter saat lawan Watford, hari ini.
MANCHESTER – Ilkay Guendogan atau Rodri Hernandez, Riyad Mahrez atau Leroy Sane, Kevin De Bruyne atau David Silva, dan Sergio Aguero atau Gabriel Jesus. “Big problem” yang tentu menguntungkan bagi pelatih Manchester City, Josep Guardiola, dalam memilih pemain inti dalam setiap pertandingan. Bahkan, ketika Sane cedera, pria asal Spanyol tersebut masih memiliki Bernardo Silva.

 


Baca Juga :
- Romero Bukan Tidak Mungkin Geser De Gea
- Dua Pemain Juventus Bisa ke MU jika Allegri ke Old Trafford




Mereka, deretan pemain tersebut, sulit untuk dibedakan antara pemain utama atau pelapis. Setiap pemain memiliki peran penting setiap kali mereka diturunkan. Dan, Pep kembali harus menentukan siapa yang akan diturunkannya ketika menjamu Watford dalam lanjutan Liga Primer 2019/20, Sabtu (21/9) ini. Ketika The Citizens mengalahkan Shakhtar Donetsk, 3-0, dalam laga Liga Champions, tidak ada Aguero di lapangan.

Penyerang asal Argentina ini hanya duduk manis di bangku cadangan tanpa mendapatkan kesempatan tampil pada laga tandang tersebut. Meski demikian, keputusan Guardiola tersebut bukan karena kecewa terhadap Kun—panggilan Aguero. Bukan pula karena rapor penyandang nomor 10 tersebut buruk. Sebaliknya, Aguero justru pemain yang memiliki rapor mengesankan sepanjang musim ini di ajang Liga Primer.


Baca Juga :
- Ujian Setan Merah Sesungguhnya
- Demi Dedikasi, Mola TV Sediakan Porsi Besar untuk Sepak Bola


Dalam lima laga Liga Primer sejauh ini, bintang 31 tahun tersebut selalu menandainya dengan gol. Yaitu masing-masing satu gol ke gawang West Ham United, Tottenham Hotspur, Norwich City, dan masing-masing dua gol ke gawang Bournemouth dan Brighton Albion. Total, Aguero telah menorehkan tujuh gol dari lima laga beruntun tersebut.

Dengan pencapaian tersebut, musim ini merupakan musim terbaik Aguero di Liga Primer dari aspek kontinuitas dan produktivitas pada pekan-pekan awal Liga Primer. Musim lalu contohnya. Dari lima pertandingan awal, hanya ada satu laga ketika dirinya menorehkan gol yaitu di pekan kedua saat lawan Huddersfield Town, lewat hattrick yang diciptakannya.

Lalu, pada 2017/18, dari lima laga awal, hanya tiga pertandingan di mana dia mampu mencetak gol. Pencapaian yang sama juga terjadi pada 2016/17, sedangkan pada 2015/16 lebih parah, hanya satu laga dia menorehkan gol dari lima laga awal Liga Primer. Ya, musim ini merupakan momen ketika Aguero mampu selalu memperlihatkan ketajamannya dalam setiap pertandingan.

Dengan kerap mencetak gol dalam lima laga terakhir di ajang ini, Aguero pun kini telah bersanding dengan Wayne Rooney dan Jose Antonio Reyes. Rooney pernah mencetak gol dalam lima laga awal pada 2011/12 untuk Manchester United. Sedangkan Reyes mengukirnya bersama Arsenal pada 2004/05.

Ketiganya merupakan pemegang rekor terpanjang dalam mencetak gol di Liga Primer. Karena itu, jika Aguero kembali mencetak gol ketika lawan Watford, tentu saja dia akan mengukir rekor baru: satu-satunya pemain yang mampu mencetak gol dalam enam laga awal. Ya, Aguero sangat berpeluang kembali tampil sebagai starter di Liga Primer pekan keenam ini setelah diistirahatkan dalam ajang Liga Champions.

Pep, memang sangat membutuhkan kondisi terbaik dari fisik setiap pemainnya. Kekalahan dari Norwich, pekan lalu, praktis membuat mereka mulai tertinggal dari Liverpool dalam klasemen sementara. The Citizens harus kembali ke jalur kemenangan dan pekan ini mereka memiliki peluang mendekati The Reds. Pasalnya, Liverpool akan tandang ke Stamford Bridge, menghadapi Chelsea.

Meski demikian, bukan tidak mungkin pula bagi Pep untuk tetap menurunkan Jesus. Gol bintang asal Brasil ini ke gawang Shakhtar berarti pula dia mampu mencetak gol dalam empat laga setiap kali tampil sebagai starter. Sebelumnya, Jesus telah mengoyak gawang West Ham, lalu Watford dalam final Piala FA, dan lawan Brighton dalam semifinal.

Jesus rata-rata mampu menorehkan satu gol dalam setiap dua pertandingan. Bahkan, gol totalnya di klub dan timnas sangat mengesankan. Dari 35 pertandingan sepanjang 2019, ada 15 laga ketika dirinya menjadi starter dan mampu menorehkan 23 gol. Jesus juga menambahkan produktivitasnya itu dengan memberikan delapan assist. Atau, rata-rata mampu memberikan satu gol atau satu assist setiap 61 menit.

Sebenarnya, Pep pun bisa menurunkan kedua pemain ini secara bersamaan dalam satu laga. Meski demikian, pola atau strategi yang diterapkan mantan pelatih Barcelona dan Bayern Muenchen ini kerap hanya menggunakan satu penyerang. Total, ada 13 kesempatan ketika Aguero dan Jesus bermain bersama sebagai starter. Apalagi, jika Pep menurunkan dengan dua penyerang tersebut tentu akan berimbas kepada kekuatan atau formasi di lini tengah timnya.

Ya, Guardiola harus berhati-hati pada pekan ini. Bukan hanya karena telah mengalami kekalahan dari Norwich melainkan mereka akan menjamu Watford, tim yang kini di bawah sosok baru: Quigue Sanchez Flores. Ada empat pertemuan di antara kedua pelatih ini dan Flores yang asal Spanyol, sekali mengalahkan Guardiola. Tentu, ketika keduanya masih melatih di La Liga.*

 

I
Penulis
Irfan Sudrajat