news
OTO SPORT
Dampak untuk Jakarta dalam Menggelar Balapan Formula E Selama 5 Tahun
20 September 2019 19:40 WIB
berita
Anies Baswedan (tengah) bersama dengan perwakilan Formula E, Alberto Longo (kedua dari kanan) saat meresmikan Jakarta sebagai tuan rumah Formula E musim 2019/20 (Foto: Topskor.id / Muhammad Pratama Supriyadillah)
JAKARTA - DKI Jakarta resmi akan menggelar balapan Formula E pada 6 Juni 2020. Balapan tersebut bertajuk Jakarta E-Prix.

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, secara resmi mengumumkan bahwa provinsi yang dipimpinnya itu akan menjadi tuan rumah balapan Formula E pada musim 2019/20. Pengumuman tersebut dibuat dalam sesi konferensi pers, Jumat (20/9).




Baca Juga :
- Kalender Balap Resmi Formula E Musim 2019/20
- Terakhir Kali Indonesia Masuk Agenda FIA adalah 22 Tahun Lalu




Jakarta akan menjadi tuan rumah balapan mobil elektrik paling bergengsi tersebut selama 5 tahun. Begitulah yang disampaikan oleh Anies soal kontrak Jakarta dengan Formula E.

Lantas, banyak pertanyaan bermunculan. Mengapa Jakarta berani mengajukan diri sebagai tuan rumah balapan yang pertama kali digelar pada 2014 tersebut? Orang nomor satu di ibu kota Indonesia itu pun akhirnya membeberkan alasan dan dampak yang bisa diberikan oleh Formula E ke Indonesia, khususnya Jakarta.


Baca Juga :
- Gelar Balapan di Musim Keenam, Formula E Sebut Jakarta Beruntung
- Formula E di Jakarta Akan Digelar Selama 5 Tahun


"Ketika kita jadi tuan rumah Insya Allah ini justru akan positif. Dan yang harus kita perhitungkan adalah bagaimana dampaknya bagi ekonomi di Jakarta sendiri," ucap Anies.

"Tadi saya sampaikan bahwa kita memiliki beberapa tujuan. Satu adalah soal lingkungan hidup, kedua adalah menggerakkan perekonomian dan ketiga adalah menempatkan Jakarta di dalam percaturan kota dunia yang mampu menyelenggarakan event sekelas Formula E ini. Ketiga tujuan itu Insya Allah akan tercapai, itu sebabnya kita memberikan investasi ke sini."

Anies pun menambahkan, dalam satu kali balapan Formula E, keuntungan yang bisa diraup oleh Jakarta bernilai triliunan.

"Dalam perhitungan konservatif kami, diperkirakan nilai perekonomian yang bergerak di Jakarta sekitar 78 juta Euro atau sekitar Rp 1,2 triliun yang akan bergerak di Jakarta, manfaat seperti inilah yang kita kerjakan," ucapnya.

"Kalau kita selenggarakan sekali, maka kita tidak punya kesempatan untuk mengembangkan ini, tapi kalau ini menjadi sebuah event tahunan, maka dari sisi investasi investasi, infrastruktur, habis ini mulai pembangunan untuk persiapan infrastrukturnya maka tidak jadi kalau hanya sekali pakai."

"Kalau hanya 1 tahun sekali pakai sesudah itu tidak bermanfaat lagi, tapi dengan cara seperti ini, investasi kita dipakai tahun ke-2 dan ke-3 tahun ke-4 tahun ke-5 dan insya Allah dari situ justru kita akan bisa mengembangkan diri sebagai sebuah produk dan Jakarta sebagai tuan rumah akan bisa terus mengembangkan aspek-aspek lain," Anies mengakhiri. ***

loading...
M
Penulis
Muhammad Pratama Supriyadillah
news
news