news
INFOGRAFIS
Persija Butuh Motivator Plus Penyelamat, Lebih Cocok Antonic atau Alferdo?
21 September 2019 11:33 WIB
berita
JAKARTA – Membangkitkan “macan tidur” sejatinya bukan perkara sulit. Akan tetapi tak semudah mebalikkan telapak tangan. Salah-salah penanganan, malah bisa diterkam balik. Julio Banuelos Saez mengalami hal itu, setelah ditunjuk menggantikan Ivan Venkov Kolev. Usianya bersama Persija hanya 102 hari.

Komposisi skuat Persija sejatinya tak terlalu buruk. Dari total 30 pemain yang ada saat ini, 22 di antaranya, termasuk Rohit Chand Takuri, pernah membela tim nasional negara. Bahkan, 75 persen skuat musim ini adalah pemain-pemain yang ikut mengantar Macan Kemayoran jadi kampiun Liga 1 2018.




Baca Juga :
- Kesimpulan Semu, Bajol Ijo Tampil Lebih Gereget Bersama Aji Santoso
- Ketimbang Pusing Kontrak Baru, Simic Lebih Memikirkan Hal Penting Lainnya




Sejak ditinggal Stefano “Teco” Cugurra ke Bali United pada akhir 2018 dan adanya perubahan struktural manajemen tim, seperti ada yang salah dengan mentalitas Persija. Saat tertinggal, Andritany Ardhiyasa dan kawan-kawan sulit bangkit, sedangkan ketika sudah unggul terlalu mudah kecolongan atau kebobolan.

Karenanya, sosok pelatih yang dibutuhkan Persija adalah motivator. Kualitas Individu pemain Persija di atas rata-rata, pemahaman strategi para pemain tak terlalu buruk, kolektivitas dan chemistry sudah ada, namun mentalitas bertanding sedang hilang. Persoalan mentalitas ini berkaitan erat dengan sentuhan di ruang ganti.


Baca Juga :
- Tak Masuk Line-up saat lawan Milan, Mandzukic Jadi Asisten Wasit, Ini Fotonya
- Lanjut ke Hong Kong Open 2019! Indonesia Turunkan 18 Wakil dan Ini Lawan Mereka


CEO Persija Ferry Paulus mengatakan, pelatih asing cenderung jadi pilihan. Namun, Ferry tak ingin gegabah. Keputusan mengganti Kolev ke Banuelos kiranya sudah cukup jadi pelajaran. Menurutnya, pelatih baru Persija untuk sisa kompetisi musim ini harus bisa menjamin klub selamat dari degradasi.

Berkaca dari itu, sekiranya ada dua nama yang bisa dikedepankan. Pertama, Angel Alfredo Vera. Pria Argentina ini sudah malang-melintang di Indonesia sejak 2013, dan berkali-kali jadi juru selamat. Hanya musim lalu saja, ia gagal membawa Sriwijaya FC bertahan di kasta tertinggi. Namun, itu karena keuangan klub sedang oleng.

Kisah manis Alferdo bermula saat menangani Persipura pada 2016. Dalam kompetisi rasa turnamen, Indonesia Soccer Championship A itu, ia tak hanya menyelamatkan Persipura tetapi juga memersembahkan gelar juara. Berikutnya, Persebaya ia antarkan menjadi kampiun Liga 1 2017, padahal sebelumnya “penyakitan”.

Kedua, Dejan Antonic. Pria Yugoslavia berusia 50 tahun ini juga tak asing dengan belantika sepak bola nasional. Ia dikenal sebagai pelatih berkarakter dan andal membangkitkan semangat juang tim. Namun, Antonic belum pernah mengukir prestasi di Indonesia. kebetulan, yang dibutuhkan Persija bukan prestasi.

Antonic pun menyambut positif kabar dirinya diminati Persija. Tetapi, ia menegaskan, belum ada komunikasi antara dirinya dengan manajemen Persija. “Tergantung dari manajemen Persija. Saya sedang free sekarang. Tapi yang pasti belum ada dari manajemen Persija yang menghubungi saya,” katanya.

Ketua Umum The Jakmania Tauhid Indrasjarief menilai, pelatih baru Persija haruslah sosok yang sudah paham dengan pemain-pemain Indonesia, terutama Persija. “Tapi juga cuma paham pemain Persija. Tapi juga paham lawan-lawannya. Kalau tidak paham lawan, bagaimana dia bisa menerapkan strategi jitu,” kata Tauhid.

Sementara itu, manajemen Persija menunjuk Sudirman sebagai karteker bersama Ismed Sofyan dan Antonio “Toyo” Caludio. Sedangkan Mustaqiem, yang sempat ditetapkan sebagai karteker Banuelos, secara tiba-tiba dilepas. Tak ada keterangan pasti mengenai dicoretnya Mustaqiem dari ofisial tim.*** Furqon Al Fauzi 

loading...
news
Penulis
Abdul Susila
Pejalan kaki untuk gunung-gunung tropis Indonesia. Mencintai sastra, fanatis timnas Garuda, dan sedang aktif di sepak bola usia dini. Anak pertama dari tiga bersaudara.
news
news