LIGA ITALIA
Juve Mesti Melakukan Ini untuk Mengobati Alergi Bola Mati
21 September 2019 15:24 WIB
berita
Paulo Dybala bisa keluar dari bangku cadangan dalam laga Juventus lawan Hellas Verona.-Topskor.id/istimewa-
TURIN – Kelemahan Juventus FC diekspos oleh Atletico Madrid di putaran pertama Liga Champions, Rabu (18/9). Skuat asuhan Maurizio Sarri rupanya alergi terhadap bola mati. Mereka menderita empat gol dari bola mati: hasil sepak pojok (2-2, Hector Herrera di Madrid) dan 3 tendangan bebas dari bagian tiga perempat lapangan. Hanya satu berasal dari aksi Hirving Lozano (SSC Napoli).

I Bianconeri tentu tidak mau kisah itu terulang saat berhadapan dengan Hellas Verona, di Allianz Stadium, Sabtu (21/9). Biang masalah sudah ditemukan, mestinya lebih mudah bagi Sarri menemukan solusi absolut.




Baca Juga :
- Milan Bisa Berharap kepada 3P
- Il Samp Kontrak Ranieri untuk Dua Tahun




“Kami telah menyiapkan video untuk diperlihatkan kepada tim karena ada beberapa kejadian di mana kami terlalu dangkal, terutama dalam bola mati. Saya ingin memahami kenapa ada hal yang tidak berfungsi dan menyelesaikannya. Momentum waspada dan agresivitas telah dianalisis,” katanya Sarri.

Pelatih memiliki standar bertahan dengan barisan, kadang tujuh pemain berlari ke gawang. Perlu sinkronisasi sehingga grup itu tiba ke area dengan tempo yang tepat untuk mencegah gol dari tembakan bebas. Corner adalah tema yang berbeda (dan rumit). Mengawal lawan berarti memberikan tanggung jawab yang lebih jelas dan memperhatikan blok.


Baca Juga :
- Napoli Diduga Krisis Identitas
- Sampdoria Kejar Pelatih Tim Juara Liga Primer 2015/16 Ini


Namun, melihat reputasi Sarri saat menukangi Napoli, tifosi tidak perlu khawatir. Allenatore 60 tahun itu berhasil mengubah kelemahan timnya berkat latihan ekstra untuk permainan bola mati, memerhatikan posisi dan respons pemain hingga detail.

Musim 2017/18, I Partenopei hanya kemasukan 3 gol dari tendangan penjuru dan 5 dari permainan bola mati. Di tahun sebelumnya, secara keseluruhan ada 13 kebobolan gol, di musim 2015/16 enam. Pengecualian di musim 2018/19, Chelsea FC asuhan Sarri menutup musim dengan statistik bagus dari corner tapi mengecewakan dalam permainan bola mati. Untungnya ini baru awal kompetisi dan masih banyak yang bisa dikerjakan..

Akhir pekan nanti, rotasi tampaknya tak bisa dihindari. “Saya akan melihat situasinya karena kami hanya bisa latihan sekali. Saat ini, pertanyaannya bukan tidak mau melakukan perubahan, tapi tim harus menemukan organisasi kuat dalam memberi kontinuitas pada beberapa posisi di lapangan. Saya tak masalah mengganti pemain kalau ada yang lelah,’ ujar Sarri.

Paulo Dybala dan Adrien Rabiot, yang selalu duduk di bangku cadangan, bisa jadi inovasi baru. Striker berjuluk La Joya itu mesti mengukur kemampuan di posisi baru sebagai falso nove, yang diintepretasikan dengan cara berbeda dari Gonzalo Higuain. Dia akan berdiri di antara Federico Bernardeschi dan Cristiano Ronaldo.

Rabiot memainkan bagian akhir dari pertandingan di Parma, mengisi posisi Sami Khedira yang mengandalkan fisik. Karena Miralem Pjanic letih, maka tugas playmaker diserahkan kepada Rodrigo Bentancur. Emre Can pun berpeluang jadi starter.

Skors yang didapatkan Mariusz Stepinski memaksa pelatih Verona, Ivan Juric, mengedepankan Samuel Di Carmine. Setelah 10 tahun, penyerang itu kembali lagi ke Seri A.

“Di Carmine merupakan striker utama yang paham bagaimana pergerakan dalam ruang dan beberapa meter di depan gawang. Dia punya karakter hebat, tinggal menunjukkan lagi apa yang pernah dilakukannya di Seri B,” kata Juric. “Untuk mendapatkan poin di Turin, kami tidak boleh terus bertahan sepanjang laga. Mereka punya pemain hebat, kami wajib bermain dengan pikiran bebas dan berani.”*** Dari berbagai sumber

 

JUVENTUS (4-3-3):

77 Buffon; 16 Cuadrado, 19 Bonucci, 4 De Ligt, 13 Danilo; 23 Emre Can, 30 Bentancur, 25 Rabiot; 33 Bernardeschi, 10 Dybala, 7 Ronaldo; 

Pelatih : Maurizio Sarri

Cadangan : 1 Szczesny, 12 Alex Sandro, 28 Demiral, 14 Matuidi, 5 Pjanic, 21 Higuain, 17 Mandzukic

 

HELLAS VERONA (3-4-2-1):

1 Silvestri; 13 Rrahmani, 24 Kumbulla, 21 Gunter; 5 Faraoni, 34 Amrabat, 4 Veloso, 88 Lazovic; 10 Zaccagni, 14 Verre; 10 Di Carmine;

Pelatih : Ivan Juric

Cadangan : 22 Berardi, 27 Dawidowicz, 98 Adjapong, 8 Henderson, 32 Pessina, 11 Pazzini, 66 Tutino

X
Penulis
Xaveria Yunita