LIGA CHAMPIONS
Tampil Lagi di Liga Champions, Zidane Malah Antiklimaks
20 September 2019 13:50 WIB
berita
Pelatih Real Madrid, Zinedine ZIdane, gagal membawa timnya meraih kemenangan dalam laga pertama Liga Champions musim ini, menghadapi Paris Saint Germain, Rabu (18/9).
PARIS – Liga Champions telah kembali bergulir. Real Madrid pun kembali beraksi di ajang bergengsi antarklub Eropa ini. Dan, Zinedine Zidane pun tampil lagi. Zidane, pelatih yang telah meraih tiga gelar Liga Champions secara beruntun (2015-2018), yang pernah meraih momentum emas di tiga kota tempat digelarnya final: Milan, Cardiff, dan Kiev.

 


Baca Juga :
- Zidane Bertemu Pogba, Begini Reaksi Solskjaer
- Zidane Siap Menukar 2 Pemain Bintang Madrid dengan Superstar Seri A Ini




Pelatih yang setelah gelar terakhirnya di ajang ini memutuskan mundur, 480 hari kemudian terlihat lagi di Stadion Parc Des Princes, Rabu (18/9) atau Kamis dini hari WIB. Namun, yang terjadi kemudian adalah antiklimaks. Tidak ada yang menyangka Los Merengues mengalami kekalahan dengan begitu telak, 0-3, dari Paris Saint Germain.

Sebelum kekalahan dari Les Parisiens, Zidane merupakan pelatih yang tahu bagaimana caranya menang menghadapi tim-tim yang kuat atau tim yang levelnya berada di bawah Madrid. Wolfsburg, AS Roma, Bayern Muenchen, Borussia Dortmund, Napoli, Atletico, Manchester City, atau Liverpool, semua takluk dari Madrid-nya Zidane.


Baca Juga :
- Barrow Siap Mengorbit Kembali
- Leeds Dikabarkan Jadi Incaran Pemilik PSG


Namun, di Prancis, negeri kelahirannya, pelatih 47 tahun ini seperti kehilangan semua itu. Ya, bukan Madrid yang memainkan Liga Champions melainkan PSG yang menjadikan Los Merengues sebagai permainan mereka. Klub asal Paris tersebut memberikan pesan kepada Madrid.

Tanpa Neymar dan tanpa Kylian Mbappe, PSG berhasil membuat Madrid terkapar. Hasil ini seperti sebuah kemenangan dengan 5-0 atau bahkan 6-0. Setidaknya, pengibaratan itu yang dirasakan Angel Di Maria, pencetak dua gol di laga ini yang berhasil membalaskan dendam kepada Madrid, klub yang pernah membuangnya.

Bagi Madrid, ini situasi yang buruk bagi bintang baru mereka, Eden Hazard, yang tidak mampu memberikan perubahan dari situasi yang dihadapi timnya. Total, sekitar 300 juta paun telah dikeluarkan untuk membangun Madrid yang baru, namun jumlah tersebut justru diawali dengan kekalahan yang telak.

PSG bermain dengan ide dan identitas sedangkan Madrid tampil tanpa kedua aspek tersebut. PSG dalam laga ini memperlihatkan mereka telah tumbuh sebagai sebuah tim yang kuat yang tidak bergantung dari kehadiran satu atau dua pemain bintang besar.

Lalu, apakah ini pertanda buruk bagi Madrid bahwa mereka akan kembali gagal meraih gelar Liga Champions? Faktanya, dalam sejarah era Liga Champions (1992/93), tim yang mengalami kekalahan di pertandingan pertama, memang tidak pernah meraih juara.

Meski demikian, jauh sebelumnya tepatnya ketika ajang ini masih bernama European Cup (Piala Champions), ada dua tim yang pernah meraih gelar setelah sebelumnya kalah di laga pertama. Tim itu adalah Madrid sendiri pada 1966 lalu ada AC Milan pada 1969. Madrid, pada 8 September 1966 tersebut kalah dari Feyenoord 1-2, dalam laga pertama mereka musim itu.

Namun, pada akhirnya Los Merengues yang ketika itu memiliki bintang seperti Ferenc Puskas lolos ke final dan tampil sebagai juara setelah mengalahkan Partizan Belgrade, dalam laga di Brussels, Belgia di Stadion Heysel. Milan juga meraihnya pada 1969.

Takluk 1-2 dari Malmoe pada debut mereka di Liga Champions saat itu, tapi mampu meraih kemenangan dalam final di Stadion Santiago Bernabeu dengan mengalahkan Ajax Amsterdam. Dan, dalam sejarah ajang ini, hanya ada tiga tim yang berhasil ke final setelah kalah pada pertandingan pertama dan gagal menjadi juara.

Mereka adalah Borussia Moenchengladbach pada 1976/77, lalu Barcelona pada 1993/94, dan tentu musim lalu ada Tottenham Hotspur. Tottenham pada musim lalu memang mengawali penyisihan grup dengan mengalami kekalahan dari FC Internazionale. Meski demikian, pasukan Mauricio Pochettino akhirnya berhasil ke final tapi kemudian kalah dari Liverpool.

Kekalahan dari PSG juga memperlihatkan bahwa ini kali pertama Madrid mengalami kekalahan pada pertandingan pertama mereka setelah 14 tahun. Tepatnya pada 2005/06 dan juga terjadi di Prancis, namun saat itu Madrid takluk dari Lyon, 0-3.

Sedangkan kekalahan dari PSG merupakan kekalahan kelima Zidane dalam ajang ini sebagai pealtih Madrid. Atau hanya kekalahan kedua di fase grup. Kekalahan yang pertama terjadi dua tahun lalu ketika ditekuk Tottenham.*

 

 

I
Penulis
Irfan Sudrajat