LIGA CHAMPIONS
Di Maria Pemain Fantastis Keempat PSG
20 September 2019 15:50 WIB
berita
Angel Di Maria kini sudah mencetak 26 gol di kompetisi Eropa menyusul dua golnya saat membantu PSG menang 3-0 atas Real Madrid pada laga pertama Grup A Liga Champions di Parc Des Princes, Rabu (18/9) malam.
PARIS - Absennya tiga penyerang mematikan Paris Saint Germain (PSG) ternyata tidak menumpulkan serangan mereka. Kylian Mbappe, Neymar Junior, dan Edinson Cavani tidak ada dalam skuat PSG saat menghajar Real Madrid 3-0 pada laga pertama Grup A Liga Champions di Parc Des Princes, Rabu (18/9).

Namun, Les Parisiens masih memiliki Angel Di Maria. Winger Argentina tersebut mencetak dua gol ke bekas klubnya tersebut. Majalah France Football pun tidak ragu menyebut Di Maria sebagai Le Quatrieme Fantastique alias pemain fantastis keempat (merujuk pada karakter pahlawan super Fantastic Four), dalam berita utama mereka.




Baca Juga :
- Gelandang Napoli yang Sedang Naik Daun Ini Diincar Real Madrid
- Kylian Mbappe Digadang sebagai Pengganti Suarez, Barcelona Harus Tebus Rp 4,7 Triliun




Kekhawatiran sempat menyelimuti kubu PSG jelang menjamu Madrid. Mereka tidak bisa mengandalkan Neymar yang terkena sanksi. Sementara, Mbappe dan Cavani belum pulih sepenuhnya dari cedera. Kondisi ini memberikan kesempatan bagi striker baru Mauro Icardi untuk membuat debut sebagai starter di lini depan didampingi Pablo Sarabia di kanan dan Di Maria di kiri.

Meski masih baru, komposisi di lini depan PSG ini terbukti ampuh untuk menaklukkan Madrid. Les Parisiens bahkan unggul dua gol di babak pertama berkat brace Di Maria sebelum Thomas Meunier menambah satu gol lagi di menit terakhir.


Baca Juga :
- Eriksen “Ancam” Posisi Isco
- Ambisi Sergio Ramos, Sang Legenda!


“Tidak, saya pikir kami yang membuat mereka lemah,” ujar Di Maria saat ditanya apakah Madrid bermain buruk lawan PSG. “Kami begitu banyak berlari, menekan, dan mengoper bola. Kami tahu mereka sangat kesulitan untuk merebut bola. Saya pikir itulah hal terpenting yang kami lakukan dalam laga ini.”

Kedua gol ke gawang Madrid jadi kado bagi Di Maria yang memainkan laga ke-100 di pentas Eropa. Pemain 31 tahun ini melakoni debutnya saat membela SL Benfica di Piala UEFA 2007/08. Tapi, dia baru mencicipi sukses di kompetisi antarklub Benua Biru ini pada 2014 saat memenangi Liga Champions dan Piala Super Eropa bersama Madrid.

Secara keseluruhan, Di Maria telah membukukan 26 gol di kancah Eropa termasuk 12 gol dalam 31 laga di Liga Champions bersama PSG. Pemain berjulukan El Fideo ini juga selalu terlibat langsung dalam enam gol terakhir Les Parisiens di kompetisi ini. Dia juga jadi pemain ketiga yang berhasil mencetak minimal dua gol dalam satu laga lawan Madrid atau FC Barcelona di Eropa.

“Madrid tetap Madrid,” ucap Di Maria. “Kami masuk ke ruang ganti dengan keunggulan 2-0. Kami tahu jika rileks, Madrid bisa mencetak tiga atau empat gol lagi bila mereka bisa memecah kebuntuan di babak kedua. Jadi, kami kembali ke lapangan dengan intensitas yang sama untuk memastikan semua itu tidak terjadi.”

Di Maria sempat empat tahun memperkuat Madrid antara 2010 dan 2014. Dia juga jadi kunci sukses Los Blancos memenangi La Decima alias gelar Liga Champions ke-10 pada 2013/14 sebelum dijual ke Manchester United. Tapi, dia menolak anggapan bahwa gol-golnya merupakan pembuktian terhadap mantan klubnya itu.

Di Maria bukan satu-satunya pemain PSG yang tampil cemerlang dalam laga ini. Aksi tidak kalah memukau dipersembahkan oleh gelandang Idrissa Gueye. Pemain 29 tahun asal Senegal yang baru dibeli dari Everton FC dengan harga 30 juta paun ini tampak sangat dominan di lini tengah. Performanya yang spartan membuat Madrid kesulitan mengembangkan permainan.

Kemenangan ini memperpanjang rekor impresif PSG dalam laga kandang di Liga Champions. Mereka tidak terkalahkan dalam 22 pertandingan di Parc Des Princes sejak kembali beraksi di kompetisi elite Eropa ini pada 2012. Kekalahan terakhir Les Parisiens di hadapan publik sendiri terjadi pada 2004 lawan CSKA Moscow di fase grup.

Meski begitu, PSG tahu bahwa hasil impresif di fase grup Liga Champions tidak akan berarti apa-apa saat kompetisi ini memasuki fase knock-out. Pada fase grup 2017/18, Les Parisiens pernah menghajar FC Bayern Muenchen 3-0 dan menekuk Liverpool FC 2-1 musim lalu. Tapi, mereka akhirnya selalu tersingkir di 16 besar.***RIJAL ALFURQON DARI BERBAGAI SUMBER

PSG 3-0 MADRID
Stadion: Parc Des Princes
Penonton: 46.361

PSG 4-3-3
Pelatih:
Thomas Tuchel

1 Navas         

12 Meunier
2 Thiago Silva           
3 Kimpembe
14 Juan Bernat

27 Gueye
5 Marquinhos/21 Herrera (70)
6 Verratti      

19 Sarabia/22 Diallo (89)
18 Icardi/17 Choupo-Moting (60)
11 Di Maria   

MADRID 4-3-3
Pelatih:
Zinedine Zidane

13 Courtois   

2 Carvajal
5 Varane
3 Militao
23 Mendy      

16 Rodriguez/18 Jovic (70)
14 Casemiro
8 Kroos         

11 Bale/25 Vinicius Jr (79)
9 Benzema
7 Hazard/17 Vazquez (70)

Gol: 1-0 (Angel Di Maria, 14), 2-0 (Angel Di Maria, 33), 3-0 (Thomas Meunier, 90+1)
Wasit: Anthony Taylor

Kartu kuning: Carvajal, Di Maria, Vinicius Jr, Varane, Bernat
Kartu merah: -
Tendangan ke gawang: 5-0
Tendangan melebar: 2-8
Tendangan pojok: 3-1
Offside: 1-2
Pelanggaran: 15-14
Penguasaan bola: 52-48

 

 

T
Penulis
Tri Cahyo Nugroho