LIGA 1
Persija Pindah Ke Bekasi dan Klarifikasi soal Manajer Tim Mundur
21 September 2019 11:23 WIB
berita
Ismed Sofyan ditunjuk menjadi asisten pelatih Persija - TopSkor/Ady Sesotya
JAKARTA – Kejutan demi kejutan terus dikabarkan manajemen Persija. Setelah melepas tiga pelatih: Julio Banuelos, Eduardo Perez, dan Mustaqiem, serta menetapkan Sudirman dan Ismed Sofyan sebagai karterker, Macan Kemayoran memilih berlatih di Lapangan LDII Sumarecon, Bekasi, mulai Sabtu (21/9).

Pilihan berlatih di Bekasi ini sangat kontras, sebab biasanya Persija tetap berlatih di Lapangan PS TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, meski akan bertanding di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi. Pada Senin (23/9) mendatang, Persija akan menjamu Barito Putra di Patriot.




Baca Juga :
- Update Klasemen Liga 1 2019, Jumat 18 Oktober Malam
- Hasil Liga 1 2019, Jumat 18 Oktober, Bali United Dibantai 6 Gol, Persib Menang




Menurut Media Officer Persija Dwi Putra, pemindahan latihan tim dari Halim ke Bekasi, semata karena tim akan tinggal di Bekasi sebelum menjamu Barito. Ia berharap hal ini tidak dikait-kaitkan dengan aspek non teknis bahwa ada persoalan antara Persija dengan pengelola Lapangan PS TNI AU.

Karena kepindahan ini, muncul isu bahwa Manajer Persija Marsma TNI AU Ardhi Tjahjoko, mundur. Kepada TopSkor, Ardhi mengatakan dirinya masih bersama Persija. Namun, ia memberi isyarat segala kemungkinan bisa terjadi. “Ya lihat saja nanti,” katanya sambil tertawa.


Baca Juga :
- Jadwal Siaran Langsung Liga 1 2019, Jumat 18 Oktober
- Biasa Bermain dengan Pria, Azra Zifa Ingin Membawa Persija dan DKI Berprestasi


Untuk diketahui, Ardhi merupakan “orang lama” dari manajemen sebelumnya, saat Gede Widiade ditunjuk menjadi CEO. Keberadaan Ardhi inilah yang membuat Persija bisa menggunakan Lapangan PS TNI AU. Bahkan, kesuksesan Persija musim lalu tak lepas dari kepemimpinannya di luar lapangan.

Adapun Ismed Sofyan, yang ditetapkan sebagai asisten pelatih sekaligus pemain, belum memberi keterangan soal jabatan barunya tersebut. Upaya TopSkor mewawancarainya pun kandas. Satu yang pasti, ini menjadi isyarat bahwa Ismed mulai menatap karier sebagai pelatih, selepas gantung sepatu.

Sementara itu, mantan pemain Persija era 2000, Imran Nahumarury menilai situasi yang dialami Macan Kemayoran saat ini, merupakan kompilasi dari banyak persoalan. Imran tak mengatakan, pemain dan pelatih bukan satu-satunya aspek yang menyebabkan tim terjeremban di papan bawah Liga 1 2019.

Menurutnya, ada pula yang salah dengan manajemen tim. “Persija seakan terlalu dilema kepada pelatih kepala. Contohnya Ivan Kolev datang dengan materi pemain sudah ada. Artinya, bukan sepenuhnya keinginan dia untuk meramu tim. Jadi, ketika tidak maksimal dalam jangka waktu pendek, jangan langsung diganti,” ujar Imran.

Pemain yang mengantarkan Persija juara pada 2001 itu menambahkan, pergantian pelatih pada putaran kedua cukup berisiko. Namun, karena sudah ditetapkan, ia berharap pelatih yang baru dipilih dengan pertimbangan matang. Jangan sampai, Persija jatuh untuk ketiga kalinya karena salah kebijakan.

“Kalau jaman saya dulu, kami pamain, pelatih, dan manajemen, selalu berembuk duduk bareng untuk membicarakan atau memberi masukan bagaimana mendapatkan kekuatan yang ideal untuk menjalani musim selanjutnya. Jadi, saling mengisi. Pelatih atau pemain juga diberikan target,” katanya.* Nizar Galang Gandhimar

news
Penulis
Abdul Susila
Pejalan kaki untuk gunung-gunung tropis Indonesia. Mencintai sastra, fanatis timnas Garuda, dan sedang aktif di sepak bola usia dini. Anak pertama dari tiga bersaudara.