INFOGRAFIS
Timnas U-16 Indonesia Siap Tancap Gas Lawan Cina
21 September 2019 13:08 WIB
berita
JAKARTA - Timnas U-16 Indonesia akan mendapatkan ujian berat saat menghadapi Cina dalam penentuan juara Grup G Pra-Piala Asia (PPA) U-16 2020 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Minggu (22/9).  Menang, berarti satu tiket putaran final Piala Asia U-16 di Bahrain tahun depan otomatis digenggam.

Namun jika hanya meraih hasil imbang apalagi kalah, Indonesia harus hitung-hitungan poin dan selisih gol untuk lolos sebagai salah satu dari empat runner-up terbaik dari 11 grup yang ada. Tentu, imbang apalagi kalah bukanlah pilihan.




Baca Juga :
- Hadapi Vietnam, Malaysia, dan Australia, ini Jadwal Timnas Futsal Indonesia di Piala AFF 2019
- Komentar Pelatih Timnas U-19 Cina Setelah Dipermalukan Indonesia




Pasukan Garuda Muda akan mengincar kemenangan untuk menyempurnakan tiga kemenangan besar sebelumnya yang menjadi modal penting. Tidak hanya itu pelatih timnas U-16 Bima Sakti Tukiman menyebut, para pemainnya dari pertandingan ke pertandingan memperlihatkan kinerja yang terus meningkat.

Artinya, selalu ada perkembangan positif dari permainan secara tim dan berhasil meminimalkan kesalahan-kesalahan mendasar. Mentalitas akan menjadi kunci Marselino Ferdinan dan kawan-kawan mengalahkan Cina yang diperkuat pemain berpostur tubuh besar.


Baca Juga :
- Reaksi Fakhri Husaini Usai Timnas U-19 Indonesia Menang Atas Cina
- Demi Dedikasi, Mola TV Sediakan Porsi Besar untuk Sepak Bola


“Soal hasil memang kami harusnya bisa lebih dalam tiga laga ini. Sayang finishing masih menjadi kendala kami,” kata Bima. “Saya berharap di laga terakhir melawan Cina, kami bisa maksimal karena tidak ada jalan lain selain menang. Harus menang tapi dengan proses yang benar, dengan skema main yang selama ini sudah kami berikan.”

Pasalnya dalam tiga laga sebelumnya melawan Filipina, Kepulauan Mariana Utara, dan Brunei Darussalam, praktis tak ada tekanan yang luar biasa diberikan oleh lawan. Justru para pemain kerap terserang rasa gugup di dalam diri sendiri karena bermain di depan pendukungnya sendiri.

Hal ini harus menjadi perhatian tim pelatih Indonesia. Sebab, laga melawan Cina nanti akan berlangsung di stadion yang lebih besar dan megah yakni Stadion Utama Gelora Bung Karno. Kemungkinan penonton yang hadir akan lebih membludak karena berlangsung pada hari libur. PSSI juga akan melepas puluhan ribu lembar tiket secara gratis kepada pemain SSB se-Jabodetabek.

“Ya saya pikir ini tantangan buat semua pemain untuk terbiasa bermain dengan penonton yang banyak. Semua pemain saya rasa akan sangat siap. Tetap fokus pada pertandingan," kata Bima.

Nada optimistis dilambungkan bek tengah timnas Kadek Arel Priyatna. Bermain di GBK adalah mimpi bagi semua pemain. "Pertandingan hari Minggu melawan Cina sangat dinanti semua pemain. Ini mimpi saya dan semua pemain dari kecil bisa bermain di GBK. Semoga kami bisa tampil sebaik mungkin,” kata Kadek.

Sementara pelatih Cina U-16 Antonio Puche Vicente, mengaku selalu mengikuti permainan Indonesia selama PPA ini. Ia juga menyaksikan laga Indonesia melawan Brunei Darussalam pada Jumat malam yang dimenangkan tuan rumah dengan skor 8-0.

Menurutnya, Indonesia akan tampil dengan motivasi yang luar biasa. Dukungan suporter juga akan membuat para pemain Indonesia mengeluarkan seluruh kemampuan ekstra.“Saya pikir nanti akan menjadi pertandingan yang berat dan keras untuk kedua tim," kata Puche.

Ia meminta pasukannya tidak terpengaruh tekanan suporter yang akan memadati GBK. “Saya pikir nanti yang dilapangkan 11 lawan 11. Saya minta kepada pemain untuk tidak mempedulikan penonton. Karena penonton tidak ikut bermain,” kata Puche. ”Bermain sepak bola pasti untuk menang. Saya tidak suka dengan hasil imbang apalagi kalah. Kami bermain untuk menang, di semua pertandingan,” ucap Puche.***FURQON AL FAUZI

 

R
Penulis
Rizki Haerullah