LIGA ITALIA
Sindrom Blackout Rugikan Lazio
21 September 2019 13:20 WIB
berita
Gelandang Luis Alberto diharapkan mampu mengeluarkan Lazio dari kesulitan.-Topskor.id/istimewa-
ROMA – Pelatih SS Lazio Simone Inzaghi mengumpulkan para pemain dan berbicara di hadapan mereka selama lima menit, Jumat (20/9) pagi. Dia membahas penyebab kekalahan 1-2 dari tim lemah Liga Europa, CFR Cluj. Kemudian dengan nada sedikit tinggi, Inzaghi meminta tim bereaksi ketika terdesak dan memberi arahan untuk persiapan laga berikutnya.

Dari pertandingan pembuka Liga Europa terlihat kalau Lazio belum pulih dari sindrom black out.  Sergej Milinkovic-Savic dan kawan-kawan beringas di awal, lalu mendadak kehabisan tenaga di tengah laga. Pelatih mesti mengatasi problem tersebut sehingga tidak ditumbangkan tim gurem lagi.




Baca Juga :
- Milan Bisa Berharap kepada 3P
- Il Samp Kontrak Ranieri untuk Dua Tahun




Ujian akan disajikan Parma Calcio, Minggu (22/9) atau Senin dini hari WIB, di Stadion Olimpico. I Biancocelesti unggul dalam enam pertemuan terakhir dengan mereka di Seri A dan mencetak minimal tiga gol dalam tiga duel. Dominasi itu bisa terganggu kalau agresivitas pasukan Inzaghi hanya bertahan selama 30 menit saja.

Melalui perubahan komposisi, tuan rumah diharapkan bisa memperbaiki konsistensi. Ciro Immobile dan Luis Alberto dalam kondisi bugar secara fisik dan mental karena absen di Cluj-Napoca. Keduanya bisa menjadi motor penggerak tim. Joaquin Correa bisa menyempurnakan wajah serangan.


Baca Juga :
- Napoli Diduga Krisis Identitas
- Sampdoria Kejar Pelatih Tim Juara Liga Primer 2015/16 Ini


Francesco Acerbi masih menjadi sosok tak tergantikan. Bek sentral itu meminta agar rekan-rekannya melupakan mimpi buruk dan menemukan determinasi untuk bangkit. “Kami harus menatap ke depan dan bekerja keras. Masih ada waktu dua hari sebelum berjumpa dengan Parma. Kami harus menang supaya lebih yakin saat pergi ke San Siro (lawan FC Internazionale). Kami harus menegakkan kepala dan menumbuhkan keberanian,” ujarnya.

Olimpico terlalu angker bagi Parma sejak 2009. Dalam kunjungan ke markas Lazio, mereka kalah 12 kali dan seri dua kali.

Publik I Gialloblu kini sedang tergila-gila dengan Dejan Kulusevski. Winger itu merupakan pemain kelahiran 2000 yang ditunjuk sebagai starter dalam tiga pekan awal Seri A. Dua lainnya adalah Sandro Tonali dan Marash Kumbulla.

Kulusevski akan bergerak dengan panduan dari Roberto Inglese dan Gervinho. Juga ada bantuan dari Matteo Darmian yang beroperasi di sayap kanan belakang. “Kami mempersiapkan pertandingan dengan cara terbaik agar siap, Minggu nanti. Lazio sangat kuat dan berkualitas. Oleh karena itu, kami mesti berkonsentrasi,” kata mantan bek Manchester United tersebut.* Dari berbagai sumber

 

LAZIO (3-5-2):

1 Strakosha; 3 Luiz Felipe, 33 Acerbi, 26 Radu; 77 Marusic, 21 Milinkovic, 6 Leiva, 10 Luis Alberto, 10 Lulic; 17 Immobile, 11 Correa; 

Pelatih : Simone Inzaghi

Cadangan : 23 Guerrieri, 93 Vavro, 4 Patric, 16 Parolo, 32 Cataldi, 22 Jony, 20 Caicedo

 

PARMA (4-3-3):

1 Sepe; 36 Darmian, 2 Iacoponi, 22 Bruno Alves, 97 Pezzella; 10 Hernani, 15 Brugman, 17 Barilla; 44 Kulusevski, 9 Inglese, 27 Gervinho; 

Pelatih : Roberto D’Aversa

Cadangan : 34 Colombi, 3 Dermaku, 28 Gagliolo, 16 Laurini, 7 Karamoh, 93 Sprocati, 11 Cornelius

X
Penulis
Xaveria Yunita